BRIDESMAID

BRIDESMAID
KEPUTUSAN LAURA


__ADS_3

“Brakkkk”


"Aku tidak mau tahu Vedasco, temukan wanita itu! Seret kehadapan ku sekarang juga!!", teriak Escobar emosi dengan suara tinggi sambil mengebrak meja kerjanya. Malam hari yang dingin berganti menjadi panas. Dada Escobar bergemuruh kencang menahan amarahnya.


"Apa kerja kalian hah, mencari seorang wanita lemah saja kesulitan seperti ini. Kecuali jika ia di bantu seseorang yang berkuasa", ucap Escobar dengan suara keras.


Vedasco dan anak buahnya terdiam menghadapi amarah bos mereka. Vedasco dan orang-orangnya sudah bekerja siang dan malam mencari keberadaan Laura Mancini namun bak di telan bumi wanita itu hilang tanpa jejak sama sekali. Bahkan Vedasco dan orang-orang nya menyisir keberadaan Laura hingga ke kota-kota terdekat seperti Genoa. Hasilnya tetap nihil.


Vedasco juga menempatkan orang di apartemen Laura atau pun tempat-tempat yang sering di datangi oleh wanita itu termasuk club milik Dante yang berada di pusat kota Milan, namun lagi-lagi usaha mereka gagal belum membuahkan hasil hingga kini.


Hilangnya Laura tanpa jejak mengharuskan Vedasco bekerja keras lagi. Semua kekuatan telah di kerahkan dengan menempatkan orang-orang di beberapa tempat tapi semuanya percuma saja hasilnya tetap sama nihil.


"Aku ingin kalian menculik Alana Salvatore. Atau pun kekasih ja*ang itu, pancing ia agar keluar dari persembunyiannya sekarang juga", tukas Escobar.


"Tapi tuan, Laura dan Alana selama ini tidak berhubungan baik. Saya rasa dengan menculik Alana tidak akan memberikan pengaruh apapun karena Laura tidak memiliki hati dan perasaan pada wanita itu. Dengan menculik Alana malah akan menimbulkan masalah baru dengan suaminya yang sangat berkuasa. Bisa jadi bisnis yang sudah tuan bangun di negara ini akan hancur dalam sekejap jika Luca Barzini Corleone mengetahui anda di balik dalang penculikan istrinya. Lagipula untuk menyusupkan orang kita di kehidupan tuan Luca tidaklah mudah. Laura Mancini juga tidak memiliki kekasih", ucap Vedasco menjelaskan pada Escobar yang duduk di meja kerjanya sambil menopang dagunya. Laki-laki itu sangat memendam amarah yang membuncah dalam dirinya pada Laura Mancini yang telah berani melawannya.


"Kalau begitu seret Antoinette ke hadapanku sekarang juga. Ia harus bertanggung jawab karena menjual putri pembangkang pada ku. Yang bisa menyebabkan aku dan bisnis ku dalam masalah besar sekarang", perintah Escobar.


"Baik tuan. Saya rasa ini jauh lebih baik karena bagaimanapun juga gadis itu pasti masih memiliki perasaan untuk wanita yang melahirkan nya".


"Lakukan sekarang juga. Jangan membuang waktu lebih banyak lagi", perintah Escobar.


Vedasco dan orang-orang nya menganggukkan kepala dengan sigap. "Baik tuan..."


*

__ADS_1


Di tempat terpisah...


Malam semakin larut sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Beberapa saat yang lalu Dante sehabis berolahraga dan sudah berendam di kamar mandi apartemennya. Malam ini laki-laki itu sengaja tidak datang ke club miliknya. Entahlah ia lebih senang berada di apartemen malam ini. Dante keluar kamarnya ingin mengambil jus lemon. Kebiasaan sehabis berolahraga. Namun saat menuruni tangga kedua netra kelamnya menatap pintu kaca balkon masih terbuka.


Dante melangkahkan kakinya menuju balkon ternyata Laura yang berada di sana. Berdiri dengan tangan bersandar di pagar balkon menatap jauh ke depan kearah gedung-gedung pencakar langit yang berdiri kokoh dan menjulang seperti gedung apartemen mewah tempat mereka.


Dante mengambil selimut kursi yang ada di dekatnya dan melebarkan lipatan nya. Dante menyampirkan selimut ke punggung Laura yang kaget merasakannya.


"Apa yang kau lakukan di luar sini, hem? Sekarang sudah malam dan cuaca sangat dingin menusuk tulang", ucap Dante membuka pembicaraan. Ia berdiri di samping gadis itu.


Terlihat jemari Laura mengusap wajah nya. Dante tahu gadis itu menangis dalam kegelapan malam. Entahlah melihat Laura yang begitu rapuh membuatnya ingin memberikan kekuatan dan melindunginya.


"Ada apa? Kenapa kau menangis?", ucap Dante terdengar sangat lembut dan bawa tubuh bergetar Laura ke dekapannya. Yang berakhir dengan isakan Laura.


"Hei...ada apa?", ucap Dante sambil mengangkat dagu Laura agar menatapnya. Cahaya remang-remang menampakkan kedua manik yang basah begitu rapuh dan cemas.


"Setelah masalah yang aku hadapi selesai, aku telah memutuskan akan menyusul daddy ke Australia dan menetap di sana. Akan membantu membangun restoran miliknya. Aku akan menanggalkan semua keartisan yang melekat pada diri ku. Aku harus mengejar mimpi ku yang sempat padam. Aku sudah memikirkan beberapa hari ini", lirih Laura dengan suara bergetar menahan kepedihan.


Dante mengusap lembut wajah Laura dan menatap setiap inci wajah cantik itu, meskipun masih terlihat sisa luka dan lebam namun tidak bengkak seperti waktu itu.


Dante mendekatkan wajahnya pada wajah Laura. Dan mengecup lembut bibir Laura yang bergetar dan terasa dingin. "Maafkan aku", bisik Dante menjauhkan wajahnya. Menatap lembut manik coklat Laura yang menatapnya dengan tatapan sayu dan mulut terbuka.


"Ah Laura maafkan aku, aku tidak bisa menahan diri ku", ucap Dante menarik tengkuk Laura me*umat bibir Laura. Cuaca dingin seketika memanas mengaliri tubuh keduanya. Laura memberikan izin pada Dante menjelajahi rongga mulut nya. Sementara kedua tangan Laura mencengkram kuat kaos berwarna abu-abu yang membalut tubuh maskulin Dante.


Laura memejamkan matanya. Ia tidak membalas ciuman itu. Rasanya seperti ciuman pertama saja, padahal Laura sudah terlalu sering melakukannya. Namun Dante sangat berbeda rasanya. Benar-benar membuat tubuh Laura bergetar hebat.

__ADS_1


"Balas ciuman ku Laura", bisik Dante dengan suara berat sambil memindahkan kedua tangan gadis itu ke lehernya.


Seakan-akan masih baru, Laura menuruti tuntunan Dante. Memeluk mesra leher laki-laki itu dan keduanya berciuman sangat mesra dan panas kali ini. Saling memangut bibir dan menuntut.


Bulan dan bintang menjadi saksi kemesraan yang tercipta diantara keduanya. Sementara malam semakin larut.


...***...


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN YA 🙏


YUK BACA JUGA:



PENGANTIN PENGGANTI


MENJADI YANG KEDUA


MARRIAGE AGREEMENT


AIR MATA SCARLETT


SERPIHAN HATI ELLENA


FIRST LOVE LAST LOVE

__ADS_1



__ADS_2