
SEMOGA SUKA ❤️
"Gadis pelupa. Bagaimana aku bisa mengangkat panggilan nya jika layar handphone miliknya ter unlock begini", ucap Felipe santai sambil menikmati makan siangnya bersama Luca.
"Luc, apa Valeria sudah memiliki suami?", tanya Felipe sambil menaruh potongan buah kiwi dan anggur keatas piring kecil.
"Mana aku tahu, kau tanyakan saja sendiri. Kau pikir aku badan sensus negara yang harus tahu mengenai data pribadi seseorang. Lagian kenapa juga kau ingin tahu tentang itu".
"Kau ini jahat sekali dengan teman baik mu. Ya sekedar bertanya saja. Lihat lah akibat perbuatan wanita itu, iPad ku retak begini".
"Alasan. Kau bisa membeli yang baru".
Felipe menggaruk kepalanya. "Ya apa salahnya mengenalnya. Apalagi ia teman istri mu, aku percaya pasti Valeria gadis baik. Kau tahu aku tidak terikat pada wanita mana pun saat ini", ucap Felipe sambil menyilangkan kakinya.
"Lantas bagaimana dengan wanita pilihan orang tua mu? Kau yakin tidak mau mengenalnya terlebih dahulu?".
"Tidak akan. Lebih baik aku menikah dengan wanita lain", jawab Felipe dengan yakin.
Drt..
Drt..
Felipe menatap layar handphone Valeria. Tertera nama Alana di sana. "Luc, telpon dari istri mu".
"Biarkan saja, pasti ia menanyakan tentang film. Karena minggu depan mereka akan melakukan syuting di sini".
__ADS_1
Felipe mengusap dagunya. "Kau harus membantu ku mendekati Valeria Luc. Aku punya rencana, hem... aku ingin mengenalkannya pada orang tua ku sebagai kekasih ku. Aku muak dengan perjodohan bullshit itu. Seperti putra mereka tidak laku saja", ketus Felipe kesal.
Luca menaruh garpu buah di piringnya. Laki-laki itu menatap tajam manik biru bak elang milik Felipe. "Maksud mu, kau hanya menjadikan Valeri tameng mu? Jangan harap aku akan membantu mu".
"Ya jadi aku harus bagaimana? Jujur saat melihat Valeria tadi, ia membuat ku terpana sekaligus kesal", ucap Felipe.
"Makanya jalinlah hubungan serius. Usia kita sama, kau tidak muda lagi dude. Sampai kapan kau akan main-main di usia mu sekarang. Lihat lah kehidupan ku dan Paolo lebih bahagia sekarang. Xavi juga sudah serius menjalani hubungan dengan kekasihnya yang dokter itu. Kalau Dante kau tahu sendiri dari dulu ia tidak pernah mau terikat pernikahan. Apa tujuan hidup mu sama seperti Dante? Namun aku pun dulu juga seperti itu. Bahkan pernah berucap di media tidak mau menjalani hubungan serius. Tetapi saat bertemu dengan Alana yang membuat hati ku bergetar pikiran ku langsung berubah menjadi ingin cepat-cepat menikahinya", ujar Luca memberikan nasihat pada Felipe sambil menyesap minuman nya.
"Iya, sepertinya ucapan mu benar. Selama ini aku juga tidak pernah menjalin hubungan serius dengan mantan-mantanku. Aku menganggap mereka sebagai mengisi kekosongan hati ku saja. Tapi tidak pernah sekalipun aku mengungkapkan perasaan cinta, karena hatiku tidak bergetar sama sekali", ujar Felipe dengan santai.
Luca menatap Felipe, berpikir sejenak. "Aku tekanan kepada mu, jika kau serius ingin mengenal Valeria aku akan mendekatkan kalian. Kalau kau mendekati nya karena maksud tertentu lebih baik kau enyah kan pikiran itu jauh-jauh dari kepala mu", tegas Luca.
Felipe mengetuk mengetuk-ngetuk sandaran tangan terlihat sedang berpikir.
"Bagaimana kerjasama perusahaan kita. Apa kau sudah membawa berkas-berkas yang harus aku tandatangani. Bukankah karena itu kau kemari?"
"Oh iya. Kau bisa membacanya terlebih dahulu. Menurut ku itu sudah saling menguntungkan", ucap Felipe menyodorkan map berwarna putih ke hadapan Luca. Tanpa membacanya lagi Luca segera menandatangani kontrak kerjasama itu.
"Kau ini seperti ini baru pertama kali saja perusahaan kita bekerjasama".
"Untuk produk iklan itu kita memakai jasa Valeria saja sebagai sutradara. Aku lihat kerjanya sangat cekatan dan rapi. Tetapi setelah ia merampungkan proyek film ku", ucap Luca memberikan masukan.
Felipe mengusap tengkuknya. Perasaan nya terasa adem. "Good idea. Aku setuju jika dia yang terbaik. Well...sebaiknya aku pulang sekarang. Aku harus mengunjungi orang tua ku. Kau tahu sendiri jika aku tidak memberikan alasan yang tepat mereka akan terus mendesak ku", ucap Felipe tidak berminat.
Tok..
Tok..
"Masuk!"
__ADS_1
Ceklek..
Terlihat Matte membuka pintu. "Maaf tuan...
"Syukurlah aku menemukan mu, tuan. Handphone kita tertukar", cicit wanita cantik menyerobot masuk kedalam ruang kerja Luca. Tak lain Valeria Pierre yang sempat panik saat mengetahui handphone miliknya tertukar dengan laki-laki yang ditabraknya tadi di parkiran. Matte yang sedang bersamanya langsung bertanya dan Valeria menceritakan semuanya. Termasuk memperlihatkan beberapa foto di galeri handphone. Dan beruntung sekali ternyata Matte mengenali nya.
Sehingga sekarang bersama Matte berada di ruang kerja Luca. Bahkan Valeria blank ia berada di ruangan siapa, tanpa izin ia langsung menyerobot masuk begitu.
"Berikan Handphone ku. Ini aku kembalikan milik mu", ucapnya pada Felipe.
Luca, Felipe dan Matte kaget melihat kelakuan Valeria. Sesaat Matte berbisik pada gadis itu. Membuat nya melebarkan matanya dan menolehkan kepalanya pada Luca yang masih duduk di sofa. "HM...maaf tuan Luca atas kelancangan saya. Saya sudah janji siang ini melaporkan pekerjaan pada istri tuan. Alana pasti sedang menunggu file film itu dan menunggu telpon dari ku. Saya dan tim sudah hampir merampungkan syuting di Trapani. Jika Alana sudah setuju dengan hasilnya artinya minggu depan kita bisa melakukan syuting di perusahaan tuan ini ", Ucap Valeria dengan tegas memberikan alasan.
Sementara Felipe bertukar pandang dengan Luca.
"Kapan kau kembali ke Trapani?", tanya Luca.
"Rencananya malam ini tapi saya belum mendapatkan tiket nya. Jadi kemungkinan besok pagi dengan penerbangan pertama. Anda tidak perlu kuatir, kru di Trapani tetap melakukan syuting dipimpin Robert", jawab Valeria.
Luca menganggukkan kepalanya. Ia menyukai penjelasan Valeria sangat terperinci.
"Duduklah. Ada yang ingin aku sampaikan pada mu Valeria. Kau juga nanti saja pulang, mumpung ada Valeria di sini kita bahas proyek kerjasama kita", ucap Luca.
Felipe menganggukkan kepalanya setuju, ia duduk kembali di sofa panjang. Begitupun Valeria duduk di sampingnya. Gadis itu belum mengerti proyek apa yang di maksud Luca. Namun setelah Luca menjelaskan ia baru paham.
Cukup lama mereka bertiga berbincang-bincang. Pada akhirnya hari sudah menjelang sore. Luca bersiap pulang, sementara ia meminta Felipe berdiskusi dengan Valeria.
Felipe mengiyakan, begitupun Valeria. Bagi Valeria tentu saja senang karena menyangkut pekerjaan secara profesional. Yang artinya setelah menyelesaikan film ia tidak akan menganggur karena ada pekerjaan lainnya yang sudah menanti. Apalagi ia tahu Felipe teman Luca, ia yakin tidak akan salah mengambil keputusan pekerjaan yang di tawarkan padanya.
Menit berlalu Luca pamit pulang, karena harus berada di rumah sebelum senja. Begitupun Felipe dan Valeria. Felipe mengajak Valeria ke restoran miliknya yang tidak jauh dari perusahaan Luca. Mereka akan membahas tentang pekerjaan.
__ADS_1
...***...
KIRIM VOTE YA🙏