BRIDESMAID

BRIDESMAID
ALANA


__ADS_3

"Apa kalian tidak bisa menahan diri lagi? Sehingga di toko kue pun dijadikan tempat bermesraan..."


Terlihat Felipe membuka pintu ruang kerja Laura dan Dante yang berada di sisi kanan, tepat di belakang cake dan roti di tata untuk di jual yang letaknya di bagian paling depan pastry tersebut.


Cepat-cepat, Laura berdiri dari pangkuan suaminya dan merapikan dress nya. Takut-takut kalau ada kancing yang terbuka.


"Shitt. Kau ini kebiasaan sekali masuk keruangan orang seenaknya saja. Gunakan tangan mu mengetuk pintu, bastard!", ketus Dante menatap tajam Felipe yang terlihat biasa-biasa saja. Ia malah langsung duduk di sofa depan Dante.


Felipe tidak datang sendirian ia bersama Xavi dan asisten nya.


Wajah Laura terlihat merona karena malu kedapatan sedang bercumbu dengan Dante. Sekuat tenaga ia mengatur nafas dan mimik wajahnya agar terlihat biasa-biasa saja dihadapan teman-teman Dante.


"Hm, apa kau datang bersama Valeria?", tanya Laura pada Felipe.


"Iya. Istriku bersama Alana dan Luca di depan, mereka sedang membahas soal proyek film yang baru saja rampung dikerjakan istri ku", jawab Felipe.


"Sayang, aku akan menemui kak Alana dan Valeria di depan".


"Laura, sebentar. Aku membawa berita untuk mu. Hari ini Dominic Escobar di tuntut hukuman seumur hidup. Minggu depan memasuki sidang perdana. Kau harus harus menandatangani beberapa berkas untuk aku dan tim bekerja mengawal kasus mu", ujar Xavi meminta asistennya memberikan berkas-berkas yang sudah di siapkan untuk Laura tandatangani.


Laura mengusap wajahnya mendengar berita yang menurutnya adalah berita baik yang ingin di dengarnya. Laura duduk di samping suami nya dan membubuhkan tandatangan di berkas-berkas sesuai petunjuk asisten Xavi.


Dante mengusap lembut punggung istrinya. "Aku ingin bajingan itu mendapatkan hukuman maksimal dan di tempatkan di tahanan yang sekarang ia berada Xavi. Bajingan itu layak mendapatkan nya".


"Dante benar. Jangan sampai ia di hukum ringan. Minimal ia merasakan penderitaan seumur hidupnya. Bajingan seperti itu jika di beri kelonggaran akan melakukan tindakan keji lagi seperti itu pada orang lain", ujar Felipe.


"Kalian tenang saja, Escobar di ancam dengan tuntutan berlapis. Perbuatannya pada Laura, dan penembakan nyonya Antoinette hingga tewas. Belum lagi kasus nya yang lain, meliputi bisnis-bisnis kotornya. Namun untuk kasus satu itu bukan kita yang menangani nya ada pihak lain yang melaporkan nya", jawab Xavi menjelaskan dengan rinci.


"Terimakasih bantuan mu Xavi, aku dan mommy sangat berterimakasih pada mu. Berita yang aku dengar sekarang seperti memberikan hadiah terbaik untuk ku dan anak ku. Hidup kami bisa lebih tenang sekarang", ucap Laura dengan tulus.

__ADS_1


"Tidak perlu sungkan. Suami mu teman baik ku. Kau sudah menjadi istrinya, artinya kau juga teman kami Laura", jawab Xavi tersenyum.


"Aku juga mendapatkan laporan, Escobar tertekan di dalam penjara itu. laki-laki itu dan kaki tangannya Verdasco sering mendapatkan penganiayaan dari tahanan yang berkuasa di sana. Bahkan seringkali membuat Escobar berakhir di rumah sakit", ujar Xavi.


"Bukankah itu bagus. Artinya ia mendapatkan karma atas perbuatannya sendiri di dalam sana", ucap Dante sambil mengusap tengkuknya.


"Well... sekarang sudah siang, sebaiknya kita menikmati hidangan makan siang yang di buat istri ku. Perut ku sudah lapar sekarang", ucap Dante mengajak Xavi dan Felipe keluar.


Laura meminta pelayan pastry segera menghidangkan Main course di meja-meja. Terlihat tamu undangan sedang menikmati menu Appetizer yang tersaji. Sementara untuk dessert, bisa mengambil sendiri sesuai keinginan. Semua dessert yang di suguhkan hari ini nantinya akan di jual di toko kue tersebut. Semuanya resep Laura. Ia mengawasi langsung proses pembuatannya. Karena Laura sedang hamil muda, maka Laura percaya kan pembuatan makanan pada chef kepercayaan nya.


Tidak banyak yang mereka undang, hanya beberapa rekan bisnis Dante dan teman-teman baiknya saja.


"Kakak harus makan yang banyak", ucap Laura pada Alana sambil memberikan rekomendasi dessert apa saja yang aman untuk ibu hamil seperti dirinya dan Alana.


"Semuanya enak. Aku sudah makan banyak Laura. Lihatlah dari tadi keponakan mu tak henti bergerak-gerak", ujar Alana sambil melebarkan kedua matanya tertawa.


Sementara Valeria di sebelah Alana sibuk memilih-milih hidangan penutup. "Semuanya sangat enak Lau. Aku akan menjadi langganan toko kue ini", ucap Valeria tersenyum.


*


Di sudut ruangan nampak para pria tampan sambil menikmati hidangan, menatap ke arah istri mereka.


"Aku senang melihat Laura bisa tertawa bahagia seperti itu", ujar Dante.


"Itu berkat diri mu. Ia bahagia karena kau ada untuk nya", jawab Luca sambil menyesap minumannya.


"Hidup mu sebentar lagi lengkap karena kehadiran anak kalian. Kalian berdua sudah sukses membuat istri kalian hamil, sementara aku masih harus berjuang", ucap Felipe menggaruk kepalanya.


"Iya. Aku sangat menginginkan memiliki anak yang banyak. Hingga rumah kami ramai", jawab Dante.

__ADS_1


"Halah. Itu hanya modus mu saja, Felipe, katakan saja memang kau ingin bersenang-senang menikmati suasana pengantin baru kalian. Cyara menitipkan salam untuk mu dan Laura, ia tidak bisa datang karena sedang mengikuti seminar di Turin", ucap Xavi sambil menyendokkan makanan kedalam mulutnya.


Ucapan Xavi sontak membuat yang lain tertawa.


Sesaat kemudian..


Terdengar suara Laura dan Valeria sangat panik melihat kaki Alana. Membuat Luca dan yang lainnya langsung beranjak dari tempat duduknya. Luca menghampiri istrinya yang berdiri terdiam ditempatnya dengan wajah semakin memutih.


"Ada apa?"


"Luc, sepertinya ketuban istri mu sudah pecah. Alana harus segera ke rumah sakit", ucap Valeria dan Laura hampir bersamaan.


...***...


YUK BACA JUGA:



PENGANTIN PENGGANTI


AIR MATA SCARLETT


SERPIHAN HATI ELLENA


MARRIAGE AGREEMENT


FIRST LOVE LAST LOVE


MENJADI YANG KEDUA

__ADS_1



__ADS_2