BRIDESMAID

BRIDESMAID
PERTAMA KALI


__ADS_3

D-Dante aku mencintaimu", bisik Laura memejamkan matanya dan menggigit bibir bawahnya kuat-kuat.


Dante menatap lekat wajah cantik polos tepat di bawah wajah nya. Jemari tangannya mengusap lembut wajah itu. Seuntai senyuman menghiasi bibirnya.


Dante kembali menautkan bibirnya pada bibir Laura yang bergetar dan terasa dingin. Dante merasa kan Laura sangat gugup bersentuhan seperti ini. Layaknya untuk yang pertama kali baginya. Dante merasakan itu.


"Apa kau masih trauma dengan kejadian waktu itu? Apa sentuhan ku mengingatkan mu pada bajingan Escobar", tanya Dante menatap kedua iris Laura penuh kasih sayang.


Tentu saja Dante tidak ingin menambah luka semakin menganga bagi Laura jika ia masih traumatis terhadap sentuhan yang mengingatkan kejadian buruk tempo hari.


Laura menggigit bibir bawahnya sambil menggelengkan kepalanya. Wajah itu terlihat memelas.


"Tidak. Aku gugup karena kaulah yang menyentuh ku Dante. Untuk pertama kalinya aku di sentuh oleh laki-laki yang sangat aku cintai. Dan aku harap ia pun sama seperti ku, memiliki perasaan mendalam seperti aku. T-Tapi... rasanya sangat sulit mendapat cinta seperti itu untuk ku. Aku tahu akan hal itu. Perasaan ku berbeda, aku tahu aku tidak berhak berharap terlalu banyak dengan hubungan seperti ini. Karena aku wanita SAMPAH!", lirih Laura berucap dengan bibir bergetar dan mata berkaca-kaca. Hazel coklat terang itu menatap lekat manik hitam pekat Dante hingga ke palung hati yang terdalam.


Dante mengeryitkan alisnya mendengar kata-kata yang terlontar dari bibir Laura, begitu dalam makna yang tersirat di sana.


"Aku tidak pernah menganggap mu seperti itu Laura. Jangan pernah menyebut diri mu sampah. Karena kau layak untuk di cintai, kau sudah menyadari kesalahan mu. Itu adalah hal yang sangat berharga. Tidak semua orang bisa melakukannya. Aku melihat sendiri siapa diri mu sesungguhnya Laura. Aku mencintaimu sayang", bisik Dante kembali me*umat bibir Laura. "Tunjukkan pada ku bahwa kau mencintaiku Laura..."


Laura tidak bisa mengontrol dirinya lagi mendengar perkataan Dante. Air matanya mengalir deras sementara jemari tangannya membuka satu persatu kancing kemeja Dante. Dante membantu nya meloloskan kemejanya dan melemparnya ke sembarang tempat.


Jemari lentik Laura menyusuri tubuh bagian depan Dante, sementara jemari tangan Dante melepaskan pengait bra berwarna merah dan panties rendah berwarna senada milik Laura yang menutupi intinya.


Laura membingkai wajah tampan Dante me*umat penuh gairah dengan hasrat yang membuncah. Tidak butuh waktu yang lama mendapatkan balasan Dante, bibir laki-laki itu meraup penuh bibir Laura. Keduanya berciuman dengan sangat panas. Terdengar deru nafas Laura yang terengah-engah. Laura sudah sangat pengalaman namun tetap saja kesulitan mengimbangi permainan Dante. Sampai-sampai kesulitan menghisap oksigen yang tersedia di kamar yang ditempati Laura beberapa hari ini.


Laura mengelijang menggeliatkan tubuhnya saat merasakan bibir basah Dante berada di atas dadanya. Lagi-lagi Dante membuat tubuh Laura mengelijang nikmat ketika laki-laki itu menghisap kuat puncak kenikmatan Laura bergantian. Dante bahkan memberikan gigitan lembut di atas puncak berwarna merah muda itu.


"Oh, honey".


Laura meringis kesakitan bercampur kenikmatan. Laura mengerang hebat menahan sensasi buaian-buaian yang di berikan Dante di pusat-pusat sensitif tubuhnya.

__ADS_1


Tak sampai di situ saja, laki-laki itu semakin menunjukkan pengalaman permainan panasnya di atas ranjang. Jemari tangan Dante mengusap perlahan inti Laura yang membuat wanita itu men*esah dan melenguh panjang.


Dante benar-benar sangat pengalaman menggoda tubuh pasangan, Laura yang sudah berpengalaman urusan ranjang saja di buatnya kelimpungan. Ketika jari tengah laki-laki itu menggelitik hingga kedalam lobang kenikmatan Laura.


Laura tak henti meracau menyebut nama Dante dengan kata-kata intim. "Oh sayang, Ahh honeyyy".


Tubuh Laura menegang dan menggeliat hebat.


Dante tahu Laura sudah mendapatkan pelepasan pertamanya. Sementara milik Laura semakin basah.


Wajah Laura merona, dengan rambut kusut masai. Dante sangat menyukainya melihat wanitanya seperti itu, sangat seksi dimatanya.


Perlahan Dante berdiri. Jemari tangannya bergerak membuka sabuk dengan gerakan lamban. Tanpa sedetikpun mengalihkan perhatian nya pada tubuh polos Laura yang menunggunya pasrah di atas tempat tidur. Tubuh indah dan terawat bak porselen begitu menggoda.


Sementara Laura bersusah payah menelan salivanya sendiri melihat tubuh maskulin Dante, otot-otot menonjol dengan sempurna di detail tubuhnya. Laura menatap gerakan tangan Dante yang sangat lambat bergerak sehingga membuat Laura duduk di tepi tempat tidur dan mengambil alih pekerjaan laki-laki itu.


"Owh..."


Laura terpekik menutupi mulutnya dengan jemari tangannya, saat melihat milik Dante berukuran besar dan berurat-urat tepat di hadapannya. Laura terus mengigit bibir bawahnya. Sementara jemari-jemari tangan Dante mengusap-usap lembut dada Laura yang berdiri menantang.


Dante menundukkan kepalanya kembali memangut bibir Laura dan turun kebawah mengulum gundukan kenyal yang begitu menggodanya bergantian. Dante menatap wajah Laura yang sudah merah merona.


Dante mengarahkan jemari tangan Laura menyentuh miliknya yang sudah sangat tegang. Laura mengerti. Jemari Laura perlahan bergerak dan mendekatkan bibirnya. Laura memasukkan milik Dante kemulutnya perlahan lidah nya bermain menyusuri sepanjang milik Dante.


Sontak perbuatan Laura membuat laki-laki itu mengeram hebat sambil mengenadahkan kepalanya keatas. "Ah Shitt Laura...sangat nikmat".


Dante mendorong tubuh Laura hingga terlentang. Menarik kedua paha Laura, menekuk tepat diujung tempat tidur. Dante hendak memasuki Laura dengan posisi berdiri.


"Masuki aku dengan pelan-pelan sayang", lirih Laura sambil memejamkan matanya siap menerima hujaman benda tumpul berukuran besar di pusat tubuhnya.

__ADS_1


"Tenanglah sayang, aku akan melakukannya dengan pelan-pelan", jawab Dante mengarahkan miliknya ke inti Laura.


Sekali hentakan milik Dante menerobos masuk. Bertepatan pekik kecil bibir Laura.


Dante menautkan jemari tangannya dengan jemari tangan Laura. Bergerak perlahan-lahan kemudian menambah kecepatan.


De*ahan dan erangan memenuhi kamar mewah yang biasa di tiduri Laura seorang diri. Namun malam ini menjadi saksi bisu pergumulan panas Laura dan sang pemilik nya.


"Ah ..Ah...Oh honey, kau sangat kuat. Aku mencintaimu sayang", racau Laura di sela-sela pertarungan liar saat merasakan miliknya berkedut.


Sesaat Dante menghentikan hentakannya. Ia merubah posisi, terlentang dan mengangkat tubuh Laura ke atas tubuhnya. "Bergerak lah sayang, tujukan permainan liar mu aku sangat menyukainya", ucap Dante terdengar serak.


Laura menuruti permintaan Dante. Ia menggerakkan pinggulnya perlahan, meliuk-liuk kan tubuhnya. Gerakan begitu seksi. Tak henti Dante memujinya. Sementara tangannya meremas kuat-kuat dada berukuran besar dan menantang itu. Sesekali Dante mengangkat wajahnya menghisap kuat-kuat puncaknya.


Hingga keduannya mencapai klimakss permainan. Dante mengeram saat merasakan inti Laura menghisap milik nya. Sementara Laura men*esah tak karuan saat lagi-lagi intinya berkedut menjepit kuat milik Dante. Ia merasakan milik Dante meledak di dalamnya, menyemburkan cairan hangat.


Ahh ..


Keduanya terlentang dengan tubuh terkulai kelelahan. Sama-sama berusaha mengatur nafas yang tersengal-sengal.


"Oh Laura, kau sangat nikmat sayang", ucap Dante tanpa menatap Laura.


Sesaat keduanya terdiam hanya terdengar helaan nafas saja.


"Dante...siapa wanita yang yang ada di foto itu? Foto yang ada di kamar mu..?


...***...


VOTE LIKE KOMEN KOPI DAN BUNGA 🙏

__ADS_1


__ADS_2