
"Wajar saja Luca tidak pernah mencintai nya. Wanita murahan...", ucap Felipe sambil menyesap wiski.
"Aku besok akan menemui Luca, kalian ada yang mau ke sana juga tidak?", ucap Felipe.
"Kenapa kau ke kantor Luca?", tanya Paolo.
"Urusan kerja sama perusahaan advertising milik ku dengan CLEO COMPANY".
"Aku besok ada meeting penting dengan klien ku", ucap Xavi yang merupakan pengacara yang sedang naik daun karena kehebatannya memenangkan berbagai kasus kelas kakap.
"Aku juga tidak bisa dude, besok seharian aku meeting dengan orang-orang pabrik milik ku", jawab Paolo.
"HM...apalagi aku, aku masih sibuk dengan club baru ini. Salam saja untuk Luca. Kita rencana kan pertemuan di lain waktu", ucap Dante.
"Wow... ternyata teman baik masih saja berkumpul seperti ini. Sayangnya yang satu lagi sudah melupakan teman-teman baiknya", ucap Laura tiba-tiba duduk di pangkuan Felipe dan melingkarkan tangannya pada leher laki-laki itu, mencium bibir Felipe.
Felipe yang kaget dengan tindakan Laura, spontan berdiri dan menghentakan tangan Laura, membuat Laura terjerembab ke lantai. "Apa-apaan kau ini, lancang sekali", teriak Felipe dengan suara tinggi dan ketus.
__ADS_1
Tentu saja tindakan Laura membuat yang lainnya juga kaget.
"Haha...sudah lah Felipe, kau seperti laki-laki suci saja. Aku tahu dengan pasti siapa diri mu itu, bajingan!", jawab Laura dengan ketus sambil bangkit berdiri dengan sedikit sempoyongan pengaruh alkohol.
Felipe menghunus kan tatapan tajam pada wanita itu. Dengan keras jemari tangannya mencengkram leher Laura, hingga terdengar wanita itu berdesis dan terbatuk-batuk. "Aku menentukan sendiri siapa wanita yang aku inginkan. Aku pastikan bukan wanita gila seperti dirimu!"
"Tuan lepaskan tangan anda, tuan menyakiti teman saya", ucap wanita lainnya yang menghampiri Felipe dan teman-temannya.
"Bawa teman gila mu ini, sebelum aku menghabisinya", ketus Felipe mengambil selembar tissue mengelap bibirnya yang di cium Laura. "Menjijikkan sekali", Ucapnya kesal.
*
Keesokan harinya...
"Sayang, bisakah aku minta tolong pada sekertaris mu membelikan buku kehamilan untuk ku? Aku bosan harus seharian di kamar sayang", ucap Alana sambil membetulkan simpul dasi suaminya.
Keduanya baru saja selesai sarapan dan berbincang sebentar sebelum Luca bekerja.
__ADS_1
"Tentu saja, kau kirimkan saja judul buku yang kau inginkan, nanti Casandra langsung menghantarkan buku mu ke sini", ucap Luca mencium lembut bibir Alana.
"Aku pergi sekarang. Kau harus banyak istirahat sayang", ujar Luca sambil mengusap lembut perut istrinya. "Boy... daddy pergi bekerja dulu. Kau jangan menyulitkan mommy ya".
"Sayang, kenapa kau terus-terusan memanggil anak kita boy. Bagaimana jika kita mendapatkan seorang putri?", ucap Alana tersenyum sambil memeluk pinggang Luca.
"No problem, tinggal ganti saja girl", jawab Luca tersenyum. "Sekarang aku pergi, Matte sudah menunggu ku dibawah, tidak usah mengantar ku ke bawah. Kau harus banyak istirahat".
"Iya, Luc. Hati-hati. Semoga pekerjaan mu lancar sayang", ucap Alana lembut sambil mengurai pelukannya.
"Aku akan cepat pulang. Aku tidak tahan berjauhan dari mu dan calon anak kita", ucap Luca sebelum membuka handle pintu kamar mereka.
Wajah Alana masih melukiskan senyuman. "Mommy, sangat mencintai daddy sayang. Kau akan selalu mendapatkan kasih sayang mommy dan daddy. Semoga kau sehat terus sampai waktu nya nanti", ucap Alana sambil mengusap lembut perutnya yang sudah sedikit menonjol di usia kehamilan delapan minggu.
...***...
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN YA 🙏
__ADS_1