BRIDESMAID

BRIDESMAID
TIDAK BISA MENAHAN DIRI


__ADS_3

"Sayang, kau mau makan apa pagi ini? Ximena sudah membawakan sarapan kita", ucap Alana menuangkan susu hangat ke dalam gelas.


Luca keluar dari walk in closet, sudah memakai kemeja dan celana kerja yang disiapkan istrinya. Sementara dasi dan jas belum di pasangnya.


Luca duduk di samping Alana menyesap susu hangat. "Frittata saja. Hari ini pekerjaan ku sangat banyak, aku butuh energi".


Frittata adalah jenis olahan omlet yang dicampur dengan menggunakan kentang, daging, sayuran, keju dan pasta. Menu sehat yang tergolong makanan berat sarat akan gizi.


Alana memberikan potongan


Frittata kehadapan suaminya. "Sayang makan lah dulu jangan sibuk dengan handphone mu itu".


"Iya", jawab Luca sambil menaruh handphone nya.


"Pesan dari Felipe. Ia bilang baru saja mengantarkan Valeria ke bandara", ucap Luca sambil menikmati makan pagi.


Mendengar perkataan Luca membuat Alana menolehkan kepalanya pada suaminya. "Maksudmu Felipe teman mu mengantar Valeria? Sejak kapan mereka saling mengenal? Kenapa Vale tidak mengatakan apapun semalam saat menelpon ku. Ia hanya membahas soal syuting. Tidak seperti biasanya. Biasanya Vale akan bercerita kepada ku", ucap Alana merasa aneh dengan temannya itu.


"Karena ia sedang bersama Felipe semalam. Aku menyuruh mereka berdua membahas kontrak kerjasama. Perusahaan ku dan perusahaan Felipe akan bekerjasama membuat iklan. Kami sepakat, sutradara nya akan memakai Valeria. Setelah ia selesai syuting film kita", ucap Luca menjelaskan.

__ADS_1


"Aku belum menceritakan pada mu. Kemarin Felipe dan Valeria bertemu tidak sengaja. Terjadi incident kecil di parkiran perusahaan, Valeria menabrak Felipe hingga handphone keduanya tertukar. Itulah kenapa Valeria menghubungi mu malam hari".


"Oh ya?"


Alana terlihat berpikir sejenak sambil menyuapkan oatmeal susu ke mulutnya.


"Rasanya bukan Valeria, jika langsung mau di antar laki-laki yang baru saja di kenalnya", gumam Alana.


"Aku tahu Felipe menyukai Valeria. Ia terlihat berbeda pada temanmu itu", ucap Luca.


"Oh ya...benarkah sayang?", seru Alana terkejut lagi.


"Hem. Aku bisa melihat tingkah teman baikku itu, tidak seperti biasanya saat bersama wanita mana pun. Aku senang jika Valeria bisa membuat Felipe berubah ke hal yang positif", ucap Luca.


Luca menaruh gelas di atas tatakan. "Selama ini Felipe memang tidak pernah serius membina hubungan dengan wanita. Tapi bukan berarti ia laki-laki jahat. Setiap orang bisa berubah jika bertemu dengan wanita yang tepat. Contohnya suami mu. Aku tidak butuh waktu yang lama untuk jatuh cinta pada mu", jawab Luca sambil mengusap lembut wajah Alana.


"Percayalah Felipe tidak akan menyakiti Valeria. Aku yakin. Ia serius menyukai gadis itu, aku bisa melihat sorot mata yang berbeda kemarin, saat kami bertiga berbincang urusan pekerjaan".


Alana senang mendengarnya. "Jika begitu, aku akan senang mendekatkan keduanya", ucap Alana sambil memeluk pinggang Luca dan menatap mesra suaminya itu.

__ADS_1


"Kau menggoda ku, hem? Sore nanti kita ke dokter kandungan. Kenapa lama sekali aku di minta berpuasa begini", ujar Luca sambil me*umat bibir Istrinya. Keduanya berciuman mesra. Luca menyatukan bibirnya semakin dalam. Lidah saling membelit hingga Alana kesulitan mengatur nafasnya yang tersengal-sengal. Semenjak Alana di nyatakan hamil hanya sentuhan ringan yang rutin mereka lakukan. Luca dan Alana sekuat tenaga menahan diri sesuai anjuran dokter, karena di awal kehamilan kandungan Alana lemah dan mengkuatirkan. Bahkan sekarang Alana hanya berdiam diri di kamar, lebih banyak beristirahat.


Hingga suara deringan handphone Luca menghentikan tautan bibir keduanya. Luca mengusap lembut bibir Alana yang nampak membengkak ulahnya. "Aku sudah tidak sabar bercinta dengan mu", bisik Luca terdengar begitu menggoda.


Drt..


Drt..


"Sayang... angkatlah, mungkin penting", ucap Alana.


"Hem.."


Terlihat nama Matte di layar handphone. "Ada apa? Iya aku tidak lupa. Sebentar lagi aku turun", ucap Luca sambil menutup panggilan telepon asistennya Matte.


"Aku harus ke perusahaan sekarang, karena pagi ini ada meeting di perusahaan rekan kerja ku", ucap Luca beranjak dari sofa.


Alana mengikuti nya. Ia memasang kan dasi suaminya dan membantunya memakai jas kerja. Luca terlihat sangat tampan dengan stelan berwarna biru dongker. Netra abu-abu milik Luca sangat kontras dengan warna maskulin itu.


"Iya Luc. Hati-hati, semoga pekerjaan mu lancar", ucap Alana sambil mengecup wajah suaminya sebelum keluar kamar. Hal yang selalu Alana lakukan dan katakan sebelum Luca pergi bekerja. Ia selalu mendukung pekerjaan Luca, apalagi selama menikah Luca benar-benar menunjukkan sosok suami yang baik dan sangat perhatian pada Alana. Selalu membuat perasaan Alana berbunga-bunga.

__ADS_1


...***...


VOTE LIKE KOMEN KOPI DAN BUNGA 🙏


__ADS_2