
Sinar matahari pagi seperti malu-malu keluar dari persembunyiannya. Butiran salju jatuh ke bumi.
Jalanan mulai tertutup salju. Hawa dingin mulai terasa menusuk tulang. Suasana yang sangat kontras dengan hawa panas karena percintaan.
Seperti dua insan yang sedang di mabuk cinta berpelukan mesra. Setelah menghabiskan waktu malam menjelang pagi, pagi menjelang siang memacu mereguk kenikmatan bercinta. Felipe dan Valeria.
Entah sudah berapa kali mengulang kembali kemesraan itu.
Saat ini keduanya sedang bersenda gurau dan saling menggoda masih dalam keadaan polos, hanya selimut tebal berwarna putih yang menutupi sebagian tubuh keduanya.
Sementara perapian masih menyala membuat kondisi kamar tetap hangat.
Felipe menyandarkan punggungnya pada ujung tempat tidur sambil memeluk leher istrinya dari belakang. Sementara Valeria menyadarkan punggungnya pada dada bidang Felipe.
Keduanya sedang berpelukan sambil menikmati sepiring waffle berbentuk segiempat dengan potongan buah segar strawberry dan potongan buah kiwi segar. Disebelahnya terdapat semangkuk coklat meleleh dan madu. Valeria mengambil sebiji buah strawberry dan menyuapkan nya pada mulut Felipe. Laki-laki itu memang menyukai buah segar berasa asam.
Sementara Felipe menuang madu ke atas waffle dan memotongnya. Felipe menyuapkan potongan waffle ke mulut Valeria yang segera menerimanya.
Kemudian Felipe mencelupkan buah strawberry kedalam lumeran cokelat cair dan menyuapkan nya lagi pada istrinya yang bersandar pada dada bidangnya.
Terlihat lelehan cokelat di bibir Valeria. Jemari tangan Felipe menarik dagu istrinya dan me*umat bibir ranum itu. Rasanya sangat manis. Felipe menjilati sepenuhnya bibir itu, membuat tubuh Valeria bergetar seperti dialiri listrik tegangan tinggi.
Felipe menghentikan ciumannya. Jemari tangannya mengusap wajah mulus Valeria. Dan mengecup pucuk kepala istrinya. Sementara Valeria melingkarkan tangannya kebelakang leher Felipe dan menengadahkan kepalanya untuk memberikan bibirnya agar dicium kembali suaminya itu. Felipe tidak menyia-nyiakan kesempatan, kembali menyatukan bibirnya pada bibir Valeria.
"Apa rasanya masih sakit sekali, hm ?", tanya Felipe sambil mengusap lembut kedua puncak Valeria yang kembali menegang karena udara dingin yang menyusup masuk ke dalam kamar mewah tersebut.
__ADS_1
"Iya, masih terasa perih. Sayang kau membuatku kelelahan, tubuh ku terasa remuk", jawab Valeria polos dan melayangkan protes nya.
Felipe tertawa mendengar ucapan istrinya. "Well, selanjutnya aku akan melakukannya dengan lebih pelan-pelan lagi".
"Sayang kau sangat pengalaman. Hm..kau pasti sering melakukannya dengan kekasih mu terdahulu", tungkas Valeria tanpa tedeng aling-aling lagi. Valeria mengangkat tubuhnya duduk menghadap Felipe. Netra coklat nya menatap lekat wajah suaminya.
"Masa lalu biarlah menjadi masa lalu. Aku tidak bisa menghapus masa lalu itu. Seandainya bisa, maka sejak kita bertemu pasti sudah ku hapus. Aku menyesal kenapa kita baru bertemu sekarang Vale. Seandainya kita di pertemukan lebih cepat tentu masa laluku bersama mu akan lebih banyak".
Valeria tersenyum mendengarnya. Tak di pinta, wanita itu menaiki paha Felipe yang duduk bersandar di tumpukan bantal tersusun di punggung tempat tidur mereka.
"Sekarang aku tidak akan membiarkan mu memiliki kenangan dengan wanita manapun lagi, selain aku, Felipe", tegas Valeria sambil mendaratkan sebuah ciuman pada bibir Felipe. "Kau harus ingat sayang, aku tidak mau berbagi suami dengan wanita manapun. Kau hanya milik ku seorang Felipe".
Valeria membingkai wajah suaminya dan menyatukan bibirnya. Felipe yang tadinya berusaha keras untuk menahan diri agar tidak membalas ciuman itu akhirnya luluh juga.
"Kau nakal sekarang ya. Jangan pernah berbuat seperti ini pada laki-laki manapun sayang atau aku akan membunuh nya", tegas Felipe sambil menarik selimut yang menutupi tubuh mereka.
Felipe tertawa mendengarnya. "Ah Vale, aku menginginkan nya lagi. Kita lakukan di sini atau di bathtub, hem?", bisik Felipe sambil menggigit lembut telinga Valeria
Valeria menatap sayu manik biru terang suaminya. "Aku ingin merasakan berci*nta di bathtub", balasnya tanpa malu-malu. Namun rona merah wajahnya tidak bisa di tutupi lagi.
Felipe tersenyum mendengar jawaban istrinya.
"Sebaiknya kau berendam air hangat dengan essentials aromaterapi dan bunga mawar, aku sangat menyukai aroma lembut tubuh mu, sayang", bisik Felipe dengan suara terdengar menggoda dan seksi di telinga Valeria.
"Kita lanjutkan di bathtub", ucap Felipe berbisik sambil menaruh piring waffle ke atas nakas. Dan mengangkat tubuh Valeria ala bridal style.
__ADS_1
Tentu saja tindakan spontan Felipe membuat Valeria menjerit pelan "Sayang aku bisa berjalan sendiri", ucapnya.
Felipe mencium bibir itu, agar tidak banyak protes.
Saat sudah berada di dalam kamar mandi super mewah, Felipe mengisi air hangat dan meneteskan aromaterapi kedalam bathtub. Sementara Valeria menatap kondisi nya saat ini didepan cermin besar yang ada di kamar mandi. Terlihat begitu kacau. Rambut kusut masai, wajahnya sangat mengerikan, maskara hitam terlihat luntur karena semalam ia tidak sempat membersihkan wajah dan tubuh nya. Sekujur tubuhnya di penuhi tanda kepemilikan akibat ulah Felipe.
"Apa yang kau lihat, hem ?", ucap Felipe mengecup leher Valeria yang penuh dengan tanda merah. Ia memeluk tubuh istrinya itu dari belakang. Valeria terdiam tercekat melihat dirinya sendiri di depan cermin.
Sesaat tindakan Felipe itu menghilangkan konsentrasi Valeria, otak nya mau menjawab apa tapi yang keluar dari bibirnya malah suara lenguhan tertahan.
"H-hentikan sayang, kata mu aku harus berendam untuk menghilangkan sakit di tubuh ku".
"Hem... siapa bilang begitu. Bukankah kita akan melanjutkan yang tadi?".
Valeria melebarkan matanya, ia kira Felipe melupakannya. Hm, tenyata masih ingat dan menagih nya juga. Valeria menyesalkan ucapannya tadi, bisa-bisa Felipe akan membuat tubuhnya semakin banyak tanda-tanda merah. Uhh..batin Valeria.
"Kita akan lanjutkan di sini", jawab Felipe tersenyum.
Jika sudah begitu Valeria tidak bisa menolak lagi dan sudah dipastikan suaminya meminta lagi dan lagi.
Felipe duduk memangku Valeria, dengan posisi Valeria menghadapnya. Posisi seperti itu sangat in*im sekali. Bisa leluasa saling menyentuh.
Keduanya berendam
yang berakhir dengan bermain lagi, hingga terdengar suara lembut Valeria memenuhi kamar mandi yang menjadi saksi percintaan panas FELIPE-VALERIA.
__ADS_1
...***...
BAGI VOTE YA MUMPUNG HARI SENIN NIH 🙏