
Awan gelap menyelimuti kota Milan. Memang sekarang sudah memasuki awal musim dingin. Tepatnya di akhir bulan November. Meskipun kelembaban udara belum mencapai titik beku namun tetap saja sudah terasa dingin, apalagi di kala malam hari hawa dingin menusuk hingga ke persendian tulang. Beraktivitas pun harus mengunakan coat tebal.
Saat titik terendah, musim dingin di Eropa bisa mencapai 0 derajat celcius, dan puncaknya terjadi di bulan Januari.
Sekarang jarum jam sudah menunjukkan pukul satu siang, namun langit seperti sudah menjelang senja.
"Sekarang kau membuat apa lagi", tanya Dante sambil memeluk tubuh Laura dari belakang dan menyandarkan dagunya pada bahu yang terekspos itu.
Laura melingkarkan tangannya kebelakang, mengusap wajah Dante. "Semua sudah selesai aku kerjakan. Tinggal menunggu matang saja. Aku membuat Arancini. Bola nasi yang di isi dengan saus tomat, daging, kacang polong, keju mozzarella dan pecorino", jawab Laura sambil membalikkan badannya menghadap Dante.
"Kau tenang saja tuan Dante, ini cemilan gurih jadi tidak mengunakan gula. Dan aku membuat yang di panggang bukan di goreng", ucap Laura lagi sambil menepuk dada Dante. Karena Laura sudah sangat tahu kekasihnya itu tidak suka makan yang manis-manis dan gorengan.
Dante melingkarkan tangannya pada pinggang Laura. "Iya kau benar sekali, aku tidak suka dengan yang manis-manis. Kecuali yang ini", balas Dante sambil me*umat bibir Laura. "Apa cemilan itu masih lama matangnya?"
"Tidak bisa di tinggal sayang", jawab Laura mengerti maksud dan tujuan laki-laki itu.
"Oke. Kalau begitu sambil menunggu matang kita bisa bermain di sini", ucap Dante mengangkat tubuh Laura ke atas kitchen set berwarna hitam itu.
"Sayangg...kau mau apa?", tanya Laura melebarkan kedua matanya.
"Mencumbu mu. Apa lagi", jawab Dante sambil menyapukan bibir nya ke leher jenjang Laura. Dante menghisap kuat leher itu, meninggalkan jejak merah di sana sebagai hak kepemilikan.
"D-Dante...Ah"
"Hem?"
__ADS_1
"Kau selalu menggoda ku. Aku tidak pernah bisa menolak mu", ucap Laura pelan. Dengan agresif Laura membingkai wajah Dante dan me*umat lembut bibirnya. Sementara kedua kakinya melingkar di pinggang Dante. Keduanya berciuman mesra.
Ting..
Terdengar bunyi yang artinya makanan yang di buat Laura sudah matang. Dante menurunkan tubuh Laura. Sambil mengusap lembut bibir nya. "Kita lanjutkan nanti. Waktu kita banyak hari ini". Laura tersenyum mendengarnya.
Laura memasang sarung tangan anti panas dan segera mengangkat Arancini yang sudah masak.
"Sayang bisakah kau mengambilkan box bening itu?".
"Iya", jawab Dante. Mengambil kan box yang di maksud Laura.
Drt..
Drt..
*Tuan, anda harus melihat siaran televisi sekarang. Nyonya Antoinette melakukan konferensi pers bersama tuan Dominic Escobar*
Raut wajah Dante berubah seketika. Sorot matanya tajam. Sementara rahangnya mengeras dan tangannya mengepal. "Segera hubungi Xavi, sekarang juga!"
Laura yang baru saja menata cemilan di atas meja sofa melihat perubahan Dante. "Ada apa sayang?"
Dante tidak menggubris nya, ia segera menghidupkan televisi. Laura menatap layar televisi. Dan benar saja di layar terlihat jelas Antoinette sedang memberikan keterangan.
Pada intinya Antoinette mengatakan apa yang di tuduhkan Laura pada Escobar tidaklah benar. Antoinette menyatakan sebelum kasus Laura viral bahwa Laura mengalami depresi sehingga pikiran nya berubah-ubah dalam waktu tertentu. Antoinette juga mengatakan dengan jelas bahwa Laura memang sengaja ingin mendekati Escobar supaya di jadikan sebagai icon brand ambassador produk milik Escobar.
__ADS_1
Terlihat di layar kaca Escobar yang mengunakan kacamata hitam nampak tersenyum penuh kemenangan. Saat Antoinette mengatakan ia memiliki bukti suara percakapan dengan putrinya yang ingin mendekati Escobar.
Dante menatap tajam Laura. "Apa itu benar Laura? Apa kau sengaja mendekati laki-laki itu sebelum penyekapan yang dilakukannya? Apa masih ada yang belum kau ceritakan kepada ku?"
Seketika raut wajah Laura memucat. Spontan Laura menggelengkan kepalanya. "Aku bisa menjelaskan nya. Cerita sesungguhnya tidak seperti itu, sayang. Kau harus percaya pada ku", ucap Laura meyakinkan Dante.
*
"Aku akan memutar rekaman percakapan aku dan putri ku beberapa waktu yang lalu sebelum kasusnya viral seperti sekarang. Aku yakinkan kalian semua salah menilai Dominic Escobar. Laki-laki ini terlalu baik, ia tidak akan mungkin melakukan tindakan keji seperti yang di tuduhkan putriku padanya", ucap Antoinette meyakinkan wartawan dari berbagai stasiun televisi maupun streaming dan online yang saat ini disiarkan secara langsung sesuai keinginan Escobar untuk mematikan langkah hukum yang dilakukan Laura padanya. Tak lain mengambil simpati publik meskipun ia laki-laki itu tidak bisa menghentikan tuntutan Laura kecuali wanita itu mencabut tuntutannya. Karena semua bukti penganiayaan sudah masuk tahap penyidikan menuju ke pra penuntutan.
Antoinette meminta Vedasco menyambungkan handphone miliknya ke speaker sehingga semua orang yang ada di sana dan di rumah dapat mendengarkan dengan jelas rekaman tersebut.
Terlihat smirk dari wajah wanita yang selalu berpenampilan glamor itu. Ia memasang kacamata hitam nya ketika rekaman percakapan dengan Laura di perdengarkan.
Bahkan wartawan mengeluarkan suara lenguhan panjang tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.
Sementara di apartemen Dante dan Laura mendengar kan semuanya. Tubuh Laura melemah kakinya sangat lemas, bahkan untuk menopang tubuhnya saja ia tak sanggup. Wajahnya begitu pucat seperti mayat hidup.
"Aku mohon Dante, aku tidak sanggup mendengarnya", ujar Laura pelan nyaris tak terdengar.
"Dengarkan dan lihat sampai tuntas!", tegas Dante menatap tajam Laura.
...***...
BAGAIMANA KELANJUTANNYA? IKUTI TERUS YA 🙏
__ADS_1