BRIDESMAID

BRIDESMAID
HUKUMAN ALANA


__ADS_3

"De Alma, benar-benar perkebunan yang indah. Aku benar-benar jatuh cinta pada perkebunan ini, juga pemiliknya", ucap Luca tersenyum sambil mengedarkan pandangan matanya ke sekeliling. Melihat hamparan pohon-pohon anggur yang begitu luas. Ia kagum.


Alana tersenyum mendengar ucapan Luca. "Sekarang kau sudah yakin kan, perkebunan ku adalah surga dunia. Kau harus menepati janji mu. Kau tidak lupa kan?", balas wanita itu tersenyum tersirat meledek suaminya yang sebelumnya meragukan ucapkannya. Alana dan Luca saat ini berkeliling perkebunan sambil menunggang kuda.


"Well, aku mengaku salah. Lantas apa yang harus aku lakukan untuk menebusnya?"


Nampak Alana yang berada di punggung kuda berwarna putih itu memutar kedua matanya. Idenya muncul begitu saja. "Aku ingin melihat mu bergabung dengan petani-petani itu memetik anggur hingga makan siang nanti. Kau harus menghasilkan lima keranjang besar itu dalam waktu tiga jam tanpa bantuan siapapun! Setelahnya aku akan menunjukkan surga lainnya di perkebunan ini, kau pasti semakin kagum dengan perkebunan ku", ucap Alana tersenyum puas. Ia yakin Luca pasti akan gagal melakukan tugas yang di berikan nya. Alana menahan tawanya dalam hati.


Luca yang berada di atas kuda, membuka kaca mata hitamnya menatap ke depan. Melihat para petani sedang memetik buah-buah anggur yang sudah siap panen. "Hanya itu saja? Kau yakin tidak memberi ku tugas yang lebih berat dari memetik anggur?", ucap Luca dengan angkuh kembali menantang istrinya.


"Ck...sombong sekali", balas Alana menjulurkan lidahnya meledek Luca. "Sekarang pukul sembilan. Di mulai dari sekarang kau langsung saja menjalani hukuman mu. Kau di larang beristirahat tuan Luca, kecuali minum. Aku akan mengawasi mu dengan ketat", tegas Alana dengan wajah serius seperti atasan yang memerintahkan bawahannya.


"Oke, siapa takut. Luca Barzini Corleone tidak pernah gagal, apalagi kalau di tantang itu dari seorang wanita. Jika aku berhasil menyelesaikan tugasku, giliran aku akan memetik buah di tubuh mu itu. Lihat saja nanti aku pastikan kau tak kan berhenti menjerit memohon pada ku", ledek Luca memasang kembali kacamata nya dan menggulung lengan kemeja berwarna putih yang di pakainya.


Tanpa melepaskan kacamata hitamnya laki-laki itu melompat turun dari punggung kuda dan menambatkan tali kekang kuda pada pohon oak berdaun rindang tepat di samping Alana.


"Diaz... siapkan lima keranjang kosong dan gunting, suami ku akan membantu para petani memetik anggur sekarang", perintah Alana pada mandor perkebunan yang sedang mengawasi para petani bekerja, tak jauh dari Alana dan Luca.


Wajah Diaz tidak bisa ditutupi rasa terkejutnya mendengar perintah bosnya itu.

__ADS_1


"Tenang saja. Suamiku laki-laki pekerja keras dan sangat berbaur dengan semua kalangan, itu kenapa ia membuatku jatuh cinta", cicit Alana dengan senyuman menghiasi bibirnya sambil mengedipkan sebelah matanya pada Luca yang membalas dengan senyuman juga.


"You're absolutely right, sayang", balas Luca membalas kedipan mata istrinya sambil menembakkan dua telunjuknya pada Alana.


Diaz menganggukkan kepalanya tanda mengerti. "Baik nona saya akan mempersiapkan keranjang dan gunting buah anggur sekarang. Mari tuan", ucap Diaz hormat membalikkan badannya berjalan bersama Luca. Diaz menunjukkan buah-buah anggur yang harus di petik oleh Luca.


Sementara Alana memperhatikan suaminya dari atas Talita, kuda kesayangannya. Yang di hadiahkan ayahnya saat ia ulangtahun yang ke tujuh belas tahun. Talita kuda betina berbulu lebat.


Nampak Luca sudah memetik anggur yang sudah waktunya untuk dipanen. Petani-petani yang tidak melihat Luca datang bersama Alana nampak kaget melihat laki-laki itu ada bersama mereka. Mereka tidak pernah melihatnya sebelum nya.


Terlebih petani-petani wanita yang terlihat masih muda, berbisik-bisik sambil tersenyum. Mereka mengira Luca pekerja baru di perkebunan De Alma. Alana melihat pemandangan itu, ia berdecak kesal. "Uh membuatku kesal saja", umpat Alana dengan wajah kesal di atas kuda.


Ternyata Luca benar-benar pekerja yang giat. Ia berhasil mengisi penuh dua keranjang berukuran besar buah-buah. Keringat mengucur deras dari tubuh Luca. Kemeja putih yang di kenakan nya basah, mencetak sempurna tubuh atletis dengan otot-otot menonjol. Alana terus menatap suaminya. Pun begitu di wajahnya peluh menetes tak henti.


Luca berhenti sejenak mengusap peluh di wajahnya, sementara satu tangannya mengambil botol minuman. Ia meminumnya kemudian menyiramkan sisa air ke kepala nya. Sontak tindakan Luca membuat petani-petani perempuan menjerit histeris. Mengagumi pahatan sempurna tubuh laki-laki itu. Alana terlihat sangat kesal, ia melihat semuanya dari bawah pohon oak. Cukup berjarak dari tempat Luca dan petani lainnya.


Detik berikutnya Luca membuka kancing-kancing kemejanya. Hingga menampakkan kesempurnaan nyata tubuh maskulin nya. Otot punggung lebar serta perut sixpack terpampang jelas. Luca melepaskan kemeja itu dari tubuh nya. Luca bertelanjang dada. Tindakannya jelas-jelas membuat gaduh di sekitarnya.Terlihat petani-petani wanita menjerit tertahan. Semuanya tak luput dari perhatian Alana.


"Ah, shitt apa yang Luca lakukan. Kali ini laki-laki itu benar-benar membuat kesabaran ku habis...!!!"

__ADS_1


...***...


VOTE YA 🙏


YUK BACA JUGA:



MARRIAGE AGREEMENT


PENGANTIN PENGGANTI


SERPIHAN HATI ELLENA


AIR MATA SCARLETT


FIRST LOVE LAST LOVE


__ADS_1


__ADS_2