
Satu minggu kemudian..
"Sayang sudah berapa kali aku bilang, kalau di meja makan jangan bekerja", protes Alana sambil mengambil iPad di tangan Luca.
Saat ini keduanya sedang sarapan pagi bersama. Luca sudah memakai pakaian kerjanya. Sementara Alana seperti biasa setelah suaminya pergi bekerja ia akan berjemur di taman dekat kolam renang.
"Boy... mommy mu semakin cerewet sekarang. Daddy tidak boleh begini, tidak boleh begitu", seloroh Luca sambil mengusap perut besar istrinya.
Luca selalu menyempatkan diri untuk berbincang dengan anaknya sambil mengusap dan menciumi perut Alana setiap saat.
"Sayang, berhentilah memanggil anak kita boy. Aku merasakan kita akan mendapatkan bayi perempuan, sama seperti ku", seru Alana sambil mengusap lembut punggung Luca yang sedang menunduk mengecup perutnya.
"Kalau anak pertama kita perempuan, artinya aku akan membuat mu segera hamil lagi sampai kita mendapatkan anak laki-laki tampan seperti aku", ucap Luca menggoda istrinya.
"Sayang, kita beri jarak ya. Mengandung sangat melelahkan sayang, walaupun aku menikmati nya karena kau selalu ada di samping ku", jawab Alana tersenyum sambil mengusap lengan Luca.
Alana mengambilkan makanan untuk suaminya. "Ayo makan dulu. Kau selalu saja sibuk hingga lupa waktu untuk makan kalau sedang bekerja. Aku akan selalu mengingatkan Casandra kalau kau makan tidak tepat waktu di kantor", ujar Alana menaruh susu plain hangat di hadapan suaminya.
"Iya, aku tidak akan lupa waktu lagi", jawab Luca sambil memasukkan makanan kemulutnya.
"Hari ini Laura resmi akan melaporkan Dominic Escobar ke pihak berwajib. Kemudian ia akan mengadakan konferensi pers. Kau bisa melihat di televisi pukul sebelas nanti", ujar Luca.
"Iya Luc, aku sudah tahu. Laura setiap hari menghubungi ku. Bercerita tentang kondisinya sekarang. Aku senang akhirnya ia bisa pulih dan baik-baik saja. Ia juga bercerita tentang Dante yang sangat baik dan perhatian padanya", ucap Alana.
"Sepertinya ada sesuatu diantara mereka berdua. Dante sangat berubah beberapa minggu ini, setiap sore pulang ke apartemennya dan malam harinya lebih banyak dihabiskannya di apartemen, bukan di club miliknya. Felipe juga mengatakan hal yang sama. Aku senang jika teman-teman ku menjadi lebih baik dan serius dalam hubungan".
__ADS_1
"Iya Luc. Laura sempat mengutarakan curahan hatinya padaku beberapa hari yang lalu. Ia bilang Dante sangat baik padanya tapi Laura masih trauma atas perbuatan penjahat itu padanya. Aku senang jika Laura dan Valeria menikah dengan teman-teman mu, mereka layak bahagia".
*
Beberapa jam kemudian...
"Apa-apaan ini Vedasco!!"
"Damn woman!"
"Ternyata Laura Mancini bukan wanita lemah seperti yang aku kira. Gadis itu kuat dan berani", ucap Escobar tersulut emosi nya melihat konferensi pers yang dilakukan Laura dan kuasa hukumnya.
"Sialan kau ja*ang!"
Teriak Escobar sambil membanting iPad Vedasco yang ia pegang. Tidak sampai di situ saja laki-laki itu membanting semua benda-benda yang ada di atas meja kerja di perusahaannya.
Vedasco dan beberapa anak buahnya terdiam tak bergeming. Beberapa saat yang lalu, mereka menerima khabar bahwa Laura Mancini yang mereka cari selama hampir sepuluh hari, tiba-tiba muncul dan mengadakan konferensi pers singkat di kantor polisi didampingi tim kuasa hukumnya.
Konferensi pers tersebut tidak tanggung-tanggung, di siarkan secara langsung di stasiun televisi maupun streaming. Terlihat sekali sudah di rencanakan dengan matang bukan dadakan.
Vedasco dan orang-orangnya bergerak cepat dengan memberikan informasi kepada bos mereka Escobar yang sedang berada diruang kerjanya.
Bahkan sebagian karyawan perusahaan milik Escobar menonton streaming yang sedang berlangsung. Mereka kaget apa yang sudah di perbuat bos mereka pada seorang artis papan atas Laura Mancini yang saat memberikan keterangan menggunakan kacamata hitam dan dress berwarna off white. Tak nampak lagi luka-luka di wajahnya. Namun kamera wartawan sempat menangkap tanda memar di kakinya.
Dilayar kaca di perlihatkan foto-foto kondisi Laura setelah penganiayaan. Sangat mengenaskan. Semua orang yang menonton streaming menunjukan simpatinya untuk Laura. Mereka memaki habis-habisan Dominic Escobar sebagai pemilik hotel berbintang dan beberapa perusahaan mentereng lainnya yang selama ini dikenal sangat dermawan karena perusahaan miliknya tersebut sering memberikan sumbangan pada dinas sosial untuk anak-anak kurang beruntung dan korban kekerasan.
__ADS_1
Drt
Drt
Drt
"Milik siapa itu, matikan!", teriak Escobar emosi
Vedasco menjauh, dan mengangkat telepon. Semenit kemudian ia menghampiri Escobar yang terduduk di kursi kebesarannya.
"Tuan, sebaiknya tuan tenang. Petugas penyelidik sudah menuju kemari. Mereka akan menyelidiki tuan dan pembukuan perusahaan", ujar Vedasco mengingatkan atasannya itu.
Vedasco meminta anak buahnya segera membersihkan ruangan itu. Sebelum para petugas yang di kirim tiba untuk menyelidiki Escobar dan perusahaan nya.
"Kalian bodoh! Aku sudah mengingatkan mu Vedasco, wanita itu pasti dilindungi orang yang sangat berkuasa. Tidak mungkin ia bisa lolos begitu saja".
"Gunakan Antoinette sebagai senjata terakhir kita. Agar Laura Mancini mencabut tuntutannya. Segera temui wanita itu sekarang juga. Lakukan negosiasi dengan pengacara nya. Segera kirim pengacara ku untuk negosiasi dengan mereka".
Escobar memijat keningnya. Dadanya bergemuruh kencang. Ia tidak menyangka Laura Mancini begitu berani menghadapinya. Ia yakin ada seseorang yang kuat di belakang wanita itu.
Escobar semakin di kuasai amarah, saat melihat sahamnya anjlok ke kisaran terendah di pergerakan hari ini setelah Laura Mancini melaporkan perbuatannya yang di saksikan jutaan mata masyarakat umum, bahkan hanya hitungan menit saja menjadi tranding topik di berbagai media.
...***...
ENAKNYA DI APAIN YA ESCOBAR INI🤭
__ADS_1
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN VOTE LIKE KOMEN KOPI DAN BUNGA 🙏