
"Oeeee....Oeeee"
Terdengar tangisan bayi laki-laki dan perempuan bersahutan dengan kencang. Tentu saja suara yang laki-laki lebih kencang.
"Selamat tuan Luca, putra-putri tuan lahir dengan selamat. Anak laki-laki tuan terlahir duluan. Sementara nona Alana masih harus di observasi di ruang khusus pasca operasi Caesar", ucap dokter yang membantu persalinan Alana.
Luca terhenyak. Ia sepertinya tidak fokus dengan sekitarnya. Laki-laki itu sibuk dengan pikirannya sendiri, bahkan ia tidak mendengar ucapan dokter beberapa saat yang lalu. Terlalu gugup dan cemas dari saat pertama mengetahui ketuban istrinya sudah pecah di pastry Laura dan Dante.
Luca benar-benar panik sampai-sampai ia meminta Matte asisten nya membawa orang-orang nya datang ke rumah sakit menjaga keamanan istrinya.
Yang pada akhirnya teman-temannya menyadarkan Luca. "Luc, tenanglah. Alana akan melahirkan, bukan tersakiti oleh dokternya. Dokter itu akan menyelamatkan istri dan anak-anak mu, teman", ucap Xavi menenangkan Luca yang benar-benar ketakutan melihat wajah Alana semakin pucat pasi saat dokter memutuskan untuk melakukan operasi Caesar. Dokter akan melakukan pembiusan total karena, Alana juga mengalami pendarahan walaupun tidak parah. Yang membuat Luca semakin panik.
Hingga Luca dan teman-temannya menunggu jalannya operasi hingga selesai. Sementara Dante meminta Laura untuk pulang beristirahat di apartemennya. Namun Laura bersikeras menunggu Alana selesai operasi, akhirnya Dante memutuskan memesan kamar rawat inap untuk istri nya. Dante mengizinkan Laura menunggu di rumah sakit tapi harus beristirahat di kamar. Laura menuruti suaminya. Ia di temani Valeria di kamar itu, sementara Dante, Felipe dan Xavi menemani Luca yang sangat panik di ruang tunggu.
Hingga terdengar tangisan bayi, Luca seperti blank masih dengan pikirannya sendiri.
"Luc... Anak-anak mu sudah lahir", ucap Felipe menyenggol lengan temannya itu. Sementara Dante dan Xavi sudah mendekati perawat yang menggendong bayi-bayi mungil itu hendak di bawa ke dalam inkubator, untuk menghangatkan tubuh mungil bayi-bayi itu.
Luca tersentak. Menolehkan kepalanya pada Felipe.
"Bayi mu sudah lahir. Apa kau tidak ingin melihatnya. Kenapa kau melamun", ucap Felipe.
Luca mengusap kasar wajahnya. "Tentu saja aku ingin melihatnya", jawab Luca berdiri melangkahkan kakinya menuju tabung bayi-bayi mungilnya.
Luca melototkan kedua matanya. Spontan wajah tampannya memancarkan senyum bahagia. Luca terlihat takjub seakan tidak percaya bahwa sekarang sudah menjadi seorang ayah untuk bayi kembarnya.
__ADS_1
"Luc, selamat untuk mu dan Alana. Anak-anak kalian sudah lahir dan sehat", ucap Dante memeluk temannya itu.
"Anak mu tampan dan cantik Luc, sangat menggemaskan sekali", ucap Xavi.
"Terimakasih teman-teman", balas Luca.
"Permisi tuan Luca, dokter Inez ingin berbicara pada anda di ruangan nya", ujar seorang perawat dengan sopan.
"Aku ingin melihat istri ku dulu sebelum menemui dokter".
"Baik tuan, anda bisa melihat istri tuan sesuai izin dari dokter Inez".
Pasien yang dirawat di ruang observasi, sebenarnya tidak boleh ditunggu dan dibesuk oleh keluarga hanya melihat dari jendela, kecuali dalam keadaan khusus yang tidak membahayakan kondisi pasien dan di izinkan dokter.
Luca menganggukkan kepalanya dan masuk keruangan observasi. Terlihat Alana tergolek lemah di atas ranjang pasien. Luca mengusap lembut wajah istrinya yang terlihat begitu tenang dan damai dengan mata terpejam karena belum sadar dari pengaruh obat bius.
"Aku mencintaimu Alana... sangat mencintaimu", bisik Luca ditelinga istrinya.
Alana belum merespon juga, masih pulas seperti orang tidur. Luca keluar ruangan dan menemui dokter Inez di ruangannya. Sementara ketiga temannya masih masih melihat anak-anak nya ditemani Laura dan Valeria yang begitu antusias melihat bayi mungil itu dari box kaca.
*
"Selamat tuan Luca, anak-anak anda lahir dengan selamat", ucap dokter Inez dengan ramah. Salah satu dokter kandungan terbaik yang ada di kota Milan.
"Terimakasih bantuannya. Tadi aku sangat panik melihat kondisi istri ku".
__ADS_1
Dokter Inez tersenyum. "Itu wajar terjadi tuan, mengingat ini anak pertama kalian. Namun tidak ada yang perlu di kuatirkan, anak kalian masih tergolong cukup waktu meskipun lebih cepat dua minggu dari perkiraan persalinan normal nya. Kondisi nona Alana juga baik. Setelah ia sadar bisa langsung di bawa ke kamar rawat inap seperti keinginan tuan".
Luca tersenyum mendengarnya. "Untuk anak-anak ku bagaimana? Aku menginginkan mereka satu kamar dengan kami".
"Bukan masalah. Bayi-bayi kalian kondisi nya sehat dokter anak sudah memeriksa dengan menyeluruh. Bayi kalian sekarang di tempat kan di inkubator hanya sebentar saja karena mereka lahir kembar, tentu diperlukan pengawasan ekstra".
"Tapi untuk nona Alana masih banyak pantangan nya, belum boleh melakukan hubungan in*im. Karena istri anda baru melakukan operasi besar. Kedua karena istri anda hamil bayi kembar. Jadi saya sarankan untuk bersabar.
Mendengar penjelasan dokter Inez, membuat Luca mengusap tengkuknya sambil mengangkat bahunya. "Ya mau bagaimana lagi...Hm, tapi ada caranya tidak Dok agar aku dan istriku segera bisa cepat melakukannya lagi...?!"
...***...
YUK BACA JUGA:
PENGANTIN PENGGANTI
AIR MATA SCARLETT
MENJADI YANG KEDUA
FIRST LOVE LAST LOVE
SERPIHAN HATI ELLENA
__ADS_1
MARRIAGE AGREEMENT