BRIDESMAID

BRIDESMAID
PANIK


__ADS_3

Dengan menahan sakit di tubuhnya, terlihat Antoinette memaksakan diri untuk tersenyum. "M-Maaf kan mom. K-kau harus bahagia N-nak..."


Tiba-tiba tubuh itu terangkat, menegang dan terkulai. Terdiam. Tak ada suara apapun lagi kecuali dari alat medis yang terhubung dengan tubuh Antoinette yang berbunyi berdengung dan menunjukkan grafik lurus serta tekanan darah yang semakin menurun.


"M-Mom. M-Mom bangun mom".


Terlihat dokter memeriksa mata, detak jantung dan denyut nadi Antoinette. Menit berlalu ia menggelengkan kepalanya. "Pasien sudah meninggal", ucapnya menunjukkan wajah prihatin dan menyesal.


"M-Mom bangun mom. Aku mohon jangan pergi dulu mom, kita bisa memulai kehidupan baru yang lebih baik lagi", ucap Laura histeris dan menangis sejadi-jadinya. "Aku mohon Tuhan, berikan waktu ku dan mommy".


Dante menarik tubuh Laura kedalam pelukannya. Dan menjauh dari Antoinette yang sudah terbujur kaku.


"Laura, tenangkan diri mu sayang. Mungkin ini yang terbaik untuk mommy mu. Kau dengar sendiri tadi dokter mengatakan jika mommy mu melewati masa kritis ia juga harus menjalani operasi yang sangat beresiko. Tenang lah".


Laura terisak dalam dekapan Dante. Ia tak bisa berucap lagi. Rasanya semua begitu cepat. Tadi ia masih menyaksikan Antoinette berdiri tegak melawan Dominic Escobar. Sekarang ia saksikan tubuh sang mommy sudah terbujur kaku. Laura merasakan hatinya hancur berkeping-keping. Walaupun ia dan Antoinette acap kali berselisih pendapat namun bukan berarti ia tidak menyayangi wanita yang sudah memberikan nyawanya untuknya itu. Laura menyayangi kedua orangtuanya. Tapi Antoinette memiliki ambisi yang sangat besar yang sulit Laura ikuti.


*


Luca dan Alana baru tiba di rumah sakit. Mereka hampir berbarengan datang dengan Felipe dan Valeria yang juga datang ke rumah sakit tempat Antoinette. Ke empatnya menuju dimana Laura dan Dante berada.


Saat melihat kedatangan Alana, Laura segera melepaskan diri dari pelukan Dante dan memeluk Alana. Ia tidak bisa menahan dirinya yang begitu syok hingga tak sadarkan diri dalam pelukan Alana.

__ADS_1


"Laura.." Teriak Alana panik. Dante segera memeluk Laura dan merebahkan tubuhnya di ranjang pasien. Dokter menyatakan kondisi Laura hanya syok saja. Tidak ada yang perlu di kuatirkan. Alana dan Valeria menemani gadis itu.


Sementara Dante, Luca, Felipe dan Xavi berbincang di luar kamar.


"Dominic Escobar dan kaki tangannya sudah di tahan di kantornya polisi setelah ia menembak nyonya Antoinette. Mereka juga melukai salah satu petugas saat hendak melarikan diri. Beruntung bantuan petugas lainnya tiba tepat waktu", ujar Xavi menjelaskan kondisi terkini tentang Dominic Escobar.


Dante mengusap wajahnya dengan kasar. "Tolong kau kawal kasus ini Xavi, aku yakin bajingan itu akan melakukan segala cara bahkan mungkin ia melakukan cara-cara curang seperti menyuap dan mempengaruhi petugas".


"Iya, aku setuju dengan Dante. Bajingan seperti itu pasti tidak akan tinggal diam", jawab Felipe.


"Aku merasa aman jika ia sudah di jebloskan di penjara dengan penjagaan ketat", ucap Dante lagi.


"Tenanglah, aku pastikan Escobar mendapatkan hukuman yang berat karena ia melakukan penembakan nyonya Antoinette di hadapan penyidik secara langsung.


Dante mengusap kasar wajahnya.


"Ada apa dengan mu Dante?", tanya Luca menangkap wajah gusar temannya itu.


"Aku sempat meragukan kejujuran Laura pada ku, saat melihat awal konferensi pers yang di lakukan Antoinette tadi. Bahkan aku langsung menghakimi nya karena merasa ia belum menceritakan semuanya pada ku", jawab Dante menyesal.


"Kenapa tidak langsung kau nikahi saja, sebagai bentuk keseriusan mu padanya. Apalagi ia baru saja kehilangan ibunya. Tentu kehadiran dan keseriusan mu akan membuatnya cepat bangkit dari keterpurukannya", ujar Luca.

__ADS_1


"Hm... Luca benar dude. Kau harus memilih, kau yang menikah dulu atau aku yang duluan. Karena aku sudah mendapatkan restu dari kedua orang Valeria dan orang tua ku. Kami sudah memutuskan akan menikah bulan depan", ucap Felipe dengan wajah terlihat sangat bahagia.


"Benarkah kau akan segera menikah dude? Aku senang mendengarnya", ujar Luca menepuk pundak sahabat nya itu.


"Kalian benar", jawab Dante tersenyum penuh makna.


...***...


YUK BACA JUGA CERITA ROMANTIS LAINNYA KARYA EMILY :



PENGANTIN PENGGANTI


MARRIAGE AGREEMENT


MENJADI YANG KEDUA


AIR MATA SCARLETT


FIRST LOVE LAST LOVE

__ADS_1


SERPIHAN HATI ELLENA



__ADS_2