BRIDESMAID

BRIDESMAID
VISUAL LUCA-FELIPE- DANTE-XAVI-PAOLO


__ADS_3






Ceklek.


Dante membuka pintu private room miliknya. Sekarang hampir pukul sembilan malam.


Terlihat Laura sedang bersandar di tempat tidur. Ia melamun, matanya tidak berkedip. Ia tidak sadar jika Dante sudah duduk di tepi tempat tidur. Sementara Florence begitu melihat bos nya langsung permisi keluar.


Huhhh, Dante menghela nafasnya.


"Laura...", panggil Dante pelan. Namun Laura tak bergeming, masih diam dan tatapan kosong.


Dante perlahan menyentuh tangannya. "Laura", ucapnya lagi.


Laura menatapnya dengan tatapan ketakutan dan menepis tangan Dante. Laura bereaksi spontan.

__ADS_1


"Hei tenanglah, aku Dante. Aku tidak akan menyakiti mu, tenanglah", ucap Dante dengan lembut.


"Dante". Manik coklat Laura terlihat berbinar. Ketakutan itu seketika hilang dari wajah Laura yang masih nampak pucat dengan penuh luka yang sudah mengering karena Hudini memberikan krim untuk mengobati luka dan memar-memar di tubuh Laura. Terutama di bagian telapak kaki dan tangan nya agar ia bisa bergerak dan mengurusi dirinya sendiri.


"Apa kau ingat kepada ku sekarang?", tanya Dante lagi.


Laura segera menganggukkan kepalanya dengan cepat.


"Dengarkan aku. Kita harus pergi dari sini. Kau akan tinggal bersama ku di apartemen di pusat kota. Sementara di sini jauh dari keramaian. Aku kuatir kau tidak aman, bisa saja orang-orang jahat itu memburu mu ketempat ini", ujar Dante menjelaskan.


Tubuh Laura bergidik dan gemetaran membayangkan ia kembali akan bertemu dengan Escobar. Tentu saja Laura sangat ketakutan. Tapi ia tidak mau melibatkan orang lain ke masalah yang ia hadapi.


Uh...


"Dante, Terimakasih semua bantuan mu. Tapi aku tidak bisa melibatkan mu terlalu jauh dalam masalah ku. Aku tidak mau orang Escobar melukai mu. Mereka sangat berbahaya. Aku bisa kembali ke apartemen ku. Aku aman di sana", ucap Laura pelan sambil memalingkan wajahnya. Sementara jemari tangannya saling meremas. Semua itu tak lepas dari perhatian Dante. Ia tahu Laura sangat ketakutan dan cemas.


Laura menundukkan kepalanya. Kedua matanya menghangat. Kalau boleh jujur ia merasa sangat aman berada di dekat Dante, namun Laura tidak pantas menerima kebaikan Dante. Laki-laki itu sudah berkorban terlalu banyak untuk nya. Laura juga sudah berhutang nyawa pada Dante. "Kau sudah banyak membantu ku, aku berhutang nyawa pada mu Dante. Selama ini kita tidak saling mengenal tapi kau tetap mau menolong ku. Terimakasih untuk semuanya, aku tidak tahu bagaimana membalas kebaikan mu", ucap Laura mengangkat wajahnya menatap ke manik legam Dante.


Dante tersenyum mendengar nya. "Mudah saja caranya kau membalasnya. Kau turuti perkataan ku. Sekarang ikut dengan ku ke apartemen. Aku akan membawa Florence juga untuk menemani mu".


Laura membuka mulutnya. Namun tak sepatah katapun membalas ucapan Dante. Hanya... kepada nya langsung mengangguk. Seperti di tuntun, Laura menganggukkan kepalanya dengan pasti.


"Good. Sekarang aku akan memberi tahu Florence", ucap Dante beranjak dari tempat tidur dan hendak membalikkan badannya namun tangan Laura menahannya. Laura menatap Dante dengan penuh penyesalan karena laki-laki itu terlibat terlalu jauh dalam masalahnya dan Escobar. Dante membuat perasaan Laura bersalah. Namun ia tidak bisa mencegah Dante walaupun ia sudah berusaha.

__ADS_1


"Terimakasih...", ucap Laura pelan.


Dante tersenyum mendengarnya, dan menganggukkan kepalanya.


...***...


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN YA 🙏


*


YUK BACA JUGA :



PENGANTIN PENGGANTI


MARRIAGE AGREEMENT


MENJADI YANG KEDUA


FIRST LOVE LAST LOVE


AIR MATA SCARLETT

__ADS_1


SERPIHAN HATI ELLENA



__ADS_2