
Alana keluar dari kamar mandi sehabis gosok gigi setelah makan. Kebiasaan yang selalu dilakukannya setelah makan apapun.
Sementara Luca berada di atas tempat tidur dengan tubuh terlentang dan mata terpejam, masih memakai dasinya. Alana menghampiri suaminya duduk ditepi tempat tidur yang ada di private room kantor Luca. Jemari tangan Alana mengendurkan simpul dasi Luca.
"Sayang leher mu bisa tercekik kalau kau tidur dengan dasi ketat begini", ujar Alana pelan.
"Hem..Aku tidak tidur, hanya memejamkan mata saja menunggu mu", jawab Luca membuka matanya dan memeluk tubuh istrinya. Luca menghirup harum lembut tubuh Alana.
Jemari tangan Luca membingkai wajah Alana, dan menariknya perlahan agar mendekat padanya yang masih dalam posisi terlentang.
Luca menyatukan bibirnya pada bibir Alana, menyecap rasa manis Alana. Luca memperdalam ciumannya. Me*umat bibir atas dan bawah bergantian. Alana tidak hanya diam, ia membalas semua sentuhan lembut Luca. Mengikuti gerakan bibir suaminya. Saling mencecapi dan menjelajahi rongga mulut hingga lidah keduanya saling membelit.
Seketika hawa panas menjalar ke sekujur tubuh Alana. Air conditioner dikamar itu tidak membantu mendinginkan suhu tubuh keduanya yang tiba-tiba menjadi panas dan berkeringat. Tubuh Alana bergetar ketika jemari tangan Luca meremas gundukan kenyal miliknya. Alana berdesis sambil memejamkan matanya. "Akh..sayang"
Tanpa melepaskan tautan bibir nya, Luca mendudukkan tubuhnya. Sementara jemari-jemari tangannya membuka satu persatu kancing dress Alana, begitu juga jemari-jemari tangan Alana membukakan dasi yang sudah kendur dan kancing kemeja suaminya. Alana menarik kemeja itu dan melepaskan nya dari tubuh atletis Luca.
Jemari tangan Luca melingkar di tubuh Alana membuka pengait bra berwarna hitam yang menutupi dua gundukan kenyal Alana. Setelah berhasil melepaskan nya, Luca melemparkan bra itu. Perlahan merebahkan tubuh istrinya ketempat tidur. Bertumpu pada sikunya Luca berada di atas tubuh Alana. Tentu saja Luca bermain sangat hati-hati, ia tidak akan mengambil resiko akan keselamatan anaknya dengan menindih tubuh istrinya.
Luca kembali mencium lembut bibir istrinya sementara Alana mengusap dada bidang Luca. Ciuman Luca semakin turun hingga berhenti di dada Alana yang begitu menggoda Luca. Puncaknya berdiri tegak begitu menantang. Dengan liar Luca melahap keduanya bergantian, mengigit dan menghisap kuat. Membuat tubuh Alana mengelijang sambil melenguh panjang. "Ah sayang..."
Alana memejamkan matanya sambil menggigit bibir bawahnya, sembari mendesah pelan. Menahan gejolak gairah yang ditimbulkan suaminya itu. Hasrat dan gairah sudah menguasai tubuh Alana. Sengatan hawa panas mengalir di seluruh tubuhnya.
"Ahh..."
__ADS_1
De*ahan terus keluar dari mulut Alana sambil mencium bibir Luca dengan penuh gairah. Tentu saja serangan Alana itu membuat Luca membalasnya dengan panas.
"Kau selalu menggoda ku sayang, aku sudah menahan diri ku tadi. Aku semakin menyukai bentuk tubuh sekarang, kau sangat seksi", bisik Luca.
Alana, menatap Luca dengan tatapan sayu menahan gelora di hatinya. Tangannya membuka sabuk celana yang menutupi tubuh bawah suaminya.
Terpampang inti Luca yang sudah mengeras.
"Ahh Luc..."
Lagi-lagi Alana men*esah tak karuan, saat mulut Luca menghisap kedua gundukan kenyal miliknya bergantian.
Jemari lentik Alana memegang milik Luca, dan mengelusnya dengan lembut. Bergerak perlahan ke atas dan bawah bergantian.
Luca yang di goda begitu, mengerang sambil menggenadahkan kepalanya ke atas dan memejamkan matanya.
"Ohh Lana, aku sudah tidak tahan. Aku menginginkan mu sayang", racau Luca sambil melepaskan panties renda berwarna hitam yang menutupi pusat tubuh istrinya. Perlahan jemari tangan Luca mengusap-usap inti Alana. Membuat tubuh Alana mengeliat merasakan sensasi buaian suaminya.
"Milik mu sudah sangat basah sayang", bisik Luca sambil mengigit pelan telinga istrinya.
Luca mengarahkan miliknya memasuki inti istrinya dengan posisi menyamping
Sementara punggung Alana bersandar pada dada bidang Luca. Alana Ia memejamkan matanya, menahan gairah yang begitu membuncah dalam tubuh nya. Terdengar jeritan kecil saat merasakan milik Luca berhasil menerobos masuk ke pusat tubuhnya. Sesaat Luca mendiamkan miliknya di dalam inti Alana. Alana menatap Luca dengan tatapan sayu dan bibir merekah. Luca me*umat bibir ranum yang menantang nya.
__ADS_1
Luca, menghentakkan miliknya pelan. Laki-laki itu begitu kuat setiap kali berhubungan intim dengan Alana, ia sangat dominan memimpin permainan di atas ranjang. Sementara Alana sangat mudah mendapatkan pelepasan meskipun Luca masih memacu adrenalin nya untuk mencapai puncak. Buaian Luca mampu membuat istrinya keluar berkali-kali saat bercinta. Luca benar-benar lihai mencumbu tubuh Alana. Namun kali ini Luca bermain sangat hati-hati. Ia sangat sadar kondisi istrinya sedang berbadan dua.
"Owhh, sayang..", lenguhan tertahan suara Alana terdengar begitu menggoda.
Luca tahu istrinya itu akan mencapai puncak kenikmatan nya.
Hingga Luca merasakan miliknya seakan terhisap inti Alana.
"Oh sayang...Ahh"
"Bertahanlah sebentar", bisik Luca ditelinga Alana.
Laki-laki itu terus bergerak dari belakang tubuh Alana, hingga terdengar de*ahan kembali dari mulut Alana ia mendapatkan pelepasan untuk yang kedua kalinya. Dan terdengar erangan panjang dari mulut Luca bersamaan de*ahan Alana.
Keduanya terkulai.
Sesaat kemudian, Luca baru mencabut miliknya.
Luca mendekap tubuh istrinya. Menyandarkan wajah Alana pada dadanya.
Luca mengecup kening Alana. Sesaat ia pun memejamkan matanya. Menemani Alana yang masih mengatur nafasnya yang tersengal-sengal sebelum ia akan keluar untuk melanjutkan pekerjaannya.
...***...
__ADS_1
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN VOTE LIKE KOMEN KOPI DAN BUNGA 🙏