BRIDESMAID

BRIDESMAID
HARI YANG BURUK FELIPE


__ADS_3

Luca menandatangani semua berkas yang sudah diberikan Casandra sekretaris nya di meja kerjanya. Lama tidak ke kantor membuat pekerjaan nya menumpuk.


Sekarang sudah siang, jam makan. Luca menatap arloji di pergelangan tangannya. Luca melepaskan kacamata bacanya sembari berdiri merenggangkan pinggangnya.


Ia mengambil handphone dan melalukan video call dengan Alana. Beberapa kali panggilan tidak di jawab istrinya. "Kenapa tidak diangkat Alana?", gumam Luca mengulangi panggilan video call.


Barulah panggilan nya diangkat Alana, terlihat istri cantiknya di layar handphone. Luca tersenyum melihatnya baik-baik saja.


"Kenapa lama sekali terhubung? Kau sedang apa, sudah makan siang belum? Jangan sampai terlambat makan sayang", ucap Luca dengan berbagai pertanyaan yang sama setiap harinya.


Alana tersenyum mendengar nya. "Tentu saja sudah. Bagaimana bisa terlewat makan kalau kau selalu menghubungi orang-orang mansion mu ini", jawab Alana membulatkan matanya, begitu menggemaskan.


Luca tersenyum melihatnya. "Aku merindukanmu", ucap Luca memberikan kecupan melalui layar handphone.


"Aku juga merindukan mu, jika pekerjaan di kantor selesai cepat pulang sayang. Kau juga jangan lupa untuk makan, aku lihat banyak sekali berkas di meja kerja mu itu", ucap Alana menatap tumpukan map di atas meja kerja suaminya.


"Iya sebentar lagi aku makan, aku masih menunggu teman ku Felipe ia akan menemui ku. Kami akan makan siang bersama di kantor ku", jawab Luca. "Sekarang istirahat lah, aku tutup telponnya".


"Iya sayang, aku akan melanjutkan membaca buku kehamilan yang di beli Casandra", ucap Alana tersenyum manis sambil menutup panggilan telepon suaminya.


*


Felipe memarkirkan mobilnya tepat di depan gedung CLEO COMPANY milik sahabatnya Luca. Laki-laki itu turun dari mobilnya dan membuka pintu bagian tengah, mengambil map dan iPad-nya.


Felipe terlihat tampan dengan setelan jas biru dongker dengan corak kotak-kotak kecil. Laki-laki beralis tebal dengan sorot mata tajam itu melangkahkan kakinya menuju perusahaan.


Sesaat kemudian handphone miliknya berbunyi laki-laki itu segera mengangkat telepon asistennya. "Ada apa? Kau katakan saja pada mommy tidak bisa sekarang. Aku sedang meeting dengan Luca temanku", ucap Felipe terlihat kesal sambil memutus panggilan telepon.


"Mommy masih saja memiliki pikiran untuk menjodohkan ku dengan anak teman-temannya. Uh membuat mood ku buruk saja", gumam Felipe sambil melanjutkan langkahnya...

__ADS_1


Brukkk..


"Hei...kau punya mata atau tidak hah", ketus Felipe emosi ketika tubuh nya di tubruk seseorang dari belakang, mengakibatkan map, iPad dan handphone miliknya jatuh di jalanan depan perusahaan Luca. "Brengsek!"


"OH my God...Maafkan aku tuan. Aku tidak melihat mu, aku sedang menelepon, aku buru-buru karena sudah di tunggu orang. Lihat lah handphone ku juga terjatuh". Suara lembut, gemetaran begitu dekat di telinga Felipe.


Dengan wajah kesal dan marah laki-laki itu membalikkan tubuhnya. "Shitt. Kau harus bertanggung jaw..." Felipe terdiam.


"Iya, aku akan bertanggungjawab", ucap wanita itu sambil mengambil map, iPad dan iPhone milik Felipe juga miliknya. Ia segera memberikannya ke tangan Felipe yang tak henti menatap wanita itu.


"Sekali lagi maafkan saya tuan. Jika ada kerusakan saya akan mengganti nya segera. Saya permisi karena sudah di tunggu orang", ucap wanita itu buru-buru sambil berlari menuju lobby perusahaan CLEO COMPANY.


Felipe tak bergeming menatap punggung wanita berambut panjang yang di ikat itu sampai hilang dari pandangan matanya. Hingga terdengar bunyi klakson yang membuyarkan lamunan Felipe.


Laki-laki itu masuk ke dalam lobby dan langsung menuju lift khusus ke ruangan kerjanya Luca di lantai lima puluh.


Ting..


"Selamat siang tuan Felipe", sapa sekertaris Luca dengan hormat.


"Siang Casandra apa atasan mu ada di ruangannya?".


"Iya tuan. Tuan Luca saat ini ada di ruangannya".


"Oke aku langsung ke sana", jawab Felipe tersenyum sambil melangkahkan kakinya menuju ruangan Luca.


Ceklek..


"Luc, perut ku lapar. Kau mau makan apa? Aku mau pesan makan siang", ucap Felipe tanpa mengetuk pintu langsung menyelonong masuk keruang kerja Luca yang terlihat sangat sibuk.

__ADS_1


"Kau ini selalu saja mengejutkan. Tidak pernah mengetuk pintu kalau masuk ruangan orang", ketus Luca menatap tajam temannya itu yang terlihat masak bodoh.


Felipe menaruh map dan iPad-nya yang terlihat retak kacanya. "Wanita itu harus mengganti nya", gumam Felipe. Ia langsung duduk di sofa sambil mengambil handphone miliknya hendak memesan makanan.


Felipe mengusap layar iPhone milik nya. Terpampang wajah wanita cantik di layar handphone itu. "Ah Shitt... apa-apaan ini. iPhone ini bukan milik ku", ketus Felipe.


Luca menghentikan pekerjaannya. Melihat temannya yang nampak kesal itu. "Ada apa dengan mu Felipe?"


"Wanita itu menabrak ku di depan perusahaan mu ini. Ia salah memberikan iPhone miliknya ini padaku. iPhone milik ku dengannya. Sial sekali hidupku hari ini", ucap Felipe kesal sambil berdiri dan berkacak pinggang.


...***...


MUMPUNG HARI SENIN, BAGI VOTENYA YA KAKAK² 🙏


*


YUK BACA JUGA:



MARRIAGE AGREEMENT


PENGANTIN PENGGANTI


AIR MATA SCARLETT


SERPIHAN HATI ELLENA


MENJADI YANG KEDUA

__ADS_1


FIRST LOVE LAST LOVE



__ADS_2