BUKAN PELARIAN CINTA

BUKAN PELARIAN CINTA
I love you more


__ADS_3

I Love you..." bisik Radit tepat di telinga.


"Apa mas, enggak denger." Rain seperti tidak percaya dengan apa yang telinganya dengar barusan.


"Aku mencintaimu Rain." ulang Radit.


Bukan menjawab, Rain justru berlari..


"Ehh..." Kaget Radit.


"Peluk aku, dan kamu akan tau jawabannya." teriak Rain.


Radit mengejar Rain, dengan sigap memeluknya dari belakang.


"Kena kau Rain, jadi gimana hmm."


tanya Radit tak sabar.


"Memangnya mas Radit mau jawaban yang gimana," Rain mengulas senyum.


"Nakal ya kamu, godain terus. Ku makan baru tau rasa." Radit masih memeluk Rain yang kini justru membentangkan tangannya menghadap pantai.Angin sepoi-sepoi nan sejuk mampu menerbangkan rambut panjangnya.


"Aku mencintaimu Rain." Radit memeluk pinggang Rain dari belakang.


"Aku lebih lebih lebih mencintaimu mas Radit." Ucap Rain dengan seulas senyum.


Ia membalikan badan, mengalungkan tangannya di leher Radit, mendongak menatap mata Radit lekat.


Cupp! Radit mencium bibir Rain sekilas.


"Mas Radit..." pekiknya mundur, namun semburat merah menghiasi pipinya, ia malu.


"I love you Rain..." teriak Radit.


"I love you more."


Radit mengejar Rain yang semakin menjauh, Rain tampak bahagia sekali, kini Radit dan Rain sudah resmi menjadi sepasang kekasih.


"Berjanjilah satu hal..." pinta Radit.


"Apa mas?"


"Jangan tinggalkan aku seperti kamu meninggalkan Angga." Radit meminta, berharap Rain benar-benar tulus mencintainya.


"Kamu juga mas." Kini giliran Rain.

__ADS_1


"Apa???" tanya Radit.


"Berjanjilah akan selalu memperjuangkanmu, apapun masalahnya. Jangan memaksaku menerima apalagi menikah dengan orang lain seperti apa yang kamu lakukan pada Kenia." Terocos Rain dengan bibir mengerucut.


Gemas, Radit meras gemas sendiri melihat ekspresi Rain, ia mencubit pipinya, kemudian beralih ke hidungnya.


"Mas Radit," pekik Rain sembari mengusap hidungnya yang memerah.


"Sakit tau.."


"Rain, apapun yang terjadi, aku aja memperjuangkanmu. Sekalipun kamu sendiri yang mencoba melangkah pergi, akan ku kejar walau ke ujung dunia sekalipun. Kamu adalah duniaku, dan aku tak akan melakukan hal bodoh yang akan membuatmu pergi, aku mencintaimu Rain."


Seketika Rain langsung memeluk Radit erat.


"Terima kasih mas Radit sayang." bisiknya.


****


Matahari masih malu-malu menampakkan diri, Rain dan Radit memutuskan untuk mencari tempat untuk sarapan.


Betapa bahagianya mereka seperti pasangan sedang bulan madu, padahal semua ini di luar rencana.



"Mau makan apa?" tanya Radit setelah mereka memilih tempat duduk di tepi, ia bisa melihat dari atas hamparan pantai nan indah dengan suasana pagi yang masih berembun.


"Hmmm, apa ya mas yang enak." Rain bingung.


"Aku mau Roti panggang keju aja deh." ujarnya setelah berfikir lama.


Rain memang sangat menyukai roti panggang, apalagi jika itu buatan Radit.


"Ya sudah aku juga sama, coklat."


"Mbakkk.." teriak Radit memanggil pelayan.


"Iya mas."


"Mba Roti panggang keju coklat dua ya, sama capucinno hangat dua." pinta Radit.


Pelayan itu mengangguk, kemudian berlalu.


"Kok mix sih mas." Rain mengerucutkan bibir tanda protes.


"Karena kamu keju, dan aku coklat jadi kita harus memesan dua-duanya. Karena kamu dan aku sudah menjadi kita."

__ADS_1


Brushhhh!


Pipi Rain memerah seketika, " Mas Radit gombal." pekiknya, namun seulas senyum manis terbit diwajahnya.


"Kamu cantik, dan aku suka senyummu itu candu," Radit mencium tangan Rain membuat lagi dan lagi gadis itu melayang.


"Mas Radit, sudah akhh aku malu."


"Muka kamu merah sayang."


Deg..


Deg..


Rain merasakan jantungnya bekerja lebih cepat, bahkan berdetak hebat.


Meski ia tahu ini bukan kali pertama.


Pesanan makanan datang, Rain semakin berbinar.


"Rain..."


"Iya mas." Ia menatap Roti panggang itu tak sabar.


"Panggil aku sayang."


Seketika Rain melongo mendengar permintaan Radit, namun segera ia sadar dan menutup mulutnya.


"Maaf mas, eh sayang. Aku akan coba."


Radit terkekeh melihat kelakuan Rain yang semakin menggemaskan.


"Ayo makan, kamu laper kan." Rain mengangguk.


Kemudian meraih roti dan memakannya.


"Masih enakkan yang buat mas Radit." ujar Rain.


"Itu karena kamu mencintaiku sayang." ucap Radit.


"Apa hubungannya mas."


"Aku bilang, panggil aku sayang hmm."


"Iya sayang iya." Rain memutar bola matanya sembari menghabiskan roti panggang di tangannya.

__ADS_1


__ADS_2