
Rain dan Radit susah siap, Rain yang tampil cantik dengan gaun berwarna maroon panjang hingga mata kaki, namun belahan tinggi sampai ke paha, menampilkan kaki mulusnya terlihat sangat menggoda, ditambah bagian d*da dengan aplikasi v neck rendah membuat sang suami berulang kali menelan salivanya kasar.
Bagaimana tidak, penampilan Rain benar-benar sangat menggoda, jika bukan mengingat malam ini adalah pesta pernikahannya, mungkin Radit memilih mengurung sang istri di dalam kamar dan memakannya berulang-ulang.
"Cehh, kau terlalu menggoda untuk dilihat mereka sayang!" bisik Radit kesal, namun justru membuat Rain bersemu merah.
"Bilang saja aku cantik, iya kan?"
"Kau memang selalu cantik, bahkan ketika ingusan sekalipun." bukankah Radit sedang memuji, namun Rain justru memukul pelan lengannya.
Dua insan itu berjalan nenuju halaman rumah yang telah disulap menjadi tempat pesta.
Seluruh keluarga dan teman-teman Radit juga Rain berkumpul disana, menyaksikan sepasang pengantin yang berbahagia.
"Selamat ya, bahagia selalu." Ucap Angga bersama dengan Andre dan juga Neta, pagi tadi mereka berhalangan hadir.
"Tengkyu, Ngga!" Balas Rain.
"Selamat mas Radit, jaga Rainku!" Angga memeluk erat Radit layaknya sodara, "Heii dia Rainku sekarang," ucap Radit serius, sejurus kemudian terkekeh.
"Lekas nyusul," pesannya menepuk pelan pundak Angga.
**
Sekarang waktunya pesta dansa, namun kali ini kesetiaan mereka harus di uji, sebab persyaratan dansa adalah bertukar pasangan.
Semua sudah bersiap dengan pasangan masing-masing, Radit dengan Rain, Shaka dengan Kenia, Dion dan Viona, Andre dengan Neta.
Sedangkan Sam dan Kamila tidak ikut karena Kamila sedang hamil, begitu juga Angga yang tidak memiliki pasangan memilih duduk dan menonton mereka dari arah kursi.
Para orang tua hanya menggelengkan kepala melihat tingkah anak-anak mereka.
Zain dan Nora juga anteng berada di pangkuan para omanya.
"Aku berharap, aku bisa berdansa dengan Rain!" harap Andre, Neta kemudian mencubit pinggang laki-laki itu.
"Dasar, semua cowok sama aja, genit!" kesalnya.
"Ceh, untuk terakhir kali gapapa kan, siapa tau kamu juga bisa dansa sama pak Dion." bisik Andre, Neta langsung mengukir senyum.
Satu,
Dua, Tiga, lampu terang padam berganti dengan lampu warna warni yang temaram, menambah kesan romantis pesta.
__ADS_1
Saatnya bertukar pasangan, mereka melepas pasangan masing-masing lalu dengan cepat meraih siapa saja lawan jenis terdekatnya.
Takdir memang begitu, kadang kita dipertemukan bukan sebagai pasangan, melainkan tamu undangan.
Kini Radit dengan Kenia, Shaka dengan Rain, Dion dengan Neta dan Viona dengan Andre.
"Ceh, aku merasa berdosa telah menyentuh istri orang." gumam Radit di depan Kenia, kala tangannya tak sengaja meraih pinggang mantan kekasihnya itu.
"Ceh, kau fikir kau masih single, kau juga punya istri sekarang," Kenia terkekeh.
Sedangkan Shaka, ia tak fokus dan terus memandang ke arah Kenia yang sedang berdansa dengan Radit.
"Apa kau sedang cemburu sekarang, Shak?" Tanya Rain sembari terkekeh melihat pandangan Shaka yang tak lepas dari istrinya.
"Bagaimana denganmu?" Shaka menarik turunkan alisnya, "Tentu tidak, aku sangat percaya dengan kekasihku!" Seru Rain.
Sementara itu Neta mengulas senyum, keinginannya berdansa dengan Dion untuk terakhir kalinya terkabul.
"Apa senyum-senyum, saya potong gaji mau?" ancam Dion yang melihat Neta cengar-cengir.
"Ampun pak, hehe."
"Hmm, jangan halu yang enggak-enggak, aaya udah punya istri!" tekan Dion, Neta mengangguk, " Iya tau, pak!"
"Gue sendiri juga gitu, btw lo gak sakit hati kan Rain nikah?" tanya Viona.
"Sakit sih, tapi ada yang hatinya sakit lebih dalem noh!" Seru Andre sembari menunjuk ke arah Angga yang hanya diam menatap ke arah Rain.
"Lo awasin ya nanti, takutnya Angga bunuh diri."
"Ceh, Angga tak sebodoh itu, Vi."
Dansa telah usai, kini tinggal menikmati jamuan makanan dan minuman yang telah dipersiapkan khusus teman-teman dan Keluarga besar Radit dan Rain.
"Selamat ya, nak! Bahagia selalu." Ucap Wina dan Edward untuk Radit dan juga Rain.
"Makasih tante, om!"
**
Selesai pesta, dan saat semua orang pamit pulang.
Hanya menyisakan para pelayan yang sedang membersihkan sisa pesta, dengan tak sabar Radit membawa Rain ke lantai atas menuju kamarnya.
__ADS_1
"Malam ini akan menjadi malam kita kan?" bisik Radit, Rain merona dengan pipi sudah memerah bak tomat.
Pasalnya Radit akan meminta haknya malam ini juga.
Radit menenggelamkan wajahnya di ceruk leher sang istri, menikmati aroma Vanila yang menyeruak ke rongga hidungnya.
Barulah saat Rain lengah, ia kembali beraksi, mencium bibir sang empu dan mengabsennya.
Saat Radit ingin menyibak dress yang dikenakan Rain, gadis itu kembali memalingkan wajah malu.
"Lihat aku, sayang? kenapa malu?" pinta Radit.
"Kenapa, hmm?"
Rain menatap lekat mata Radit, keduanya terdiam sejenak dengan mata saling memandang.
Radit mulai mengambsen serta memberikan tanda-tanda cinta di tubuh Rain, saat ia berhasil menanggalkan pakaian sang istri, kini Rain sudah polos tanpa sehelai kain.
Butuh perjuangan hebat untuk mencapai sebuah penyatuan pertama, Radit tersenyum penuh arti kala mendapati mahkota sang istri terjaga suci.
"Makasih sayang!" ucapnya seraya mengecup kening sang istri yang kelelahan, kemudian ikut berbaring di sampingnya dan menarik selimut menutupi tubuhnya.
"Aku nggak mau lagi, rasanya sakit!" ucap Rain kala terbangun, meringis merasakan sakit juga perih.
"Ini hanya permulaan sayang, setelah hari ini rasanya akan membuatmu candu!" Seru Radit meyakinkan, bisq gawat jika sang istri tak mau melakukannya lagi.
"Benarkah, tapi kenapa masih sakit?"
"Tak apa, aku akan membelikan obat untukmu sayang, agar kita bisa melakukannya lagi!"seru Radit menyunggingkan senyum.
"Astaga lagi?" tanya Rain, padahal sudah sangat larut.
"Besok lagi, maksudku! sekarang tidurlah, aku akan memelukmu!" titah Radit.
.
.
.
***Mak, Vote mak, kasih bunga mak😭😭😭🤧
Othor lagi patah semangat gegara belum lolos kotrk🍉🙄***
__ADS_1