BUKAN PELARIAN CINTA

BUKAN PELARIAN CINTA
Pengantin baru


__ADS_3

Pagi menyapa, Radit terbangun dengan senyum yang tak pernah pudar. Mendapati istrinya tidur sembari memeluknya sepanjang malam adalah mimpi indah yang kini telah berubah menjadi nyata.


Puncak titik bahagia adalah ketika kita memiliki pasangan yang kita cinta dan juga mencintai kita.


Kini hidup Radit benar-benar bahagia bersama Rain, dan ia tak akan pernah lagi melepaskan apapun yang telah menjadi miliknya.


Sejenak ia menatap sang istri yang masih pulas bersama selimut, Radit kemudian bangkit membersihkan diri.


Radit pun sudah terlihat segar dengan pakaian casualnya, namun saat ia hendak membangunkan sang istri. Rain sudah lebih dulu bangun dan menatapnya tanpa berkedip.


"Sudah bangun sayang," Radit menghampiri Rain lalu mencium keningnya sekilas.


"Morning kiss.." sambungnya.


Lagi-lagi Rain mematung dengan pipi bersemu merah, hari pertama menjadi pengantin baru, Radit memperlakukannya begitu manis.


**


"Aku akan segera mandi." gugup Rain kemudian hendak beranjak namun tiba-tiba Rain meringis merasakan nyeri dibagian tubuhnya.


"Apa masih sakit?" Radit sudah paham, apa yang membuat istri tercintanya meringis lalu tanpa persetujuan, Radit membopong sang istri menuju kamar mandi.


"Aku akan siapkan air hangat untukmu, mandilah dan kita sarapan sama-sama."


Setelah menyiapkan semuanya, Radit meminta agar Rain segera mandi, namun istrinya malah diam mematung sembari memandanginya.

__ADS_1


"Apa perlu aku bantu mandi?"goda Radit.


"Enggak, sana keluar!" titah Rain dengan bibir mengerucut.


Radit menunggu di luar, sembari memainkan ponselnya, sepagi ini Shaka dan Dion sudah memberondonginya pertanyaan lewat Watshapp.


"Gimana lancar?" Pesan Shaka.


"Langsung kan, wah anj*r gue aja yang seminggu belum dapet *Emot mewek* " Dion.


Radit tak membalas pesan itu, "Dasar gila lu pada." umpatnya lalu memilih meletakkan benda pipihnya di atas nakas, mengabaikan orang-orang gak waras itu.


**


Rain keluar kamar mandi dengan tubuh lebih segar.


Beruntung Radit hanya melakukannya sekali, meski lama laki-laki itu memperlakukannya dengan begitu lembut.


**


Dua sejoli itu bergandengan tangan menuruni tangga, tampak bi Salis mengulas senyum menyambut keduanya.


"Selamat siang, Tuan muda, Nona muda, sarapan sudah siap!" ucap bi Salis dengan senyum.


"Baik, makasih bibiku yang cantik." Ucap Radit, kemudian bi Salis pamit kembali ke belakang.

__ADS_1


Rain hanya menggelengkan kepala melihat tingkah suaminya, jika di apartemen mereka lebih sering sarapan dengan roti selai atau panggang, berbeda dengan di rumah, semua sudah disiapkan oleh bi Salis.


Bahkan makanan di atas meja tampak menggiyurkan semua.


"Biar aku ambilkan," Rain mengambilkan nasi juga lauk untuk Radit, lalu mengambil lagi untuk dirinya.


"Makasih sayang." ucap Radit lalu memulai makan bersama Rain.


***


Mereka benar-benar menikmati hari pertama mereka menjadi suami istri. Buktinya, saat ini mereka sedang asyik menikmati keindahan taman bunga di belakang rumah, sepertinya memang Radit harus mengajak Rain segera bulan madu, mengingat ia hanya cuti seminggu dari rumah sakit.


Berbeda dengan Rain, urusan pekerjaannya bisa di atur selama pemilik Blackzone masih Dion sahabatnya, mau Rain cuti seenak jidatpun tak akan bermasalah.


Bahkan Dion memberikan cuti cuma-cuma untuk karyawannya saat ia dan istrinya pergi bulan madu. Jika diingat pasangan itu sungguh konyol bukan, menikah sudah seminggu tapi malam pengantin keduluan sama Radit dan Rain.


"Bagaimana kalo kita ajak mereka bulan madu bareng?" tanya Rain kepada Radit, mereka yang dimaksud adalah Dion dan Viona.


"Boleh juga, kasian Dion. Ularnya tak bisa masuk ke dalam gua." Radit terkekeh.


Sontak Rain mencubit gemas pinggang sang suami, lama-lama Radit ikutan somplak karena mulai hoby mengejek.


Radit dan Rain mulai mempersiapkan apa yang akan ia bawa ke Malang besok, ya Rain ingin sekali bulan madu ke Malang, jika ke pantai Rain sudah pernah.


Sedang Radit ia akan menuruti apapun keinginan istrinya, selagi ia bisa.

__ADS_1


Mereka juga sudah menghubungi Dion dan Viona, mengajaknya untuk ikut ke Malang.


__ADS_2