BUKAN PELARIAN CINTA

BUKAN PELARIAN CINTA
Tidak akan


__ADS_3

Bisakah aku sedikit serakah, dalam hal mencintaimu aku tak ingin berbagi bahkan dengan kenangan sekalipun..


Karena tujuan hidupku untuk kamu, bukan yang lain..


Raditya ~


Angga sedang berfikir keras, jika tidak bisa membujuk Rain untuk kembali padanya, Angga akan berusaha melalui Radit, Angga akan membujuk Radit untuk menjauhi Rain.


Awalnya ia berusaha ikhlas, mengingat Radit laki-laki yang baik, namun seingin jalannya waktu membuatnya bukan melupa tapi justru semakin tersiksa.


Tak bisa dipungkiri jika Angga masih sangat mencintai sosok Rain, sosok yang dulu selalu berada disisinya.


"Mas Radit," seru Angga, ia setengah berlari menghampiri Radit.


Setelah seharian menunggu laki-laki itu di parkiran apartemen Radit.


Radit cukup terkejut dengan kehadiran Angga, pasalnya sudah cukup lama mereka tidak bertemu, apalagi dengan kejadian tidak mengenakkan saat Rain bertemu Angga dengannya waktu itu.


"Eh, iya Ngga."


"Ada yang mau Angga bicarakan, mas Radit ada waktu?" tanya Angga, meski Radit adalah rival dalam mendapatkan hati Rain, sikap Angga masih terlihat sopan.


"Soal apa?" tanya Radit dengan alis bertaut, andai dia tahu jika yang Angga bicarakan adalah soal kekasihnya, mungkinkah Radit masih bisa bersikap santai?


"Soal Rain."


Jawaban Angga dengan wajah datar membuat Radit geram, apalagi ini menyangkut Rain kekasihnya.


Memang Rain adalah mantan kekasih Angga dulu, tapi tak bisakah laki-laki itu ikhlas.

__ADS_1


Bahkan Radit tidak akan pernah rela membagi cinta Rain, meski untuk sisa kenangan sekalipun.


Radit menatap Angga dengan tatapan menyelidik, sejurus kemudian ia meminta Angga ikut masuk ke dalam apartemennya.


"Ikut aku, Ngga!" titahnya kemudian berjalan lebih dulu memasuki lobi apartemen.


Dua laki-laki yang sedang memperebutkan satu wanita itu sama-sama diam, di dalam lift yang akan membawa mereka di lantai dimana apartemen Radit berada.


Ting!


Pintu lift terbuka, dan Angga masih setia mengekor hingga sampai di depan pintu apartemen Radit.


Ting!


"Masuk, Ngga." seru Radit dan Angga mengangguk, pandangannya menelisik setiap sudut apartemen milik Radit.


Apartemen mewah dengan desain maskulin, mendadak nyalinya menciut.


Angga mendapati foto Rain di sudut dinding apartemen Radit, ada rasa nyeri ketika melihat foto itu. Foto Rain terlihat seksi nan cantik, berbeda jauh ketika masih bersamanya dulu, mungkinkah Rain benar-benar sudah bahagia?



Radit sedang berkutat di dapur membuatkan minum untuk Angga, bagaimanapun Angga adalah tamu di apartemennya.


"Minum, gih." Seru Radit sembari meletakkan orange jus di atas meja.


"Mau ngomong apa?" tanya Radit.


Angga menghela nafas sejenak, menetralkan kegugupannya, "Mas Radit beneran cinta sama Rain?" pertanyaan Angga pertama yang terlontar.

__ADS_1


"Maksud kamu, langsung aja. Kalo masalah cinta itu sudah pasti, aku sangat mencintai Rain."


Glekk!


Susah payah Angga menelan salivanya, mendadak keringat dingin sekujur tubuhnya.


Jika sudah seperti itu, mungkinkah ia akan tetap egois dan mengejar kembali cinta Rain.


"Jujur mas, sampai saat ini perasaanku masih sama untuk Rain, apa mas Radit tahu?"


"Tahu, aku tahu semuanya, bahkan aku tahu kamu berusaha membujuk kembali Rain." ucap Radit datar.


"Mas Radit tahu? mas Radit gak marah?" kini Angga yang dibuat heran oleh sikap Radit, harusnya laki-laki itu menghajarnya atau memusuhinya sekarang.


"Tapi kenapa mas Radit masih baik sama aku?" seru Angga dengan nafas naik turun.


"Aku percaya sama Rain, dia kekasihku sekarang. Dan aku tidak akan pernah meragukannya, meskipun aku sendiri tak rela jika ia masih teringat masalalunya."


Santai Radit, kemudian memilih minum orange jus agar hatinya sedikit mendingin.


"Sebenarnya niat awalku meminta kesempatan dari mas Radit, untuk kembali sama Rain. Tapi gak jadi, aku fikir akan terlalu egois jika aku terus memaksakan perasaanku." Angga menjeda ucapannya lalu bangkit, "Mas, jaga Rain ya, aku mungkin tak akan bisa menjaganya lagi." pinta Angga, Radit ikut bangkit, memeluk Angga dan menepuk pelan pundaknya, " Tanoa kamu minta, aku pasti akan menjaganya dengan baik, Rain adalah cintaku, dan aku tak ingin kehilangan cintaku untuk kedua kali."


Detik ini juga, aku memilih mengubur rasaku, berdamai dengan masalalu meskipun terasa sulit, tapi aku tak ingin egois, kenyataannya melihat ia bahagia itu lebih dari cukup untukku ~ Angga.


**


Malam kembali, bersama gelap langit menutupi bintang-bintang, Radit merenung di balon kamarnya, menikmati seputung rokok dengan kopi menyertai kesendiriannya.


Ia enggan beranjak, meski rindu selalu hadir.

__ADS_1


Rain, wanita cantik yang benar-benar merubah hidupnya menjadi sesantai ini, Radit jadi lebih peduli dengan sekitar, tak melulu kerja dan abai dengan orang-orang terdekat.


__ADS_2