
Sebuah pesta mewah dengan dekorasi megah meghiasi sebuah rumah, yang tak lain milik Dion.
Hari ini adalah hari dimana ia akan menjadi seorang suami dari Viona.
Kini gadis cantik itu sedang berada di depan cermin besar, sebuah kamar dengan desain minimalis dengan kasur king size. Kamar yang mungkin sebentar lagi akan menjadi kamar pengantin mereka.
Viona menatap pantulan wajahnya, ia masih tak menyangka akan menikah begitu saja.
Bukankah keputusannya terlalu cepat? mungkinkah Dion hanya pelarian cintanya? bagaimana mungkin, ia masih saja polos dan belum mengenal cinta. Berbeda dengan Rain yang pernah pacaran, Viona sama sekali belum pernah tau seperti apa rasanya jatuh cinta.
Dan begitu Dion mengutarakan niat menikahinya, Viona si gadis polos itu mengangguk begitu saja.
'Apa harus semendebarkan ini, bukankah aku akan menikah? tapi kenapa rasanya seperti mau terkena serangan jantung? ahh jantungku sepertinya bermasalah.' monolog Viona di depan cermin, tangannya mengusap-usap dada agar segera detak jantungnya kembali normal.
"Bee," panggil Dion dari arah luar sembari mengetuk pintu, Viona menutup pintu kala dirinya dimake up oleh salah satu tukang make up dari WO ternama.
"Iya, bee." sahut si empu namun ia bingung harus membuka pintu atau tidak, mendadak ia merasa nerveus bertemu calon suaminya.
"Biar saya yang buka nona." tawar perempuan yang telah berhasil menyulap Viona menjadi cinderella.
Sebut saja Mawar, hanya saja tak ada duri.
Ceklek!
Dion mematung sesaat, melihat penampilan Viona yang luar biasa. Melihat Dion mematung justru membuat Viona menunduk dengan pipi bersemu merah, bagaimana tidak ia tak lagi dapat menetralkan debar jantungnya.
Sejurus kemudian Dion menyunggingkan senyum manis.
"Kamu cantik, bee." serunya tanpa sadar, lagi-lagi berhasil membuat Viona tersipu malu.
"Ak-aku, aku gugup!" ungkap Viona dengan tubuh bergetar.
Dion langsung mengambil tisu dan mengusap pelan keringat di wajah Viona, "Jangan gugup, nanti cantikmu hilang."
__ADS_1
Si Mawar hanya mengulas senyum, melihat keuwuan alami pasangan itu, seperti malu-malu tapi mau.
Dan ketika asisten keluarga Dion memberitahu bahwa di bawah semua sudah siap, Dion segera mengajak Viona turun ke bawah.
..
Sorak bahagia terdengar begitu ramai, kala dua pengantin itu memasuki halaman yang akan menjadi saksi janji suci pernikahan itu dimulai.
Kini Dion dan Viona berhadapan, lalu setelah janji suci pernikahan terucap dari kedua insan itu.
Semua tamu undangan bersorak, meminta Dion dan Viona berciuman, sebagai tanda bahwa mereka kini resmi menjadi sepasang suami istri.
"Bisakah aku menciummu sekarang?" bisik Dion.
"Tapi aku belum pernah berciuman." ungkap Viona malu-malu.
Dion semakin melebarkan senyum di bibirnya.
Dion mencium bibir Viona sekilas, membuat si empu mematung sesaat.
Para tamu undangan pun ikut bersorak gembira.
***
Rain menggigit bibirnya, ia terharu dengan pernikahan Viona. Sahabatnya itu masih terlalu polos, bahkan Rain bisa melihat dari saat Dion menciumnya tadi.
"Kamu pengen, hmm." bisik Radit tepat di telinga.
"Hah," kejut Rain, ia sangat malu dengan wajah sudah memerah.
__ADS_1
"Aku, aku enggak! aku masih ingin hura-hura." alibi Rain.
"Beneran?" goda Radit, entah kenapa melihat ekspresi Rain saat menyaksikan sahabatnya menikah justru membuatnya semakin gemas, dan ingin segera menjadikannya istri.
"Nikah yuk? biar samaan bahagianya kaya mereka." seru Radit dengan tatapan lurus pada sepasang pengantin yang berbahagia.
"Kapan?" tanya Rain ragu-ragu.
"Lusa bagaimana ?" tawar Radit dengan seulas senyum, namun Rain justru menunduk.
"Harus secepat itu?" gumam pelan Rain.
"Iya dong, masa kita yang pacaran mereka yang nikah duluan, gak mau kalah dong!" seru Radit.
Suasana pesta pernikahan itu tampak ramai, bukan hanya dari keluarga club Blackzone tapi juga dari keluarga besar Admaja serta kolega bisnis keluarga Dion turut memeriahkan pesta.
Begitu pula Shaka dan Kenia yang hadir membawa dua anak kembarnya, Rain bahkan tak lagi sungkan, ia langsung ingin menggendong Nora.
"Mas, sepertinya Rain sudah cocok menjadi ibu, jadi kapan kalian nyusul?" seru Kenia bercanda.
"Benarkah, aku masih belum yakin."
"Jadi kau meragukanku sayang." ucap Rain dengan tatapan tajam mengarah ke Radit.
Si Radit nyengir kuda, " Ampun, iya iya besok kita nikah ya? tapi nanti malam nyicil dulu." celetuk Radit dan langsung mendapat jeweran keras oleh Rain.
.
.
.
Like komen dan votenya kakak😭😭😭❤
__ADS_1