
Sementara itu, di bawah sudah ada Dion dan Viona yang kembali, dengan membawa sebuah kado dan kue. Tak lupa saat Rain pergi, Radit sudah menyiapkan surprise kecil-kecilan dengan dibantu bi Salis.
Mengisyaratkan agar Dion dan Viona bersembunyi di tempat yang sudah Radit tentukan, lalu mereka semua akan muncul bersamaan dengan Radit membawa turun istrinya.
"Pokoknya gue makasih banget buat kalian ya, gue cuma pengen bikin dia bahagia." Radit tak henti-hentinya mengucap makasih, padahal tanpa diminta pun Dion dan Viona pasti akan melakukannya.
Sementara Radit ke atas, sepasang suami istri itu saling mengobrol.
"Bee, aku sebenernya udah pengen kasih selamat dan meluk Rain dari tadi, aku tahan-tahan juga, tadi sempet aku ngusilin dia, pura-pura sedih gitu." Viona bercerita.
"Terus gimana responnya?" tanya Dion.
Viona mengulas senyum, "Rain memang terbaik, ia sahabat terbaikku sepanjang masa, aku jadi bersalah ikut andil sama kebohongan suaminya, Ck!"
"Bohong demi kebaikan apa salahnya," Dion menyeringai lebar, ia diam-diam meraih benda pipih, mengabari anak-anak Blackzone untuk datang ke rumah Rain.
**
Di dalam kamar, Radit mondar-mandir, menunggu sang istri keluar, tak sabar.
Beberapa detik kemudian, Rain sudah keluaf dengan balutan kimono di tubuhnya.
"Mas, bukannya mas tadi.." Rain tersentak, kala melihat suaminya sudah berdiri modar mandir, seingatnya, Radit tadi sedang tidur dengan selimut menutup hampir seluruh tubuhnya, sekarang malah suaminya, menunggu.
"Mas, kok kamar tidurnya...."
Rain begitu takjub dengan ranjang yang berubah nyaris mirip seperti saat ia malam pertama.
"Kejutan, aku menunggumu sayang." ucap Radit, lalu memeluk sang istri.
Rain masih mematung, belum mengerti.
"Tapi mas..."
"Nanti malam, ini masih terlalu sore untuk menikmatinya." bisik Radit kemudian beralih menatap sang istri yang sudah bersemu merah. Radit merapikan anak rambut Rain, nenangkup kedua pipi sang istri dengan tangannya sebelum akhirnya mendaratkan ciuman di kening begitu lama.
"Hai anak ayah, pinter-pinter ya di dalam sana! Jangan menyusahkan mama!" Tak lupa rutinitas menyapa si buah hati dengan mengajaknya bicara dan mengusapnya lalu menciumnya.
"Dia menendangku, sayang!"
"Dia membalas sapaanmu mas!" protes Rain.
Berfikir sejenak kemudian teringat sesuatu.
"Katanya sakit?" ucap Rain lagi. Radit diam, lalu menyiapkan dress untuk istrinya.
"Pakai ini, dan ikut aku ke bawah." titah Radit, Rain hanya bisa menurut. Dalam hatinya masih diliputi rasa penasaran, apakah suaminya sedang berbohong?
__ADS_1
Rain merias diri di depan cermin, setelah siap ia menghampiri Radit.
"Sudah, ayo kita turun!" ajak Rain. Namun, sebelum Radit mengajaknya turun, ia sudah mempersiapkan penutup mata untuk istrinya.
"Tutup matamu." Radit memasang penutup mata di wajah Rain. Rain hendak menolak, ia takut.
"Tenang, aku akan membantumu turun, pelan-pelan."
Lalu dengan hati-hati, Radit membawa turun Rain ke lantai bawah, disana sudah ada Dion, Viona dan sebagian teman-teman Blackzone.
"Sudah belum, yang. Aku beneran takut ini, takut kena sesuatu terus jatuh!" alibi Rain, "Tenang aja, ada aku!" ucap Radit.
Dengan sabar, Radit membimbing Rain, turun ke bawah menuju ruang tamu. Lalu mengisyaratkan agar Dion, Viona dan yang lain keluar bersama dengan dia membuka penutup mata Rain.
"Aku hitung sampai tiga, satu! Dua! Tiga." Radit membuka penutup mata.
"Happy birthday to you, Rain Anastasya." ucap mereka serempak bersama dengan tiga kue berangkakan 25, Rain mematung! Ia bahkan lupa jika hari ini adalah hari ulang tahunnya.
Radit membimbing Rain ke arah sofa, meraih satu kue yang ia persiapkan. "Happy birthday for you sayang, doa terbaik dari yang terbaik." Radit meminta Rain meniup lilin, sejenak Rain memejamkan mata, meminta harapan setelah itu, meniupnya.
"Terima kasih, sayang! Makasih ya kalian, aku terharu!" Selalu begitu, mata Rain berkaca-kaca.
Meniup lilin satu persatu, dilanjutkan dengan memotong kue.
Potongan pertama, "Untuk sumber kebahagiaanku, suami tersayang!" Rain menyuapkan potongan kue pertama kepada Radit, dengan senang hati Radit menerima.
Potongan kedua, untuk Viona dan yang ketiga untuk Dion. Setelahnya, yang lain mendapat potongan kue satu-satu.
**
Menjelang malam, mereka mengadakan acara pesta bbq di kebun, semua ide ini murni dari Radit yang mempersiapkan.
"Jadi kalian sengaja ikut andil ini semua." celoteh Rain, Dion dan Viona mengangguk, "Sorry, gue gada niat buat bohong loh, mereka yang maksa." seloroh Viona melirik Radit dan Dion. Mereka terkekeh bersama, sembari makan beraneka daging dan sosis panggang, sambil mengobrol dengan suasana syahdu taman belakang.
Selesai acara, Dion dan Viona pamit pulang.
Tinggalah kini dua insan, menikmati malam berdua di kursi taman.
"Makasih mas, kamu selalu buat aku bahagia." ucap Rain bersandar di bahu Radit.
"Sudah kewajibanku membahagiakanmu dan calon anak kita sayang! Masuk yuk, udaranya dingin, enak di kamar." ajak Radit.
Seketika Rain teringat kamar mereka yang sudah dihias bak kamar pengantin, apakah suaminya akan memakannya malam ini?
"Ayo, sayang nanti kamu sakit!" Radir bangkit mengulurkan tangan kepada Rain, Rain langsung meraihnya.
Dua insan itu berjalan beriringan menuju kamar.
__ADS_1
Begitu sampai di kamar, Radit duduk di ranjang, meminta Rain duduk disisinya.
"Sini..."
"Apa kamu mau memakanku mas?" tanya Rain,
"Tergantung, udah sini.." Radit menepuk kasur sebelahnya.
Rain mendekat, "Tapi aku benar-benar lelah!" keluh Rain, kakinya pegal-pegal sekali karena seharian mengelilingi mall.
"Aku tahu, aku hanya ingin kamu istirahat! Sekarang berbaringlah, aku akan memijat kakimu!"
Rain lagi-lagi menurut, ia berbaring, dan dengan lembut Radit memijat kaki Rain. "Maaf aku sengaja membuatmu kelelahan,"
"Tak apa mas, aku seneng. Sudah mas, sekarang tidurlah di sampingku." ujar Rain.
Radit ikut merebahkan diri, mengulas senyum kepada sang istri yang mulai terlelap.
Jemarinya tergerak, mengusap-usap kepala agar tidurnya sang istri pulas, Radit memeluk Rain, dan tanpa sadar Rain menenggelamkan wajahnya di dada bidang suami, tempat paling nyaman saat lelap.
Tidurlah, mimpi indah sayang..
Aku hanya ingin kita seperti ini, di posisi nyaman ini, tidur memelukmu sepanjang malam bersama indahnya mimpi~
Tak butuh waktu lama, Radit ikutan terlelap bersama Rain. Bahagia sekali rasanya, mereka dengan segala cinta dan sayang serta nikmat yang mengalir.
Radit adalah sosok penyayang, terbukti ia begitu menyayangi dan mencintai Rain.
Ia ingin, istrinya bahagia disisinya, tak perduli bagaimana masalalu mereka, yang terpenting untuk masa kini adalah cinta mereka akan abadi selamanya..
.
.
.
.
***Hallo readers tersayangku, terima kasih sudah stay always di novel ini, jangan lupa kasih like komen, atau kasih aku bunga biar semangat!
Btw season 1 hampir selesai ya, mungkin akan lanjut season 2, maaf banyak hal yang aku skip karena kejar tayang..
Pokoknya makasih sangat, buat yangs setiaa..
Btw ini hari keramat ya 17 juni, hari terpatahnya author ๐ช***
__ADS_1
Mampir gih, mampir ya? wajib mampir lo! Insyaallah tulisan lebih rapi๐ Aku masih tahap belajar loh, boleh kok kasih komen gitu kalo ada typo pasti aku terima..