
Radit memandangi lekat wajah sang istri, kemudian teringat akan bisikan horor Shaka.
"Apa mau melakukannya sekarang?" tanya Rain dengan wajah polosnya. Ia tahu, tugas seorang istri adalah melayani suami, terutama hal ranj*ng, Rain sempat membrowser di google kemarin.
Radit menggeleng, sembari tersenyum.
"Nanti aja, aku takut kamu nggak bisa jalan nantinya sementara nanti malam masih ada pesta pernikahan kita." Radit menyelipkan Rambut Rain kebelakang telinga, lalu mengecupnya pelan.
"Ampun, geli sayang!" pekik Rain sedikit menjauh.
Radit menarik turunkan alisnya, "Aku nggak ngapa-ngapain, hmm!"
Perlahan Rain kembali mendekat, menenggelamkan wajahnya di dada bidang milik suami.
"Sekarang kita sudah resmi menjadi suami istri, kamu mau punya anak berapa?" tanya Radit, seketika membuat pipi Rain bersemu merah, baru beberapa jam mereka menikah, Radit sudah membahas hal sesensitif itu dengannya.
"Dua." sahut Rain malu-malu, "Gimana kalo empat?" tawar Radit, seketika Rain menggeleng, membayangkannya saja Rain sudah ngeri.
**
Radit dan Rain merebahkan diri sejenak, waktu dua jam mereka gunakan untuk istirahat mengingat nanti malam masih ada pesta.
"Cehh, tidak ada tanda-tanda mereka melakukannya, berhentilah menguping dudul!" ujar Shaka, dia dan Dion memang berencana menguping malam pertama Radit, Sam yang melihat itupun menggelengkan kepala, heran.
"Ck! Kan elu yang ngajakin gue, lupa heh!" omel Dion.
"Wkekw, itu karena elu kalah ama Radit, masa udah nikah seminggu belum haha hihi."
__ADS_1
"Cehhh, itu karena istriku datang bulan dudul." Alibi Dion tak mau kalah, "Dan gue jamin elu dulu pun sama, iyakan?" Dion menarik turunkan alisnya.
Shaka terdiam, merasa yang dikatakan Dion benar adanya.
Merasa tak mendapat respon jawaban dari Shaka, tawa Dion pecah seketika.
"Hmm, sepertinya diantara kita hanya Sam yang paling beruntung karena langsung mendapatkan malam pertamanya." gumam Dion.
"Cehh, Diamlah! ayo kita pergi!" ajak Shaka memilih pergi dan mengurungkan niatnya menguping bersama Dion.
Dua jam cukup untuk Rain dan Radit melepas lelah.
Rain kini terbangun, mendapati wajah damai Radit yang tertidur pulas sembari memeluknya begitu erat.
Senyum manis terbit di wajah cantik Rain, ia benar-benar bahagia dan bersyukur mendapatkan pendamping seperti Radit.
"Kenapa melihatku seperti itu sayang? Apa ketampananku bertambah berlipat-lipat setelah menjadi suamimu?" goda Radit memandang lekat wajah Rain.
Tanpa sadar, Rain mengangguk.
Radit mengulas senyum melihat ekspresi istrinya yang begitu menggemaskan.
Tangannya membelai wajah sang istri, lalu dengan jail mencubit pelan hidung Rain.
"Akh, kenapa dicubit, yang?"
"Gapapa, gemes aja."
__ADS_1
***
Rain memutuskan mandi terlebih dahulu, barulah Radit.
Gadis itu keluar dari kamar mandi dan menggunakan kimononya.
Radit memandang sang istri tak berkedip, pemandangan indah yang akan dia nikmati setiap hari setelah hari ini adalah istrinya.
Tak ingin tergoda oleh lekuk tubuh sang istri yang seksi, buru-buru Radit masuk ke dalam kamar mandi, menutup pintu dengan cepat.
"Astaga, suamiku kenapa? Apa aku terlihat aneh?" gumam Rain, memandangi dirinya di depan cermin, heran.
Selang beberapa menit, Radit sudah keluar dengan handuk yang melilit pinggang, tubuh kekarnya terlihat sempurna, tak ada cacat sedikitpun.
"Apa aku terlihat keren, sayang?" tanya Radit yang melihat Rain mematung karena dirinya.
Betapa narsisnya Radit setelah menikah.
"Tidak sama sekali, sekarang bersiaplah satu setengah jam lagi pesta akan dimulai." Seru Rain, ia kemudian beranjak dan memilih gaun yang akan ia pakai nanti malam, juga tak lupa mempersiapkan pakaian untuk Radit.
Saat Rain sedang berdiri memilih pakaian, tiba-tiba dari belakang Radit memeluknya, melingkarkan tangan di pinggang Rain dan menyandarkan kepalanya di pundak.
"Jangan begini, aku malu." ungkap Rain.
"Tak apa, perlahan kamu akan terbiasa dengan kita yang seperti ini." bisik Radit kemudian mengecup leher sang istri dan memberikan tanda kissmark disana.
"Kenapa di gigit?" omel Rain.
__ADS_1
"Itu tanda kepemilikan sayang, karena sekarang kamu seutuhnya hanya milikku." bisik Radit lagi.