Cahaya Cinta Tania

Cahaya Cinta Tania
Jalan Bukan Kencan (2)


__ADS_3

Dua jam menonton rasanya pegal juga. Udara dingin ac membuat Tania beser, ia pun pamit pada Irwan untuk ke toilet sebentar begitu keluar dari bioskop. Irwan duduk menunggu di sebuah bangku sambil memainkan ponselnya. Sepuluh menit kemudian Tania datang dan ikut duduk disebelah Irwan.


"Mau langsung pulang atau kemana dulu nih?" tanya Tania.


"Kita makan dulu aja ya lagian masih jam setengah empat ini" ajak Irwan.


"Oke deh tapi sholat dulu ya kayaknya udah masuk ashar" ucap Tania. Irwan mengangguk setuju. Setiap jalan ma cewek pas waktu sholat gak pernah tuh mampir ke musholla, aku gak inget waktu dan si cewek pun ga ngingetin bisik Irwan dalam hati.


Selesai sholat Tania mentouch up make up nya sedikit biar gak terlihat pucat. Jalan sama cowok keren jangan sampai malu-maluin pikirnya. Di luar ternyata Irwan sudah menunggu. Aura tampannya keluar kalau habis sholat. Mukanya terlihat bersinar. Merekapun berjalan beriringan mengelilingi mall. Tania masuk ke toko aksesoris dan membeli beberapa bros cantik. Saat menoleh kebelakang ia tidak mendapati Irwan, kemana itu orang ya pikirnya.


Tidak jauh dari toko aksesoris, Irwan datang sambil senyum ke arah Tania sambil menyodorkan sebuah paper bag ke Tania.


"Apa ini A?" tanya tania.


"Buat kamu, tadi pas kamu anteng pilih aksesoris aku ke toko boneka barusan" jawab Irwan.


"Boneka? buat aku?" tanya Tania lagi


"Iya lah buat kamu kan aku ngasihnya ke kamu".


"Ohhh aku kira buat adiknya A Irwan. Adik A Irwan kan cewek juga. By the way makasih ya hehehe" ucap Tania sambil membuka paper bag tersebut dan ternyata isinya sebuah boneka kelinci betina berwarna pink sedang memegang bantal berbentuk love dan ada tulisan I Love You ditengahnya.


"Wahhhhhhh lucu bingitsssss" seru Tania.


"Hehehehhe iya kaya kamu" gombal Irwan.


"Ish gak usah gombal ya. Jangan bilang ini sogokan biar hati aku cepet luluh ya" ledek Tania.


"Ya gak lah ngapain tanggung nyogok pake boneka kecil biar kamu mau sama aku. Kalo niat nyogok mah pake cincin berlian sekalian biar gak bisa nolak hahahahaah" canda Irwan yang membuat Tania tertawa.


"Ya lain lagi kalo yang dideketinnya cewek matre mah pasti mau gak pake nolak. Aku kan bukan cewek matre, eh tapi kan sekarang mah cinta gak ada uang mah gak jalan hahahha" ucap Tania.


"Iyalahhh zaman sekarang emang mau makan pake cinta doank?" tanya Irwan


"Ya enggak atuh, harus pake uang juga kan tadi aku bilang. Bahan makanan kan mesti di beli pakai uang"


"Yaudah sekarang kita makan yuk. aku laper" ajak Irwan.


"Hayuk tapi traktir ya" ucap Tania sambil mengacungkan tangannya.

__ADS_1


"Kamu ini malu maluin aku aja. Aku yang ngajak ya pasti aku yang bayar. Lagian ngomongnya jangan keras-keras kan kedengeran orang malu" ucap Irwan sambil menarik Tangan Tania seraya mengajaknya pergi ke food court. Tania celingukan, benar saja orang pada ngeliatin.


"Ya lagian A Irwan ngajak aku nonton tapi tadi yang bayarin cemilan sama minum aku yang bayar" jawab Tania cemberut yang tidak menyadari tangannya dipegang oleh Irwan.


"Beuhhhh ini anak itungan banget deh" gerutu Irwan.


"Iya iya maaf atuh kan becanda lagian aku mah gak apa apa bayar sendiri juga heheheh" ucap Tania sambil memamerkan deretan giginya.


Food court berada di lantai paling atas, mereka berjalan menyusuri mall dengan menaiki tangga eskalator. Tania masih belum menyadari dari tadi tangannya masih di gandeng oleh Irwan. Kaki mereka sudah mendarat di lantai paling atas dan berjalan menuju food court.


"Ehm gandengan aja udah kayak truk." Ledek seseorang yang sedang berjalan menenteng banyak paper bag dengan sebelah tangan dan tangan satunya lagi dimasukkan ke saku celana.


Tania serasa mengenali suara tersebut, lalu menoleh. Deg.....A Nicko, ngapain dia disini? Apa dia sengaja ya ngikutin aku kesini biar bisa diledekin? Tania membatin. Tania baru sadar ternyata dari tadi ia bicara dan berjalan dengan Irwan tangannya itu digandeng oleh Irwan. Reflek ia melepaskan Tangannya, Irwan hanya bisa menatap penuh tanya. Siapa laki-laki ini ganggu aja, kalo gak ada ini orang Tania gak akan menyadari tangannya yang aku gandeng, lirih Irwan dalam hati.


"Ngapain A Nicko kesini? Mata-matain aku ya?" tanya Tania penuh selidik dengan pedenya.


"Pede amat kamu. gak liat ini bawa belanjaan gini? Tuh aku diajak kanjeng ratu nganter dia buat beli kain. Lagi enak tidur juga di paksa bangun" ucap Nicko menoyor kening Tania sambil memperlihatkan barang bawaannya. Dari kejauhan ada Ibu-ibu yang memanggil Nicko dan benar saja itu ibunya Nicko. Tania malah cengengesan di depan Nicko.


"So' ngartis lu. Makanya jangan terlalu banyak nonton drama jadi liat orang yang lu kenal di mall disangka mata-mata lu. Lu kira gue detektip conan, Tanikuk?" gerutu Nicko.


"Yaa maap" ucap Tania dengan wajah memelas.


"Yaudah A Nicko aku pergi duluan ya mau makan. Selamat jadi bodyguard, salam sama mamah ya. Eh lupa kenalin ini A Irwan. Irwan menyodorkan tangannya dan dibalas ukuran tangan juga oleh Nicko. Mereka pun berpisah.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Tadi siapa Tan?" tanya Irwan sambil menyuap nasi ke mulutnya. Selepas pertemuannya dengan Nicko tadi Irwan dan Tania bergegas menuju tempat makan dan memesan makanan, Nasi bakar dan ayam bakar sambal tomat.


"Ohhh tadi itu A Nicko temen kerja aku" ucap Tania santai.


"Kok keliatannya deket banget?" selidik Irwan.


"Iya emang kita mah deket banget"


"Oh gitu" ucap Irwan terlihat gurat kecewa pada ucapannya .


"Iya aku juga sering main ke rumah A Nicko, udah kenal deket sama keluarganya juga" ucap Tania.


Banyak juga ya yang deketin dia. Banyak saingan nih gue, apalagi ini udah deket sama keluarganya pula. Gue sepanjang deket ma cewek belum pernah dikenalin ma keluarga. Hmmmmm peluang makin dikit kalo gini ceritanya.

__ADS_1


Lirih Irwan dalam hati. Tania melambai-lambaikan tangannya didepan wajah Irwan.


"Heh kenapa melamun?" tanya Tania. Irwan pun terkesiap.


"Eh gak papa. Udah lama kamu deket sama Nicko?"


"Lumayan. Tapi aku mah paling deket sama sobatnya A Nicko"


"Cewek?" tanya Irwan.


"Cowok. Namanya A Yudha" jelas Tania.


"Yudha? yang chat sama kamu pas tadi kita lagi nonton?" tanya Irwan memicingkan matanya sinis.


"Iya dia temen kerja aku juga. Aku deket sama A Yudha, A Nicko, sama Iqbal. Mereka itu 3 serangkai. Sobat banget di pabrik. A Yudha itu penolong pertama aku waktu aku kesusahan waktu training. Disaat aku di marahin atasan dia selalu bantu aku. Sampai sekarang dia juga selalu ada buat aku. Ngerasa punya kakak laki-laki. Suatu hari kita lagi main di rumah A Nicko, mereka menobatkan diri mereka buat jadi kakak laki-laki aku. Aku dianggap adik sama mereka. Aku seneng banget, secara aku kan anak pertama, eh di tempat kerja dapet kakak ketemu gede, 3 orang sekaligus lagi" jelas Tania sambil menyuapkan suapan terakhir ke mulut.


"Jadi kamu sama yang namanya Nicko sama Yudha gak ada hubungan spesial sama sekali?" tanya Irwan penasaran sekaligus senang peluang besar di depan mata.


"Iyalah sebatas adik kakak an aja"


"Gak ada getaran-getaran apaaaaa gitu layaknya cewek normal pada umumnya?"


"Ishhh enak aja emang aku gak normal?" ucap Tania sambil memukul tangan Irwan. Yang di pukul senang saja sambil tertawa.


"Hahahah bukan gitu. Aku kan gak bilang kamu gak normal. Cuman aku tanya selama kenal mereka kamu gak ada perasaan lebih pada salah satu diantara mereka?"


"Awalnya ada sih, ke A Yudha. Dia itu orangnya kalem, cool, manis, bijak, ahhh pokoknya de best buat aku. Tapi lama kelamaan aku sadar yang aku rasain mah cuman sebatas kagum aja bukan cinta"


Tania menceritakan tentang persahabatannya dengan 3 serangkai. Irwan memperhatikan dengan seksama. Benar bicara dengan Tania menyenangkan sekali, mulai timbul banyak getaran di hati Irwan.


Cerita pun berakhir setelah Irwan mengantarkan Tania pulang menjelang maghrib. Ia merasa senang sekali setengah hari ini ditemani gadis imut yang membuat hatinya bergetar. Padahal Tania sederhana sekali, supel dan tentunya sangat apa adanya. Tidak seperti cewek yang sering Irwan dekati kebanyakan pura-pura polos, so' manja, dan sebagainya....


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hay readers yang baik hati jangan lupa dukung author ya, like dan vote nya juga agar author semakin semangat nulisnya ...🥰🥰🥰


Terimakasih ..


With ❤️

__ADS_1


Santii_Chan


__ADS_2