Cahaya Cinta Tania

Cahaya Cinta Tania
Mengantar


__ADS_3

Sesuai janjinya, hari sabtu ini Tania akan menemani Neng untuk membeli hadiah di sebuah mall yang sering Tania kunjungi. Tidak salah, Neng mengajak Tania untuk mengantar sebab Tania bisa di ajak untuk berdiskusi atau sekedar diminta sarannya.


Neng tidak berani mengajak Yudha, kakaknya sebab sebenarnya ia membeli hadiah untuk teman yang bukan sekedar temannya a.k.a kekasih hatinya. Jaman sekarang anak SMP udah ngalahin orang dewasa, sudah berani go show untuk berpacaran.


Tania mengingatkan Neng ataupun Salwa agar tidak berlebihan dalam urusan percintaan. Bukan hanya dari sisi umur mereka yang belum cukup, tapi bahaya pergaulan akibat percintaan yang berlebihan yang membuat Tania khawatir. Kalau hanya untuk menambah semangat belajar dan nilai bagus sih oke-oke saja, tapi kalau sampai membuat nilai akademik menurun dan berlebihan ya konsekuensinya harus diakhiri.


Neng bingung dan tidak tahu hadiah macam apa yang akan diberikan, sambil melihat-lihat, masuk ke toko satu dan lainnya membuatnya semakin bingung.


"Neng, sebenarnya cari kado yang gimana?" tanya Tania mengusap kakinya yang sedikit pegal karena sudah hampir satu jam berkeliling belum mendapatkan apapun.


"Gak tau atuh teh, bingung ini" ucap Neng menggaruk-garuk rambutnya yang tidak gatal.


"Emang kesukaan dia apa?"


"Dia mah suka musik, masa aku kasih kaset DVD kan gak spesial atuh"


"Yaudah atuh gitar aja, gimana?"


"Maunya sih itu, tapi kemahalan" keluh Neng.


"Budgetnya berapa?" tanya Tania.


"Cuman tiga ratus ribu" bisik Neng di telinga Tania. Budget segitu bagi anak SMP biasa sudah besar apalagi untuk mendapatkannya harus menabung dulu dari sisa uang jajan.


"Hmmm, gimana kalo boneka?" usul Tania.


"Masa cowok dikasih boneka sih teh" protes Neng.


"Hahaha kan biar spesial" ucap Tania tergelak melihat ekspresi Neng yang bete. "Lagian aku juga bingung gak tau mau ngasih ide apa soalnya aku gak pernah kasih kado buat cowok yang ada aku selalu dikasih sama cowok haha" ucap Tania dengan percaya diri.


"Ih nyebelin ah teteh mah. Jadi nyindir nih ceritanya?" ucap Neng.


"Enggak atuh ih jangan baperan, jelek tau" ujar Tania sambil mencubit pipi gembil Neng.


"Eh gimana kalo jam tangan?" usul Tania.


"Wah ide bagus tuh. Kenapa aku gak kepikiran dari tadi ya" ucap Neng sambil berjalan menggandeng lengan Tania menuju toko jam Tangan.

__ADS_1


"Teh, pilihin donk aku bingung nih" bisik Neng.


"Silahkan kak dipilih mau model yang kayak gimana dan untuk siapa?" tanya seorang SPG yang cantik jelita.


"Hmm sebentar Mbak" ucap Tania sambil melihat-lihat.


"Mbak, aku mau cari jam tangan buat anak remaja cowok yang simpel tapi bagus dan harganya murah" ucap Tania.


"Oh mari sebelah sini kakak" ucap SPG itu mengarahkan pada etalase yang berjajar jam tangan untuk pria.


"Bagaimana dengan ini kak?" tanya SPG itu mengasongkan sebuah jam tangan warna hitam model g-shock kw.


"Gimana Neng mau gak?" tanya Tania kepada Neng.


"Harganya berapa kak?" tanya Neng.


"Ini kami kasih murah aja kakak dan sedang ada potongan harga dari dua ratus tujuh puluh lima ribu menjadi seratus lima puluh ribu aja ditambah lagi free batu jamnya" jelas Mbak SPG.


Neng tampak menimbang-nimbang, Tania yang melihat ekspresi bingung Neng disampingnya lalu berinisiatif bertanya kepada SPG.


"Kalau untuk cepuknya kita gak kasih gratis kakak, kami jual disini dua puluh lima ribu aja" ucap Mbak SPG ramah dengan senyum yang tidak lepas di wajahnya semenjak tadi.


"Gak gratis aja nih" ucap Tania kekeuh meminta gratis. "Nanti kita jadi langganan disini deh" rayu Tania. Mbak SPG tampak menimbang-nimbang dan langsung berdiskusi bersama rekannya.


"Oke deh kak kalo gitu. Tapi ini khusus untuk kakak aja ya. Kalo untuk yang lain mah kita jual heheh" ucap Mbak SPG.


"Yes, makasih banyak loh Mbak. Insya Allah makin berkah dan banyak pelanggan ya Mbak. Udah mah SPG nya ramah, pelayanannya juga super" puji Tania.


"Aamiin...makasih do'anya kakak. Rekomendasiin ke temennya ya kalo nyari jam tangan bagus tapi murah dari toko kami ya" ucap Mbak SPG sambil mengambil uang dua lembar seratus ribuan dari tangan Neng dan langsung memberikan kembaliannya.


"Terimakasih atas kunjungannya, semoga puas membeli barang dari kami" ucap Mbak SPG menangkupkan tangannya di dada dengan senyum yang masih terpampang di wajahnya.


Tania dan Neng keluar toko jam tangan dengan sumringah.


"Teteh makasih ya, untung ada teteh jadi aku gak bingung nyari hadianya apa tambah lagi aku puas sama yang di beli. Kalo sama A Yudha mah gak akan bisa sabar kayak teteh" cerocos Neng.


"Cowok mah emang gitu Neng. Otaknya udah di setting gak mau ribet kayak cewek. Laper nih, kita makan dulu yuk sekarang biar teteh traktir deh" ajak Tania.

__ADS_1


"Kok teteh yang traktir sih? Aku masih ada sisa uang buat makan mah" ucap Neng.


"Udah uangnya kamu simpan aja buat keperluan kamu. Eh, ngomong-ngomong A Yudha tau kamu punya pacar?"


"Enggak. Heheh" kekeh Neng. "Kalo tau habislah aku" lanjutnya lagi.


"Iyalah masih kecil juga dah main pacaran aja"


"Hiburan dikala penat belajar atuh teh. Kalo Salwa udah punya pacar juga?" tanya Neng. Salwa dan Neng seumuran hanya beda bulan lahir saja.


"Gak tau. Setau teteh mah hanya punya gebetan dan masih terobsesi dalam kehaluannya buat jadi pacar Jongkook"


Obrolan terus berlanjut sampai mereka memesan makanan. Untuk mengganjal perut yang lapar mereka memesan nasi tutug oncom. Mereka begitu menikmati makanan yang terhidang di depan mata sambil mengobrol hangat. Meskipun sudah sangat dekat mereka jarang sekali bertemu makanya sekalinya bertemu obrolan ngaler ngidul akan mengalir dengan banyak pembahasan yang tiada hentinya.


"Aduh teh, kenyang banget aku" ucap Neng mengusap perutnya yang kekenyangan.


"Abisin sayang tuh nasinya sedikit lagi. Nanti minta pertanggung jawaban loh" ucap Tania.


"Perutnya udah gak bisa nampung lagi. Aku kibarin bendera putih aja deh" ucap Neng melambaikan tangannya depan Tania. Tania tersenyum geli melihat tingkah Neng.


Disebuah meja yang tidak jauh dari Tania dan Neng duduk, ada sepasang mata yang dari tadi mencuri pandang ke arah Tania berada. Ia duduk bersama wanita yang berbeda dengan wanita yang dulu ia gandeng di pernikahannya Sari. Tania yang diperhatikan hanya cuek saja karena tidak menyadarinya. Pasalnya pengunjung di waktu weekend ini sangat ramai.


Siapa ya kira-kira???


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hay hay readers, mohon maaf baru bisa up lagi.


Terimakasih banyak bagi yang sudah sudi memberikan apresiasi yang baik bagi karya saya "Cahaya Cinta Tania"..


Do'akan ya semoga karya author bisa lulus review dan segera di kontrak oleh pihak noveltoon...


Terimakasih..


With ❤️


Santii_Chan

__ADS_1


__ADS_2