
Irwan POV
Dari sekian banyak cewek yang aku dekati dia berbeda. Setelah aku keluarkan jurus gombalku biasanya cewek lain akan bergelayut manja kepadaku. Lain halnya Tania, jurus gombalku tidak mempan. Ia terlalu berhati-hati. Satu yang membuatku kagum, gadis ini sering mengingatkanku dengan ibadah, menasihatiku agar tidak masuk kejalan yang sesat..
Hahahhaah sesat memangnya aku aliran hitam, ada-ada saja. Sejak pertemuan pertama aku mencuri lirik melihatnya, dia menarik, tubuhnya yang mungil dan berjilbab mempunyai daya tarik bagiku. Bahkan dengan adikku saja badannya jauh, adikku mempunyai perawakan tinggi besar meskipun masih kelas sepuluh SMA. Jika disandingkan mungkin akan terlihat seperti adik dan kakak. Lucu.
Tidak sabar rasanya ingin segera besok, bertemu dengan dia pasti menyenangkan. Mendengarkan suaranya saja menciptakan keceriaan yang berbeda dihati. Selepas video call tadi aku senyum-senyum sendiri, yaa biasanya cewek-cewek yang akan seperti itu setelah aku telepon, lah ini kebalikannya. whats wrong with me? apa ini saatnya aku berubah meninggalkan segala kebiasaanku? apa aku bisa??
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Musik mengalun dari kamar Tania. Seperti biasa lagu dari Lee seung gi diputar sampai ke berbagai lagu soundtrack drakor. Hari libur setelah beres pekerjaan rumah ia habiskan untuk rebahan, cuman sebentar dan gak tiap hari pikirnya. Salwa kebagian membantu ibu memasak di dapur, Bapak mencuci motor dan memandikan sijagur ayam bangkok jantan kesayangannya.
Drrrrtttt......Drrrttttt.....Drrrrttttt.... Ponsel Tania bergetar tanda panggilan masuk. Yudha yang memanggil, dipencetnya tombol hijau.
"Assalamualaikum, A" salam Tania
"Waalaikumsalam, kamu lagi apa?" tanya Yudha
"Seperti biasa kalo libur mah lagi santai"
"Itu laporan patahan jarum kamu belum bikin ya? Pak Mul telepon aku kalo bisa sekarang ya nanti aku bawa ke rumah kamu buat dikasihin ke Pak Mul" ucap Yudha to the point.
"Astaghfirullah aku lupa A. Yaudah bentar aku kerjain dulu niatnya mau bikin kemarin jadi lupa. Satu jam lagi siap nanti A Yudha kesininya ya" jelas Tania
"Oke. Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
Laporan jarum yang patah harusnya ia kerjakan kemarin setiap hari jum'at. Sebab kemarin Pak Mul tidak masuk maka Tania bermaksud mengerjakannya di rumah biar santai. Ternyata Pak Mul kalo masalah kerjaan selalu terdepan harus segera selesai tidak bisa dinanti-nanti. Tak menunggu lama Tania langsung menyelesaikan laporannya dan mengirimkan pesan kepada Yudha.
__ADS_1
20 menit kemudian Yudha pun datang. Karena Pak Mul menyuruhnya segera mengantarkan laporannya ia pun tidak mampir dulu ke rumah Tania.
Mentari sudah memancarkan sinar teriknya. Waktu dhuhur segera tiba, Tania segera menuju kamar mandi membersihkan diri dan wudhu. Adzan berkumandang, kewajiban pun di tunaikan. Hari ini Tania memilih baju tunik yang baru dan celana kulot putih. Warna pastel dipadukan dengan jilbab phasmina warna coklat susu, make up natural seperti biasa dan jangan lupa parfum.
Ting.....Bunyi pesan masuk.
"*Udah siap? Aku bentar lagi otewe". Irwan.
"Udah. Tapi udah sholat belum? Sholat dulu biar tenang jangan sampai lupa kewajiban". Tania.
"Udah ini baru selesai. Aku otewe sekarang ya, kamu tunggu depan gang". Irwan.
"Okok". Tania*.
Cuaca kebetulan hari ini cerah, panasnya lumayan menyengat juga. Untung Tania memakai sepatu keteplek yang tertutup jadi gak akan terlalu panas nantinya. Ia pun berpamitan kepada Bapak dan Ibu sambil memakai tas selendang kecil yang senada dengan sepatunya.
Di gang Tania sudah menunggu kedatangan Irwan sambil memainkan ponselnya. Tiba-tiba ada suara yang mengagetkan tania.
"Ih si Mang ngagetin aja. Biasa atuh anak muda jangan ngerem wae di rumah bisi jamuran hahahha. Mau ke si Bapak Mang?" tanya Tania.
"Iya atuh sok mumpung masih muda dan belum nikah kenyang kenyangin dulu nanti udah nikah mah jadi serba terbatas. Iya, si Bapak ada dirumah?"
"Ada lagi nonton Tv barusan mah" ucap Tania yang dibarengi dengan suara klakson dari Irwan. Tania dan Mang Surya pun menoleh.
"Eleuhhh geningan jeung lalaki inditna (eleuh ternyata sama cowok perginya) atuh ada bahan cepet nikah ini mah kalo udah ada calonnha mah" goda Mang Surya.
"Ihh apaan sih Mang Surya mah gaje orang temen biasa juga. Udah ah Tania pergi dulu bisi keburu panas banget" ucap Tania.
"Iya sok hati-hati" ucap Mang Surya melambaikan tangannya.
__ADS_1
Setiap weekend jalanan pasti agak ramai lancar ditambah lagi cuaca yang mendukung.
"Pegangan dong Tan meni kaku gini serasa tukang ojek aku" keluh Irwan. Tania menurut dengan memegang jaket Irwan. Dari jauh aja tercium bau parfum khas laki-laki. Maskulin. Irwan selalu memperhatikan penampilannya sendiri. Katanya kalau rapih, bersih, dan wangi kan tambah enak dipandang, serta gak akan malu-maluin kalo jalan sama cewek.
Sesampainya di bioskop Irwan bertanya mau nonton apa. Tania hanya menjawab terserah aja asal jangan film horror kalau ada mah film yang romantis komedi. Irwan bergegas memesan tiket, Tania membeli 2 minuman dan 2 popcorn original.
Pintu teater telah di buka....
Mereka pun masuk dan menikmati film yang disuguhkan sambil memakan cemilan yang dibeli sebelum masuk tadi.
Drrttt.....ponsel Tania bergetar tanda pesan masuk.
"Andai kamu tadi ikut aku ke rumah Pak Mul dijamin kenyang dah". Yudha.
"Emangnya kenapa?". Tania.
" Istrinya Pak Mul beli pizza banyak katanya kirain kamu sama aku yang dateng. Baik banget dia beda jauh sama Pak Mul yang sangar, istrinya mah lemah lembut cangkang keong". Yudha.
"Oh kirain apa. Gapapa gak dapet traktir istri Pak Mul. Hari ini aku kan dapet traktiran nonton gratis. hahaha. Lagian cangkang keong mah keras atuh A". Tania.
"Wahahahahah aku lupa kamu kan lagi jalan sama si Irwan itu yah. Sorry ganggu 😜. Iya yang lembut mah ulat sutra hahaha". Yudha.
Asyik berbalas pesan ternyata yang disebelah dari tadi memperhatikan. Mukanya terlihat bete. Tania yang anteng tidak menyadarinya kalau Irwan tidak berdehem. "Ehmmmmm"
Tania menoleh. "Chat sama siapa sih asik banget sampe yang dipinggir dikacangin, film juga gak ditonton". Protesnya.
"Eh, maaf A. Ini A Yudha chat aku" jawab Tania.
"Yudha? Siapa dia?" Tanya Irwan penuh selidik seperti cowok yang cemburu melihat ceweknya chat dengan yang lain.
__ADS_1
"Nanti aku cerita kalau filmnya udah beres" ucap Tania yang akhirnya mereka menikmati filmnya sampai beres.
Keluar dari bioskop Irwan mengajak Tania untuk makan sambil mengobrol santai. Siapa tau ia dan Tania bisa lebih dekat lagi.