Cahaya Cinta Tania

Cahaya Cinta Tania
Siblings


__ADS_3

Sepulangnya dari kotsan Mbak Sofie, Tania segera membersihkan dirinya dan menunaikan sholat ashar. Ia hampir lupa untuk menghubungi Yudha, diambilah ponsel dan mengirim pesan singkat kepada Yudha.


"A, aku udah sampe rumah baru pulang dari Mbak Sofie" tulis Tania.


Lama tidak ada jawaban dan pesannya pun belum terbaca oleh Yudha. Ia merebahkan badannya diatas kasur, lalu memutar lagu kesukaan di ponselnya hingga ia pun terlelap.


Tokkk.....Tokkk....Tokkk.....


"Teteehhhhhhhh bangun udah mau maghrib ini pintunya kok di kunci?" teriak Salwa dari luar kamar.


"Tetehhhhhhh" sekali lagi ia mengetuk pintu dan berteriak membangunkan Tania namun masih tidak ada jawaban.


"Naon atuh de meni berisik. Udah tau mau maghrib kamu malah teriak teriak" protes Ibu.


"Tuh teteh ini udah mau maghrib, pintunya di kunci, setel musik keras lagi, kayaknya mah tidur, Bu" ujar Salwa.


"Kalo di gedor sama di teriakkin gak di respon, nih ibu punya cara jitu" ucap Ibu sambil meraih ponsel diatas meja dan terlihat menelepon.


"Ih, si Ibu mah malah teteleponan bukannya si teteh bangunin" ucap Salwa yang di respon oleh Ibu dengan isyarat untuk diam.


Tutttt.....Tutttt.....Tutttt ... Telepon tersambung, agak lama juga menunggu jawaban.


"Haloo, Assalamu'alaikum" jawabnya.


"Wa'alaikumsalam. Bangun, buka pintunya" perintah Ibu. Salwa mengangguk tanda mengerti ternyata Ibu menelepon Tania untuk membangunkannya. Benar saja langsung di jawab dan Tania pun membuka pintunya.


"Tuh, kan Ibu mah pinter soalnya teteh kamu mah tidak bisa lepas dari hp" ucap Ibu bangga dan Salwa malah memanyunkan bibirnya.


"Ada apa, Bu?" tanya Tania ketika membuka pintunya dengan mata berkedip-kedip ciri khas orang yang baru bangun tidur.


"Ada apa, ada apa? Tuh udah mau maghrib, tidur kayak kebo. Adik kamu gedor-gedor pintu sama teriak-teriak apa gak kedengeran?" tanya Ibu.


"Gak denger bu hehehe" kekeh Tania.


"Beneran tidur kayak ****** aja si teteh mah" ujar Salwa.


"Kamu sodaranya ******" timpal Tania. "Ada apa atuh de, teteh lagi nikmat tidur juga. Jarang-jarang bisa libur kerja di hari kerja"

__ADS_1


"Aku mau minta uang buat bayar pesenan makanan online"


"Ish atuh minta ke Bapak atau Ibu"


"Teteh kan belum ngasih jatah uang jajan sama aku minggu ini. Katanya udah gajian"


"Beuhh ari masalah uang mah meni semangat" ucap Tania sambil berlalu ke kamarnya.


"Berapa harganya?" tanya Tania setelah keluar lagi dari kamarnya membawa dompet.


"56 ribu, tambah aku lagi pesen baju sweater online 97 ribu jadi 154 ribu semuanya" ucap Salwa santai.


"Astagfirulloh" ucap Ibu dan Tania kaget.


"Gila, sehari jajan anak abege sampe 150 ribu" ucap Tania menggelengkan kepalanya.


"Gak tiap hari juga atuh, teh. Sesekali ini mah biasanya juga jajan seblak Teh Apong 5 ribuan" ucap Salwa merengut.


"Iya sehari tapi ngabisin jatah jajan seminggu. Teteh aja gak abis segitu"


Meskipun adiknya itu selalu membuatnya kesal, tapi Tania sangat menyayangi adik satu-satunya itu. Dan walaupun ngomel dengan kelakuan adiknya hari ini, Tania tetap saja memberikan uang kepada Salwa.


Abege jaman sekarang sukanya jajan online dibanding pergi keluar bersama teman. Tania dulu tidak begitu, jajan suka barengan sama teman-temannya beli siomay di Bi Ucih. Jaman sudah berbeda karena kemajuan teknologi yang semakin canggih. Tidak perlu capek pergi keluar tinggal pesan saja makanan pilihan kita terus menunggu pesanan datang sambil duduk cantik di rumah.


Mamang kurir yang mengantarkan makanan untuk Salwa tiba saat adzan maghrib tiba. Kali ini giliran Tania yang menyuruh Salwa agar beribadah dahulu sebelum makan. Salwa menurut karena kalau membangkang, konsekuensi jatah mingguan uang jajannya akan di stop oleh kakaknya.


Selesai Sholat, Tania mengecek ponselnya yang sedang di charger, melihat apakah ada balasan dari Yudha. Ternyata sama saja pesannya masih belum terbaca. Ia pun memutuskan untuk keluar kamar dan ikut mencicipi jajanan Salwa.


Tania kira jajanan Salwa itu makanan apa ternyata cuman pangyam dan minuman boba. Pangyam adalah sejenis makanan seperti mie ayam hanya saja pangsitnya di sajikan dengan dipotong-potong kecil dengan saus khas yang kental berbeda dengan mie ayam yang kadang pakai saus tomat dan sambal serta kecap.


"Euhh enak ternyata de" ucap Tania sambil menyuap terus kedalam mulutnya.


"Ih atuh teteh beli donk aku kan jadi gak kenyang ini" protes Salwa.


"Sok atuh pesenin sekalian buat Bapak sama Ibu" titah Tania. Untuk menunggu pesanan datang waktu yang di perlukan hanya 30 menit. Efektif juga dibanding jauh-jauh pergi beli sendiri. Setelah kenyang Tania memutuskan untuk masuk kembali ke kamarnya dan berniat menonton drakor on going dengan rating tertinggi. Tapi sebelumnya ia menunaikan kewajibannya dulu beribadah kepada sang maha pencipta.


Menonton sambil tiduran sudah jadi kebiasaan Tania apalagi pakai headset. Saat dipertengahan cerita, ponselnya berdering panggilan masuk dari Yudha.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum, a"


"Hoaaammmm wa'alaikumsalam. Lagi apa kamu?"


"Lagi nonton drakor, lagi seru-serunya eh A Yudha telepon"


"Hadeuuhh aku ganggu atuh yah. Yaudah tutup aja teleponnya kalo gitu"


"Ishh gak ganggu juga. Meni sensi gitu, baru bangun tidur?"


"Iya, aku tidur selepas ashar tadi, gak ada yang bangunin jadi bablas gak sholat maghrib dan baru bangun sekarang" Tania menengok jam dinding di kamarnya, sudah jam 9 malam itu artinya Yudha tertidur pulas sekitar 6 jam lamanya.


"Beuh itu tidur apa pingsan?" tanya Tania sedikit meledek.


"Gak tau hahaha. Libur sehari bikin nikmat tidur" ucap Yudha. "Kamu tadi pulang jam berapa dari Sofie?"


"Aku tadi pulang udah adzan ashar. Pantesan ya aku chat gak di baca apalagi di jawab"


"Iya makanya aku langsung telepon kamu begitu bangun liat chat kamu"


"Oh gitu. Alamat begadang atuh kalo jam segini baru bangun tidur. Awas nanti besok kerja malah ngantuk"


"Yah aku usahain buat gak begadang ini juga, niatnya mau lanjut tidur lagi setelah nelepon kamu"


"Heh sholat isya dulu, jamak tuh sholat maghribnya pamali ninggalin ibadah"


"Iya, iya bawel yaudah atuh yah kalo gtu aku mau lanjut tidur"


"Hehh dibilangin sholat dulu, A"


"Hahah iya nyonya bawel. Yaudah yah Assalamu'alaikum"


"Wa'alaikumsalam".


Panggilan telepon berakhir, Tania melanjutkan kembali menonton drakor yang tadi terpotong oleh panggilan dari Yudha. Jaman now siapa sih yang gak ikutan kena syndrom tersongkang-songkang, yang membuat penontonnya gak ingat waktu maunya maraton nonton drakor tapi untuk menonton episode selanjutnya harus rela menunggu beberapa hari.


Kakaknya terpincut drakor dan adiknya kepincut Kpop, Korea memang gak ada tandingannya bagi anak muda jaman sekarang. Tapi tetap NKRI tetap no.1 dihati.

__ADS_1


__ADS_2