Cahaya Cinta Tania

Cahaya Cinta Tania
Khawatir


__ADS_3

"Nicko !!!" panggil seseorang saat bubaran pabrik. Nicko menoleh begitu keluar dari parkiran."Si kampret" umpat Nicko mengerlingkan matanya malas.


"Tania masih di dalem?" tanya-nya.


"Ngapain lu nanyain si Tanikuk? Kurang puas lu" ujar Nicko sinis.


"Maksud lu apa?" tanya-nya dengan nada meninggi.


"Mending lu pulang aja gak perlu nungguin si Tanikuk" ucap Nicko.


"Gue mau ketemu dia"


"Percuma tau gak" ucap Nicko lagi.


"Iya maksud lu apa?"


"Males gue ngomong sama lu" ucap Nicko meninggalkan orang itu dengan tanda tanya.


"Asem lu" umpatnya. Tidak lama Mbak Sari bersama teman-temannya keluar.


"Mbak Sari" panggilnya sambil melambai ke arah Mbak Sari.


"Kamu Irwan kan ya? Ada apa ya?" tanya Mbak Sari yang ragu mengenali Irwan.


"I...Iya Mbak. Apa Tania-nya masih di dalam? Tadi saya telepon hp nya gak aktif" ucap Irwan.


"Ada perlu apa?" tanya Mbak Sari yang kini nada bicaranya sudah berbeda seperti Nicko tadi.


"Saya mau ketemu Tania" ucap Irwan.


"Oh gak perlu kesini kalo mau ketemu" ucap Mbak Sari.


"Memangnya kenapa?" tanya Irwan.


Lama Mbak Sari terdiam, ia ragu untuk bilang kalau Tania sakit dan itu gara-gara cowok breng sek di depannya ini. Bagi Mbak Sari Tania adalah teman terbaik, itulah sebabnya saat ia mengetahui tentang insiden di pernikahannya ia pun ikut geram dengan sikap Irwan.


"Mbak .. " ucap Irwan dengan nada memohon.


"Sebenernya aku gak mau ngasih tau kamu" ucap Mbak Sari terpotong

__ADS_1


"Jadi gimana Mbak?" Tanya Irwan


"Tania sakit" ucap Mbak Sari sambil memalingkan mukanya ke arah lain. Dilihatnya suaminya, Aris sudah menunggu.


"Sakit? Sakit apa Mbak? Dari kapan?" tanya Irwan bertubi-tubi.


"Kamu mau tau Tania sakit apa? Emang kamu peduli? Sama perasaannya aja kamu gak peduli, ngapain juga nanya-nanya. Urus aja tuh cewek-cewek cantik seksi kamu. Gak rido aku kalo Tania sampe jatuh ke cowok breng sek kayak kamu" ucap Mbak Sari pedas sambil berlalu ke arah suaminya dan meninggalkan Irwan sendiri yang tenggelam dalam lamunannya.


Tania sakit? Sakit apa dia? Apa gara-gara gue nyakitin dia? Apa gue berlebihan ya? Gak bisa mikir nih gue... Taniaaaaa... Lirih Irwan dalam hatinya. Setelah kepergian Mbak Sari, ia pun berbalik menaiki motornya. Dari dalam gerbang Yudha yang melihat Irwan tersenyum miring.


"Hah setelah Tania sakit baru lu mikir" gumam Yudha sambil menyalakan motornya.


Sepanjang perjalanan pulang pikiran Irwan terus berkecamuk antara khawatir dan kesal dengan perlakuan para sahabat Tania. Bukan salah gue juga si Tania sakit, yang salah ngapain juga dia mikirin gue sampe sakit gerutu Irwan dalam hatinya.


Begitu sampai di rumah Irwan melemparkan tasnya diatas kursi lalu merebahkan badannya diatas kursi. Membuka ponsel dan lagi ia mencoba untuk terus menelepon Tania tapi tetap saja nihil ponsel Tania masih tidak aktif. Karena kesal akhirnya ia membuka sosial medianya lalu mencari hiburan dengan memberi like pada salah satu akun cewek cantik.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Sesuai janji dan amanat dari Pak Mul, Yudha membeli banyak makanan serta buah-buahan dan multivitamin untuk Tania. Dari supermarket ia langsung bergegas menuju rumah Tania.


Tok.....Tok....Tok....


"Assalamualaikum..." ucap Yudha sambil mengetuk pintu.


"Masuk A" ucap Ibu mempersilahkan.


"Iya, Bu. Gimana Tania sekarang, Bu?" Tanya Yudha.


"Masih sama kayak tadi, panasnya belum turun, gak mau makan juga" ucap Ibu terdengar khawatir.


"Udah di kompres, Bu?" Tanya Yudha.


"Belum ,A. Dari tadi dia tidur terus Ibu mau bangunin kasian gak tega jadinya" ucap Ibu.


"Aku boleh liat sebentar bu?" tanya Yudha meminta ijin.


"Boleh, A. Ayo". Yudha mengikuti Ibu dari belakang menuju kamar Tania. Dibukanya pintu kamar, terlihat Tania sedang tidur dengan keringat dingin mengucur di dahinya. Hati Yudha teriris melihat adik kesayangannya terbaring lemah.


"Kompres aja dulu, Bu. Tapi dia udah minum obatnya?" tanya Yudha.

__ADS_1


"Iya sebentar Ibu bawa dulu air buat ngompresnya" ucap Ibu sambil berlalu ke dapur. "Tadi udah makan tapi cuma satu sendok terus minum obat" ucap Ibu kembali muncul ke kamar Tania sambil membawa wadah berisi air kompresan di tangannya. Kemudian Ibu menempelkan handuk kecil di dahi Tania. Yudha memegang tangan Tania dan mengusapnya lembut.


"Bapak kemana, Bu?"


"Bapak lagi dines luar, tadi di telepon Bapak khawatir banget denger anaknya sakit. Udah pengen pulang aja padahal dinesnya dua hari lagi di luar kota" ucap Ibu.


"Ya pasti lah Bapak khawatir, Bu. Tadi orang-orang di pabrik aja pada khawatir banget. Pak kepala Bagian aja yang segitu galaknya tadi perhatian banget. Malah ini makanan dan buah-buahan sama multivitamin aku disuruh sama Pak Kabag beliin buat Tania".


"Aduh jadi ngerepotin ini, A" jawab Ibu sungkan.


"Gapapa, Bu. Tania anaknya baik, rajin, supel makanya semua orang sayang sama dia"


"Alhamdulillah kalau gitu, A. Dia kadang suka pura-pura kuat padahal dalamnya rapuh" ucap Ibu sambil memandangi wajah anaknya.


"Iya betul, Bu"


"A Yudha makan dulu disini ya. Ibu tadi habis ashar udah masak".


"Wah Kebetulan aku lagi lapar, Bu. Maklum pulang kerja hehehehe" ucap Yudha sambil nyengir.


"Ya udah atuh hayu kita makan. Tania kayaknya efek dari obat makanya tidurnya pules".


Ibu senang jika Yudha sudah main ke rumah, katanya serasa punya anak laki-laki. Secara anak Ibu semuanya perempuan, Tania dan Salwa. Kalau ada Bapak pasti sudah di ajak main catur, sayang Bapak sedang dinas luar kota jadi tidak bisa main bersama Yudha. Sudah kebiasaan Salwa suka berdiam di kamar kalau sudah pulang sekolah, apalagi yang dilakukan anak abg jaman sekarang selain stalking gebetan, main di aplikasi joged-jogedan dan entah apalagi.


"Bu, aku mau pamit pulang aja udah mau maghrib juga. Salam buat Tania ya, Bu semoga demamnya udah turun" ucap Yudha berpamitan sambil mencium tangan Ibu.


"Iya atuh makasih banyak ya, A. Maaf hari ini udah di repotin banyak. Hati-hati dijalannya, salam buat Mamah sama ayah ya" ucap Ibu melambaikan tangannya.


"Iya, Bu. Nanti disampaikan. Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam".


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hmmmmm Si Irwan plin plan amat ya jadi orang. Author juga kadang heran sama si Irwan ini, padahal kan itu tokoh buatan author sendiri. Gengsi bilang sayang, udah kebiasaannya disayangin mulu sama para cewek jadi aja menganggap Tania kaya kremesan ayam heheheh...


Dukung author terus ya dengan like, komen dan vote biar author rajin up nya. Semoga karya author ini bisa menghibur kalian di tengah pandemi....


Stay safe untuk semuanya, jaga kesehatan dan selalu bahagia.... Semoga bumi kita lekas membaik. Tetap patuhi protokol kesehatan.

__ADS_1


With ❤️


Santii_Chan


__ADS_2