Cahaya Cinta Tania

Cahaya Cinta Tania
Bercanda Sayang...


__ADS_3

"Tes" tulis Tania dan dikirim kepada Akbar.


Lama tidak ada balasan dan pesannya belum terbaca. Mungkin sibuk kali ya gumam Tania.


"Ahhh beneran gabut deh gak ada kerjaan bikin bosen. Nonton terus mata perih, ah nyuruh Salwa aja deh pesen makanan. Kalo lagi datang bulan rasanya pengen yang pedes-pedes" oceh Tania sambil beranjak ke kamar adiknya.


"De, pesen makan lah" pinta Tania, dilihatnya Salwa tengah menonton BTS dan Exo pada channel Youtube.


"Pesen apaan?" ucapnya sambil mendelikkan matanya karena merasa terganggu saat sedang menonton idol favoritnya.


"Yang enak terus pedes" ucap Tania sambil berpikir kira-kira makanan apa yang cocok dengan keinginannya.


"Seblak?" tanya Salwa dan hanya di jawab gelengan kepala oleh Tania.


"Pangyam?" Tania masih juga menggeleng.


"Bakso?"


"Mie ayam?"


"Cilok?"


"Dimsum?" ucap Salwa menyebutkan semua makanan dan masih ditanggapi dengan gelengan kepala. "Apa atuh malah aku yang jadi bingung. Mau makanan aja mikirnya lama, yang ngidam juga gak gitu-gitu amat" protes Salwa.


"Mietul aja de tapi paket komplit yang pedes" ucap Tania akhirnya menemukan makanan yang ia inginkan.


"Yaudah atuh mikir gitu aja lama" masih dengan protes yang belum berakhir. "Pesen berapa? Masa satu sih udah numpang pesenin juga"


"Pesan aja dua, tapi kamu bayar sendiri" ujar Tania.


"Ih gak bisa gitu lah"


"Ya udah, teteh yang bayar. Cepetan pesen gak usah ngomel mulu teteh males ribut"


"Ya udah iya kanjeng ratu" ucap Salwa yang dihadiahi toyoran kepala oleh Tania. Ia pun kembali lagi ke kamarnya sambil menunggu pesanan tiba.


Sambil rebahan, ia membuka ponselnya dan ternyata Akbar sudah membalas pesannya.


"Check satu dua check"


"Check sound kali ah"


"Bisa aja ukhti"


"Lagi kerja ya. Sorry ganggu"


"Udah selesai kok makanya bisa pegang hp. Lagian mau sholat ashar lanjut siap-siap nunggu jam pulang"


"Oh seperti itu"


"Emang kamu gak sibuk gitu?"


"Sibuk apaan?"

__ADS_1


"Ya sibuk kerja atuh kan ini masih jam kerja"


"Aku gak masuk kerja hari ini"


"Loh kenapa? Sakit?"


"Kamu orang kesekian yang nanya seperti itu hahaha"


"Eh seriusan ini nanya"


"Kamu sakit?"


"Enggak, sehat kok. Cuman di pabrik lagi sepi orderan jadi aja sebagian karyawan di rumahin"


"Oh gitu. Kirain kamu sakit"


"Ngedo'ain orang sakit dosa loh"


"Eh bukan ngedo'ain, aku kan khawatir sayang"


"What? Sayang? Jangan bikin ge'er deh"


"Hahaha canda sayang #ngarep"


"Apaan maksud caption #ngarep"


"Ga ah, secret"


"Kamu gak bayar pake aplikasi gitu?"


"Gak ada saldo. Udah mana cepet kasian tuh mamang ojolnya nungguin" pinta Salwa dan Tania mengasongkan selembar uang lima puluh ribuan.


Percakapan chat Tania dan Akbar terhenti karena teriakan Salwa dan pesanan sudah datang. Karena saking laparnya ia sampai lupa untuk membalas pesan.


Tidak sia-sia Tania memesan Mietul paket komplit. Selain rasanya enak, toppingnya juga melimpah ada bakso, sosis, sayuran, telur dan tentunya tulang ayam yang masih banyak dagingnya dan sesuai dengan harga tentunya.


Menjelang petang Tania masih asik bercengkrama dengan keluarganya yang pada saat itu kebetulan Bapak baru pulang kerja. Ibu protes kepada Bapak, sebab ayam jago kesayangan Bapak berkeliaran merusak tanaman hias milik Ibu. Bapak hanya meminta maaf karena lupa sambil cekikikan karena membayangkan Ibu marah-marah. Disatu sisi mengamankan tanaman hiasnya dan di satu sisi lagi mengamankan ayam jago agar mau masuk ke kandangnya.


"Lihat nih, Pak tangan ibu juga jadi korban ayam jagonya Bapak" omel Ibu sambil memperlihatkan lengannya yang luka bekas patukan ayam.


"Haha maaf deh maaf, Bapak tadi lupa. Buru-buru ada telepon harus ke kantor segera" ucap Bapak. Tania dan Salwa hanya cekikikan melihat kedua orang tuanya. Jika di pikir-pikir dan diamati dengan seksama, kelakuan mereka tidak ubahnya seperti Tania dan Salwa kalau sedang ribut layaknya tokoh dalam kartun Tom and Jerry hanya saja Bapak pembawaannya lebih kalem.


Canda tawa terhenti kala adzan maghrib segera berkumandang dan Bapak memutuskan untuk ke kamar mandi untuk bersih-bersih karena sepulang kerja tadi tidak sempat bersih-bersih. Tania juga Salwa kembali ke sarangnya dan kembali dengan dunianya masing-masing.


Saat menatap layar ponsel, ada beberapa pesan dari Yudha dan juga pesan dari Akbar yang tadi belum sempat ia balas. Pertama, ia membuka pesan dari Yudha sebab takut ada kepentingan mengenai pekerjaan dan betul saja isi pesannya pemberitahuan mengenai perpanjangan di rumahkan sampai seminggu kedepan.


Kedua, ia membalas pesan dari Akbar.


"Maaf baru balas, tadi keasikan ngobrol bareng keluarga" baru saja pesan terkirim dan langsung di baca oleh Akbar. Bukan balasan pesan yang Tania dapat tapi sebuah panggilan video dari Akbar. Tania kelimpungan saking gugupnya karena tidak memakai jilbab, jilbab yang selalu bertengger di gantungan mendadak tidak ada dan harus cepat mencari lagi di dalam lemari.


"Assalamu'alaikum" sapa Tania sedikit gugup karena lama mengangkat panggilan dari Akbar.


"Wa'alaikumsalam. Lagi apa? Ganggu gak?"

__ADS_1


"Lagi diem aja. Kenapa gitu?"


"Gak apa-apa mau minta temenin ngobrol aja"


"Oh boleh boleh"


"Oh iya soal pesan tadi gapapa lagian tadi aku juga langsung ke musholla"


"Oh gitu syukur deh takutnya nungguin balesan aku haha"


"Hmmm pedenya ukhti"


"Harus donk. Oh iya kamu lagi apa?"


"Lagi santai juga, tadi pulang kerja aku mampir ke tempat latihan karawitan terus aku minjem kecapi sama guru aku"


"Emang kamu bisa mainin kecapi?"


"Bisa donk, masa lulusan seni gak bisa main kecapi haha"


"Coba-coba mainin"


Trengg..trenggg tengteng teng tengg.... Merdunya alunan kecapi yang dimainkan Akbar. Benar saja ia begitu piawai memainkan alat musik dawai tersebut. Selain musiknya yang merdu, suara bariton milik Akbar menambah manisnya alunan lagu. Alat musik khas dari Jawa Barat itu biasanya dimainkan saat acara hajatan atau acara-acara penting.


"Wahhhhh kerennn" ucap Tania terpukau dengan penampilan musik dari Akbar.


"Hayu atuh kita collab"


"Gak pede aku tuh kalo nyanyi sunda yang pakai kecapi mah"


"Gapapa sayang, coba aja dulu pakai lagu sunda yang kamu hafal, nanti aku tinggal ngikutin"


"Sebel banget ih pake sayang sayangan segala" ucap Tania cemberut.


"Maaf becanda sayang, jangan terlalu serius ah nanti mudah pikun"


"Cepet tua kali"


"Cepet tua mah biasa, aku ganti jadi mudah pikun" canda Akbar.


"Sok atuh mulai"


"Eh tar dulu main mulai aja, aku kan belum nemuin lagu yang pas dan mudah"


"Sok atuh mikir dulu tapi jangan kelamaan sayang kuota nih"


"Ih itungan banget sih anggap aja sodaqoh"


"Nah pinter. Gimana udah belum?"


"Udah sok dengerin, tapi jangan di ledekin yah terus kalo salah nanti kasih tau akunya biar nambah ilmu musik dan nyanyinya makin okey" ujar Tania.


"Siap Ceu" ucap Akbar. Tania pun melantunkan lagu sunda yang ia hafal dan Akbar mengiringinya dengan alunan kecapi. Kalau saja ada yang mendengar dan merekam, kolaborasi mereka seperti sedang mendengarkan lagu dalam sebuah kaset. Begitu merdu dan manis seperti sudah mendapatkan chemistry yang baik.

__ADS_1


__ADS_2