Cahaya Cinta Tania

Cahaya Cinta Tania
Sidang


__ADS_3

Urusan antara Irwan dan Yudha akan di bereskan secara kekeluargaan dengan datangnya keluarga Irwan ke rumah Yudha. Tania dan Neng pun ikut dalam perundingan masalah tersebut sebagai saksi. Sebagai pihak yang sama-sama babak belur, dari pihak kedua keluarga meminta penjelasan yang sebenarnya.


Pihak yang datang dari keluarga Irwan ada Ayah, paman, sepupunya dan Aldi sahabatnya. Sedangkan di pihak Yudha ada Pak Edy, A dicky, Pak RT, dan Mamah.


"Baik, langsung saja ke pokok kedatangan kami kemari. Saya selaku orang tua Irwan ingin tahu percis kejadiannya seperti apa. Disini saya tidak akan berat sebelah, kalaupun anak saya yang salah maka saya akan menghukumnya dan meminta maaf begitupun sebaliknya dari pihak keluarga Yudha" ujar ayah Irwan.


"Ehm. Mengenai kejadian kemarin, saya mewakili keluarga mertua saya, akan meminta penjelasan dari saksi yaitu Tania dan Neng adik kami" ucap Dicky.


"Baik. Silahkan. Tapi maaf bukannya Neng adalah adik dari nak Yudha? Apa dia tidak akan berat sebelah?" tanya ayah Irwan.


"Saya jamin Neng disini akan berbicara seobjektif mungkin" jawab Dicky, ayah Irwan tampak manggut-manggut tanda setuju.


"Silahkan Neng, bicarakan apa yang Neng lihat dan dengar tentang kejadian kemarin" ucap Dicky mempersilahkan.


Neng tampak gugup, tangannya dingin dan berkeringat. Ia terus saja memegang erat tangan Tania, ia khawatir akan salah bicara.


"Ba..baik. Awalnya saya dan Teh Tania sedang berjalan-jalan di mall untuk membeli hadiah buat teman saya. Lalu kami lanjut makan di food court" Ujar Neng sambil gemetaran.


"Kami makan sambil ngobrol santai yang kebetulan saat itu juga A Yudha datang menyusul kami. Dia bilang katanya gak enak hati sama kita. Saya tidak mengerti. Awalnya saya mengira kalau A Yudha khawatir karena membiarkan kami perempuan pergi berdua dengan angkutan umum. Tapi saat A Yudha menengok ke kanan dan ke kiri sepertinya ada hal yang membuat A Yudha merasa tidak nyaman. Saya melihat dia menggerutu kecil. Kemudian A Yudha ijin ke toilet sebentar. Saya sepintas menyadari ternyata ada A Irwan mengikuti A Yudha ke toilet. Apa itu hanya kebetulan atau memang rencana dia mengikuti A Yudha" papar Tania yang mengambil alih pembicaraan karena melihat Neng gemetar.

__ADS_1


"A Yudha lumayan lama keluar dari toilet, dan pada saat keluar mimik wajah A Yudha berubah. Ketika datang tergambar kekhawatiran diwajahnya dan begitu keluar dari toilet berubah seperti menahan emosi dan langsung mengajak kita untuk segera pulang. Karena saking marahnya A Yudha tidak menyadari kalau kami pergi tadi pakai mobil online sedangkan dia menyusul kami dengan motor dan malah menyeret kami ke parkiran. Begitu menyadari, A Yudha mengantarkan kami ke depan area parkir untuk memesan mobil online"


"Tapi, baru beberapa langkah kami berjalan, A Irwan datang dan menyapa saya. Saya, awalnya menjawab dengan sopan kepada A Irwan, tetapi saat saya membalikkan badan dan hendak berjalan, A Irwan malah melontarkan kata-kata yang tidak pantas kepada saya di depan A Yudha dan Neng"


"Lalu, apa hubungan antara neng Tania, Yudha, dan nak Irwan?" tanya Pak RT.


"Sebetulnya untuk menceritakan secara rinci hubungan saya dengan A Irwan rasanya tidak perlu. Tapi demi kejelasan disini saya mau memberitahukan. Dulu saya pernah dekat dengan A Irwan, saya kira ya....sebagai perempuan dewasa saya mengira kalau niat A Irwan mendekati saya itu baik. Ketika saya meminta kejelasan hubungan dengan A Irwan, dia menye-menye dan memperlihatkan tabiat buruknya yang senang gonta-ganti cewek. Sedangkan saya, bukan tipe wanita yang mau diperlakukan seperti itu. Saya mau menjaga harga diri saya sebagai perempuan muslim".


"Lalu dengan Yudha?" tanya Pak RT lagi.


"A Yudha sudah menganggap saya seperti adiknya sendiri layaknya Neng. Dan keluarga A Yudha tau itu. Makanya ketika A Irwan mengucapkan hal yang tak pantas kepada saya, A Yudha begitu geram dan marah besar. Tanpa ba bi bu langsung menghajar A Irwan" terang Tania. Seluruh orang yang hadir menatap serius ke arah Tania. Ayah Irwan tampak berpikir mencerna setiap kalimat yang di ucapkan oleh Tania.


"Biar si Yudha sadar" ucap Irwan dingin tanpa rasa bersalah sedikitpun.


"Maksudnya?" tanya Dicky


"Ya tanya sendiri lah" ucap Irwan melengos membuang muka. Yudha malah menatapnya dengan tatapan sinis.


"Apa semua orang disini yakin kalau si Yudha cuman nganggap si Tania itu sebagai adiknya? Terutama nih keluarganya si Yudha dan lu, Tania" tunjuk Irwan tidak sopan.

__ADS_1


"IRWAN !! YANG SOPAN KALAU BICARA!!" tegur ayah Irwan berbisik menahan amarah akibat kurang sopannya kelakuan anaknya itu. Dicky mencermati dan menelaah setiap masa yang terlewat. Ikut mempertanyakan pula perasaan Yudha yang sebenarnya dalam pikirannya sendiri.


"Saya kira anak kita sama-sama salah, Pak" ujar ayah Irwan berusaha setenang mungkin lalu melanjutkan lagi pembicaraannya.


"Saya mencium ada roman cinta segitiga disini. Bagaimana pun anak saya sudah salah mengucapkan hal yang tidak pantas. Dan nak Yudha juga disini salah, bagaimanapun, kekerasan bukan jalan yang terbaik dan tidak akan menyelesaikan masalah".


"Memang betul, Pak. Saya menyadari saya juga salah. Dan untuk masalah cinta segitiga, silahkan berspekulasi. Saya paling tidak suka ada orang yang merendahkan perempuan apalagi itu mengenai orang yang kita sayangi. Disini juga saya mau berspekulasi, bahwa anak anda punya ambisi yang belum tuntas kepada Tania. Tania sendiri sudah jelas menyudahi urusannya dengan anak anda bahkan ketika anak anda datang terus menerus, Tania sudah menegaskan berulang kali bahwa ia dan Irwan sudah tidak punya urusan. Sehingga pada akhirnya, ia marah karena ambisinya tidak kesampaian mendapatkan Tania sebagai wanita yang bisa dimanfaatkan oleh anak anda" ucap Yudha panjang lebar.


"Bulshiitss" celetuk Irwan


"Hufthhh urusan anak muda ribet juga ya. Hahah" ucap Pak RT mencairkan suasana.


"Hmm baiklah kalau begitu saya akan mengajukan permohonan maaf pertama kalinya disini. Kepada nak Yudha dan keluarga serta neng Tania. Yang pastinya sudah dirugikan secara moril oleh anak saya. Mungkin saya ada salah dalam mendidik anak saya dalam menghormati wanita" ucap ayah Irwan merendah.


"Sama-sama, Pak. Saya juga atas nama Yudha meminta maaf yang sebesar-besarnya. Dan saya rasa mungkin perkara ini selesai sampai disini, kedepannya saya harap tidak akan terulang lagi kejadian seperti ini" ujar Pak Edy.


"Ehm, maaf disini juga saya mau menegaskan sekali lagi kepada A Irwan bahwa kita sudah tidak ada urusan lagi. Bukan maksud hati saya mau memutus silaturahmi, tapi ini demi kebaikan saya pribadi, saya berharap anggap saja kita tidak pernah saling mengenal" tegas Tania.


Irwan memalingkan wajahnya dengan kesal, Yudha yang melihatnya tersenyum sinis. Pertemuan diakhiri dengan saling meminta maaf dan berjabat tangan.

__ADS_1


__ADS_2