Cahaya Cinta Tania

Cahaya Cinta Tania
Nicko Cowok Terganteng


__ADS_3

Sore hari sepulang dari pabrik, dengan rasa lelah yang menjulur di tubuhnya, ia berjalan gontai lalu menghempaskan tubuhnya diatas kasur. "Ahhh....nyamannya... Bisa baringan sebentar." Gumamnya sambil menutup kedua mata.


Tring....tring....Bunyi panggilan masuk. Ia membuka matanya dan merogoh ponsel didalam tasnya.


Neng? Ada apa ya? Tumben nelepon.


"Assalamu'alaikum, Neng?"


..................


"Lagi rebahan. Baru pulang kerja. Ada apa, Neng?"


...................


"Kabar baik apa?"


...................


"Hah? Masa? Serius?"


...................


"Alhamdulillah..... Insya Allah kalau besok gak jadi lembur aku kesana sama A Nicko dan Iqbal ya, Neng."


...................


"Oke. Oke. Biar aku yang kabarin mereka."


...................


"Yoooo. Wa'alaikumsalam."


Tut..... Sambungan terputus. Rasa lelah yang menyelimuti kini berubah menjadi rasa semangat yang membuncah. Mendengar kabar Yudha sudah pulang saja senangnya bukan kepalang. Bibirnya tak henti berucap syukur. Walau mungkin kedepannya akan ada banyak tahapan pengobatan untuk Yudha.


Tidak menunggu lama, ia segera menghubungi Nicko dan Iqbal melalui grup chat. Ya, Yudha boleh saja membuat grup baru tanpa adanya Tania sebagai membernya, tapi grup yang dulu masih tetap aktif seperti biasa.


Tania


Tes.... Tes...


Iqbal


Apaan? Kayak tukang sound system aja 😒


Tania


Yaelah.... Gitu doang. Cuman mastiin aja ini grup masih berfungsi apa enggak.


Iqbal


Beuhhh.... Ya masih lah. Kenapa emang?


Tania


Eh, Btw A Nicko kemana nih? Kok gak muncul. @Nicko Rinaldi


Iqbal


Tumbeng kali dia. Seharian di charter sama Jin tomang 😜


Tania


Heh sama bos kagak boleh gitu. Dosa !


Iqbal


Hidihhhh ngomong sama bu ustadzah mah kena semprot wae.


Tania


Selagi bisa menebar kebaikan dan masih bisa saling mengingatkan.


Iqbal


Suwun dawuh bu ustadah.

__ADS_1


Tania


Ustadzah bukan ustadah


Iqbal


Typo dikit juga ngomel lagi.


Tania


Hahahhaa sensi amat jadi laki.


Iqbal.


Au ah lagi bete. Yayang Fira cuekin gue seharian ini.


Tania


Uluh cuciaaan..... Eh btw aku punya kabar baik nih @Iqbal Septian @ Nicko Rinaldi


Iqbal


Apaan? Apaan?


Tania


Suruh A Nicko nya muncul dulu lahhh...


Iqbal


Eh anjirrrrr.. Heh @Nicko buaya buntung keluar lah lu. Biar itu bu ustadzah cepet sampein kabar baik buat kita.


Read by 1


10 menit kemudian.....


Nicko Cowok Terganteng


Ada apaan nih ribut-ribut ngetag gue? Pada kangen lu pada?


Iqbal


Nicko Cowok Terganteng


Bangsyaattttsss emang lu jadi fren kagak dukung amat.


Iqbal


Pen muntah gue 🤮


Nicko Cowok Terganteng


Eh ada apaan emang si Tanikuk, bawa kabar apa? Jangan kabar burung, tuh burung tetangga pada mati.


Iqbal


Gak tau nih kabar apaan. Jirr, apa hubungannya sama burung tetangga?


Nicko Cowok Terganteng.


Kagak usah dipikirin. Telmi lu mah ah. Humor recehan aja kagak ngarti. Eh @Tanikuk ada kabar apaan?


Iqbal


Iya. Kemana nih yang punya hajat malah ngalelep.


Tania


Ehehheeh sorry. Habis bebersih dulu. Pinisirin yi?


Iqbal


Eh apaan jirr malah jadi tukul arwana.


Nicko Cowok Terganteng

__ADS_1


Iya apaan ih


Tania


A Yudha udah pulang ke rumahnya tadi sore.


Nicko Cowok Terganteng


Hah? Serius?


Iqbal


Aseli? Alhamdulillah... Terimakasih Ya Allah telah mendengar do'a hamba.


Tania


Do'a kita semua kaleeeeee bukan situ aja.


Nicko Cowok Terganteng


Ho'oh gimana sih lu. Gue juga yang mimpin do'anya.


Iqbal


Iya. Iya. Jadi mau ke rumah Yudha sekarang?


Tania


Kayaknya besok aja deh. Soalnya kasian takutnya A Yudha lagi istirahat atau saudara dan tetangganya jengukin dia.


Nicko Cowok Terganteng


Nah, ide yang bijak.


Iqbal


Oke deh.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Ekspektasi kadang suka terbalik dengan realita. Semula pekerjaan hari ini dalam bayangan Tania akan berjalan sebagaimana mestinya. Tapi karena ada kunjungan mendadak dari para investor. Mau tidak mau Tania dan seluruh karyawannya harus bekerja ekstra dan menjalankan SOP yang ketat.


Mulai jam masuk tadi ruangan Tania sudah seperti kapal pecah. Produksi yang belum mutasi ke QC harus segera dilengkapi dengan komponen pelengkap. Mesin yang awalnya menjalankan produksi, sebagian harus mengganti program dengan komponen pelengkap yang belum tersedia.


Peluh karyawan jangan ditanya lagi. Semenjak Mbak Ani cuti melahirkan, Tania belum terbiasa mengatur produksi sendiri. Biasanya kalau ada kekurangan atau masalah, Mbak Ani yang menyelesaikan. Dari kejauhan Pak Jean terlihat mengomel pelan melihat pekerjaan Tania yang masih menumpuk saat jam menunjukkan waktunya istirahat.


Nicko dan Iqbal tampak berkeliling dari satu mesin ke mesin lainnya untuk memperbaiki kerusakan. Tidak ada yang bisa Tania harapkan untuk membantunya mengisi laporan, mencatat produksi, dan melengkapi produksi agar segera mutasi.


Pukul 12.25 Tania baru bisa keluar beristirahat. Sebelum pergi ke kantin, ia lebih dahulu pergi ke musholla. Dikantin, tidak biasanya terlihat begitu ramai. Biasanya kalau sudah selesai makan, oramg-orang akan pergi dan kantin jadi lengang. Sebagian besar dari mereka menghabiskan waktu dengan mengobrol sambil menunggu waktu masuk tiba.


Melihat etalase makanan, hanya tinggal sisa sedikit menu. Tania menghembuskan nafasnya lalu memikirkan menu makan apa yang akan ia makan siang ini.


"Mau pesan apa, Neng? Tumben baru keluar." Sapa Bu Maryati.


"Bingung, Bu, mau makan apa." Tania nyengir kuda tapi tatapannya masih tertuju pada etalase makanan. "Iya baru keluar, Bu. Mbak Ani kan udah cuti melahirkan jadi aku kerja sendiri."


"Mau pesan apa atuh? Sebentar lagi masuk loh."


"Mie instan aja deh, Bu. Pakai cengek sama banyakin sawinya ya." Yups, mie instan jadi menu terpraktis di jam-jam terdesak seperti sekarang. Hanya menunggu sepuluh menit sudah tersaji. Dengan kecepatan penuh Tania melahap makanannya.


Slurrrp....Tania menyedot mie instan dengam cepat ala mukbang korea. "Uhuk..... Uhukkk......". Tania memukul dadanya, dan sialnya ia lupa memesan minuman. Bu Maryati pun lupa biasanya teh panas akan selalu tersaji otomatis bersama hidangan.


"Nih minum. Makanya kalo makan tuh jangan cepet-cepet. Baca do'a dulu." Ucap Nicko sambil mengasongkan sebotol air mineral ke hadapan Tania.


"Hehe.. Makasih Om."


"Anjrit. Muka gue emang udah keliatan kayak om-om ya?" Kesal Nicko.


"Hehe. Dikit. Kan keponakan A Nicko manggilnya Om."


"Ya kali keponakan gue mah masih bocah. Lah elu malah manggil gue Om. Geli gue. Serasa jadi Sugar Daddy punya cewek brondong kayak lu. Hahahah."


"Ih amit-amit." Tania mendelikkan matanya dan meneruskan kembali makannya setelah meminum air mineral pemberian Nicko.


"Kalo gak ada halangan nanti jadi ya ke rumah si Yudha." Ucap Nicko.

__ADS_1


Tania menjawab dengan acungan jempol pertanda setuju. "Yaudah deh gue masuk duluan ya. Takut Jin tomang nungguin."


"Ho'oh gih sana. Semua orang mendadak sibuk banget hari ini." Ujar Tania. Nicko pun meninggalkan Tania seorang diri di kantin. Perlahan orang-orang pun mulai meninggalkan kantin juga. Suasana yang tadi ramai kini perlahan menjadi sepi. Yang terlihat hanya Bu Maryati dan suaminya membereskan meja-meja serta piring dan gelas kotor.


__ADS_2