
Pagi ini Tania bangun terburu-buru dari atas ranjangnya, pasalnya tumben sekali hari ini Ia bangun telat sampai adzan subuh pun tidak terdengar. Mandi secepat kilat, memakai baju seragam, make up alakadarnya, dan melewatkan sarapan.
"Bu, Tania pergi dulu ya. Kesiangan ini, Ibu gak bangunin Tania lagi tadi" ucap tania sambil mencium tangan ibunya.
"Lho gak sarapan dulu? Ibu tadi pas adzan subuh udah 3 kali bangunin kamu tapi kamunya susah banget di bangunin. itu tidur apa pingsan?" tanya ibu Tania
"Gak akan keburu, Bu kalo sarapan dulu. Udah telat banget ini takut Mbak Ani marah marah lagi. Akhir-akhir ini kerjaan lagi dikejar deadline mau ekspor. Yaudah ya Tania pergi, Assalamualaikum".
"Waalaikumsalam..."
Tania pun pergi dengan menaiki ojek pangkalan sampai jalan raya. Biasanya jemputan karyawan datang jam setengah delapan.
"Masih ada waktu sebelum jemputan datang. Mudah-mudahan gak ketinggalan" lirih Tania dalam hati.
Tak beberapa lama saat Tania turun dari ojek ada motor berhenti didepannya. Tania tidak mengenali siapa orang yang membawa motor tersebut, pasalnya orang itu memakai helm full face.
"Hayu naik.." ajaknya sembari membuka helm.
"Huh kirain siapa... Hayu deh aku nebeng tapi ada helm lagi gak?" tanya Tania kepada Iqbal.
"Nih ada....pake !" seru Iqbal
"Tadinya aku mau jemput Fira, pas lagi otw Fira nelepon katanya dia diantar abangnya yang sekalian mau kerja juga. Kebetulan searah sama pabrik kita kantor abangnya Fira itu" jelas Iqbal sambil menstarter motornya.
"ouh.....pantesan. Nanti kalo keburu beli dulu nasi kuning ya, Bal. Aku kesiangan belum sempet sarapan" ucap Tania.
"Kebiasaan kamu suka lewatin sarapan katanya punya asam lambung tapi selalu telat makan"
"Aku kesiangan, Bal. Saking capeknya alarm di handphone sampe gak kedengeran. Apalagi adzan subuh kelewat juga aku tadi gak sholat " keluh Tania.
"Kamu tidur kayak kebo hahahahhaah" canda Iqbal
"Ishhh... kebiasaan ngeledek mulu" seru Tania sambil memukul helm Iqbal.
"Woy jangan maen pukul aja nanti aku gak seimbang motor bisa terguling tau".
asyik dengan berbincang diatas motor, mereka sampai melewati warung nasi kuning si Emak langganan Mbak Sofie. Tania memukul bahu Iqbal isyarat untuk berhenti.
"Bal....Bal.....itu warung Si Emaknya kelewat, mundur lagi dikit" ucap Tania
"Oh iya aku lupa...hahah"
__ADS_1
Merekapun membeli 2 bungkus nasi kuning. Hanya 10 menit perjalanan menggunakan motor dari depan pangkalan ojek ke pabrik. Masih ada waktu 20 menit lagi yang dimanfaatkan Tania dan Iqbal sarapan bersama di ruang kerja Tania. Ketika tengah asyik menikmati sarapan pundak Iqbal di pukul seseorang dari belakang, dan ternyata itu Fira kekasih Iqbal.
"Nih tambahin gorengan biar kenyang. Meskipun gak sehat pagi-pagi sarapan pakai gorengan, tapi kita harus isi amunisi biar setrong menghadapi kerjaan hari ini." ucap Fira seraya mengasongkan sekantong gorengan yang berisi macam macam gorengan.
"Wuihhhhh....Adindaku sayang mah memang paling pengertian banget" ucap Iqbal sambil mengelus rambut Fira yang dibalas Fira dengan senyum manisnya.
"Maaf ya jangan mengotori mata jomblo didepan kalian nih. Btw makasih ya kakak Fira cantik, aku mau gehu pedasnya donk" ucap Tania.
"Makanya punya pacar atuh, Tan biar ada yang ngelus ngelus manjahhhh" ucap Iqbal sambil terkekeh menertawakan Tania yang menjomblo.
Tania hanya melengos saja menanggapi ucapan Iqbal. Jomblo apa salahnya pikir Tania. Tapi terpikirkan juga sih di usia tania yang sudah menginjak 23 tahun belum memiliki kekasih. Tapi Tania menepisnya, bukan Ia tidak tertarik pada lawan jenis hanya saja sedikit memilih agar tidak sampai gonta ganti pasangan. Diusianya sekarang ini Tania berpikir ingin memiliki kekasih sampai di pelaminan.
Dulu Tania sempat dekat dengan seorang laki-laki tapi hanya sebatas TTM, lumayan lama mereka dekat sampai pada akhirnya Tania meminta kepastian tentang status hubungan mereka tapi pada akhirnya laki-laki itu hanya menganggap Tania sebagai adiknya saja tidak lebih. Tania yang sudah berharap tinggi pada akhirnya terjatuh dengan sakitnya atas pernyataan lelaki itu. Ia pun memutuskan untuk menikmati kesendiriannya sampai sekarang karena takut kembali terluka.
Hari ini semua orang disibukkan dengan pekerjaan mereka masing-masing. Pabrik akan mengekspor barang hari ini sehingga orang bagian finishing yang sangat di push oleh atasan. Biasanya Tania setelah mencatat barang yang disetorkan tinggal simpan saja di rak dan nanti akan langsung di bawa oleh orang QC. Sekarang produksi yang di setor harus Tania lengkapi langsung dengan Hoodie salah satu komponen dari sweater rajut.
"Tan, kamu catat saja itu semua hasil produksinya sekalian sama yang masih ada di mesin biar nanti pas jam mau pulang ga sibuk amat, operator juga hanya tinggal simpan di rak aja" Jelas Mbak Ani yang pada saat itu memang bisa diajak kerjasama walaupun nada bicaranya masih agak kedengaran ketus.
"Siap Mbak" jawab Tania.
Ketika Tania mengecek mesin komponen, Ia kaget dengan hasil komponen yang melebihi jumlah produksi sekarang. Ternyata salah seorang operator salah perhitungan, jika menjalankan bagian body yang keluar 1 pieces 1 pieces sedangkan untuk komponen yang keluar 2 pieces karena kecil.
"Kenapa ini mesin mati?" tanya Pak Mul dengan muka sangarnya.
"Euhhh....anu, Pak" jawab operator tegang sambil menunduk.
"Apa kalo ngomong tuh yang jelas bukan euuh euhh aja" ketus Pak Mul.
"Ini Pak, Diah salah perhitungan jumlah produksi komponennya sudah melebihi yang di butuhkan" jawab Tania
"Lebih bagaimana?" tanya Pak Mul lagi
"Ini Diah kira komponen itu keluarnya bakal satu satu kaya bikin body, Pak. Tapi ternyata keluarnya dua dua" jelas Tania
"Panggil si Ani kesini" seru Pak Mul.
"Baik, Pak" ucap Tania sambil berlari keruangannya untuk memanggil Mbak Ani.
"Mbak, dipanggil Pak Mul. Di mesin ada sedikit masalah Mbak" ucap Tania
"Masalah mesin mah panggil aja atuh teknisi, Tan. ngapain manggil saya segala. Kan ini saya lagi beresin produksi juga masang masangin hoodienya" jelas Mbak Ani.
__ADS_1
"Eh bukan tentang kerusakan mesin ini mah. Tapi itu produksi Hoodienya kelebihan, Mbak" jawab Tania sambil melambaikan tangannya.
"euhhhhh" jawab Mbak Ani kesal sembari berjalan menuju mesin yang dimaksud. Dan benar saja sudah ada Pak Mul disana. Mbak Ani Khawatir jika urusannya bisa panjang dengan diberi surat peringatan jika masalah kesalahan produksi.
"Ni, ini operator kamu ora mudeng. Tuh jadinya numpuk begitu hasilnya. Terus kan gak kepakai mau digimanain nih? Apa mau di sp aja?" tanya Pak Mul.
"Yasudah begini aja Pak biar gak mubazir Hoodie yang lebih ini dilorot aja jadiin benang lagi. Biar sama sama aman Pak dan gak perlu keluar surat peringatan juga. Benangnya juga bisa dipakai produksi lagi Pak" jelas Mbak Ani.
Dalam situasi begini Mbak Ani hebat bisa berpikir cepat dan efisien. Pak Mul yang sudah terlihat kesal pun jadi meleleh lagi. Harus diakui sih kinerja Mbak Ani memang bagus sekali dan pantas dijadikan kepala regu. Bisa melindungi bawahannya meskipun yahhhhhh judesnya gak ketulungan.
"Mbak Ani hebat bisa jinakin harimau lapar" puji Tania yang hanya dibalas senyuman tipis oleh Mbak Ani.
"Kamu suruh itu si Diah bawa hasil hoodie yang lebih ke belakang tempat gulung benang biar dilorot sama petugas benangnya" perintah Mbak Ani.
"Siap Mbak" jawab Tania.
Tania pun menyuruh Diah membawa semua hasil hoodie yang lebih ke belakang. Ia dan Diah bisa bernafas lega karena selamat dari amukan harimau dan surat peringatan.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hay hay readers...🤗
Kenalin aku author baru.😊
Bantu author dengan dukungan like dan vote nya ya..
Mohon maaf jika karya author belum sebagus karya author yang lainnya.
Cahaya Cinta Tania adalah karya pertama author.
Awalnya author gabut banget gak bisa liburan dan gak ada kegiatan apa apa ditambah kasus covid yang meningkat.
Jadi author coba mengisi kegiatan yang positif biar imunnya makin meningkat.
Jangan lupa saran dan kritiknya ya...
thank you semua yang sudah berkenan memberi apresiasi dikarya perdana author ini .
with ♥️
Santii_Chan
__ADS_1