
"Aku cari-cari kalian ternyata disini rupanya" ucap Yudha menepuk pundak adiknya dan kemudian duduk di sebelah Tania.
"Eh Aa ngapain kesini?" tanya Neng terkejut.
"Nyusulin kalian lah. Gak tau kenapa perasaan Aa gak enak" ucap Yudha datar.
"Alesan. Bilang aja mau jalan-jalan juga" ejek Neng, ekspresi muka Yudha masih terlihat datar dengan memalingkan muka kearah lain sambil menyeruput minuman Neng.
"Aa ih itu kan punya aku. Beli atuh ih"
"Udah kamu beli lagi aja Neng, biar teteh bayarin" ujar Tania menyuruh Neng untuk membeli lagi minuman.
Yudha masih saja mengamati sekitar. Meski dengan wajah yang datar tapi tersirat kekhawatiran dimatanya. Saat netranya tertuju pada meja pojok dekat jendela luar untuk area merokok, tatapannya beradu dengan sepasang mata yang juga sedang melihat ke arah mereka sambil tersenyum sinis.
"Sial, bener aja dugaanku. Pantesan gak enak perasaan dari tadi" umpat Yudha pelan yang hampir saja terdengar oleh Tania.
"Kenapa, A?" tanya Tania melihat Yudha menggerutu kecil namun tidak terdengar jelas olehnya.
"Gapapa. Aku ke toilet dulu ya. Kalian tunggu disini, inget jangan kemana-mana sebelum aku datang" tegasnya.
"Ih si Aa apaan sih kayak bodyguard aja, lebay deh" protes Neng.
"Udah pokoknya kamu nurut aja apa yang Aa bilang" titah Yudha pada Neng.
__ADS_1
Di toilet pria.....
"Hmmm makin kesini keliatan seposesif apa lu sama Tania". Yudha yang telah selesai buang air kecilnya lantas mencuci tangannya dan tidak memperdulikan apa yang dikatakan oleh orang disampingnya.
"Masih mau memungkiri, lu cinta kan sama dia? Ngaku aja lu. Gue gak nyangka orang kayak Tania sepolos dan se naif itu. Gak peka sama perasaan orang yang selama ini care sama dia hahaha".
Untung saja di toilet tidak ada orang lagi selain mereka berdua. Yudha takutnya ada orang yang mendengar ucapan si buaya buntung ini.
"Bagi gue gampang banget yah ngeluluhin hatinya dia sampe dia aja sakit perasaannya gak gue bales. Tipe cewek gampangan berarti gak jauh beda dari cewek-cewek yang gue jajah" ucapnya lagi tanpa filter. Yudha yang tadinya santai saja mendengar ucapan buaya buntung itu akhirnya terpancing amarahnya. Tangannya sudah terkepal dan menggenggam erat washtafel.
"Kenapa lu diem aja? Omongan gue bener kan?" ucapnya bangga sambil tersenyum penuh arti melihat kekesalan Yudha.
"Disini gue masih sabar denger ocehan lu yang gak ada isinya. Ini tempat umum dan gue gak mau cari keributan disini" ucap Yudha masih dengan nada bicara yang biasa namun terkandung kemarahan didalamnya kemudian berlalu pergi.
Yudha tidak sadar saat menggandeng lengan Tania dan Neng malah membawa mereka ke tempat parkiran. Dan lebih anehnya lagi Tania dan Neng diam seribu bahasa tanpa protes sedikitpun. Namun saat Yudha menyalakan motornya, Tania baru menyadarinya.
"A, A Yudha linglung yah?" tanya Tania.
"Maksud kamu apa?" ucap Yudha tidak mengerti.
"Aku kan tadi kesini sama Neng naik mobil online. Terus masa sekarang pulangnya mau bonceng bertiga? Kan gak bawa helm, terus pasti di tilang polisi atuh" jelas Tania. Yudha yang juga baru sadar menepuk keningnya sendiri. Neng malah terkekeh melihat kelakuan kakaknya itu.
"Aa kenapa sih wajahnya juga kusut begitu sampe nyeret kita harus cepet pulang segala lagi" ucap Neng.
__ADS_1
"Yaudah kita jalan dulu kedepan, sambil kalian pesen mobil online nya. Aku juga lupa bawa helm dua" ucap Yudha.
Belum jauh mereka berjalan di area pelataran parkir, munculah orang yang selama ini kehadirannya Tania benci. Rasa menyesal telah mencintai orang yang salah semakin kentara dimata dan hatinya.
"Hay, udah lama kita gak ketemu ya" ucap Irwan menyapa Tania. Untuk melihat wajahnya saja Tania merasa enggan, tanpa membalas sapaannya lantas ia pun segera berlalu dari hadapan Irwan.
"Sombong amat kamu, Tan. Dulu aja ngarep banget kan jadi pacar aku. Sekarang kok jual mahal. Kalo kamu mau kita jalan aja yuk"
"Maaf urusan kita udah selesai. Dan saya harap kita tidak akan pernah lagi bertemu" ucap Tania sambil berjalan melewati Irwan.
"Waw kerennya. Serasa udah berkelas ya" sindir Irwan.
"MAKSUD LU APA HAH BANG SAT? DARI TADI GUE DIEMIN LU NGOMONG SEENAK JIDAT LU. TADI GUE MASIH BISA SABAR DENGER OCEHAN LU TAPI KALI INI LU GAK BISA GUE DIEMIN. HINAAN LU SAMA TANIA GAK BISA GUE MAAFIN GITU AJA" ucap Yudha beringas sambil menghadiahi beberapa pukulan tepat di wajah Irwan. Irwan yang tidak siap dengan serangan itu tidak bisa menghindar apalagi membalasnya. Badannya ambruk, lalu kembali berusaha bangun dengan memegang bagian hidung dan bibir yang sudah mengeluarkan darah segar.
Tania yang sudah berjalan, mendadak berhenti dan kembali saat mendengar ucapan Yudha yang begitu marahnya kepada Irwan. Ia begitu kaget saat Yudha menghajar Irwan dan menghasilkan beberapa luka di wajah Irwan.
"A YUDHA !!!" Ucap Tania dengan mata yang melotot. Ia tidak menyangka Yudha akan seberingas itu. Belum sempat Tania melerai perkelahian itu, Yudha dan Irwan sudah terlibat saling baku hantam. Tania ingin berusaha memisahkan mereka tapi apadaya dengan keadaannya yang begitu kaget, takut dan gemetar. Orang-orang yang melihat langsung membantu memisahkan Yudha dan Irwan sampai akhirnya datang beberapa security.
Tania menangis ketakutan sambil memegang Yudha yang juga kini terluka akibat pukulan yang dilayangkan oleh Irwan. Neng yang juga kaget langsung menelepon kakak iparnya untuk meminta menjemput mereka di mall. Sebelum pulang, Yudha dan Irwan dibawa ke pos pengamanan untuk dimintai keterangan mengenai perkelahian di area parkir mall.
Rasa malu karena jadi bahan tontonan orang tidak Tania hiraukan. Yang ada di pikirannya saat ini ingin menghilang saja karena penyebab terjadinya perkelahian ini adalah dirinya. Neng berusaha menenangkan Tania yang daritadi menangis sesengukan dengan memeluk dan mengusap-usap punggung serta tangan Tania.
"Udah teh, teteh yang tenang dulu biar kita dengerin dulu keterangan dari mereka" ucap Neng. Tania mengangguk dan mulai berhenti dari tangisnya walau masih menyisakan sengukan kecil. Di pos pengamanan kedua belah pihak mencari pembenarannya masing-masing dan saling menyalahkan terutama Irwan yang ngotot menyalahkan Yudha karena menyerangnya duluan.
__ADS_1
Sampai ketika kakak ipar Yudha dan Neng datang, akhirnya masalah akan di selesaikan secara kekeluargaan dan kakak ipar Yudha memohon maaf atas keributan yang ditimbulkan oleh adik iparnya.