Cahaya Cinta Tania

Cahaya Cinta Tania
Mencurigakan


__ADS_3

"Gimana, Bro. Apa sudah ada kabar dari Yudha?" tanya Iqbal saat jam pulang tiba.


Nicko menggeleng pelan "Hmm belum" jawabnya pelan.


"Belum ada?" tanya Iqbal lagi meyakinkan.


Terlihat Nicko menarik nafas dan menghembuskannya perlahan.


"Ya belum lah. Orang belum gue telepon lagi"


"Beuhh gimana sih lu" gerutu Iqbal. Mereka bersiap untuk pulang. Masih di depan loker, sambil memakai jaket dan membereskan alat kerja mereka.


"Coba sekarang lu hubungin, Bal. Kali aja kalo lu yang hubungin tuh anak hp nya udah aktif" titah Nicko. Spontan Iqbal merogoh ponselnya dalam saku celana dan menekan tombol panggil pada nomor Yudha.


Hening.......


Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan


"Gimana?" tanya Nicko penasaran. Iqbal tidak menyahut dan kembali ia memutar tombol panggil berkali-kali pada nomor Yudha. Iqbal menggeleng lalu memasukkan lagi ponsel kedalam saku jaketnya kemudian meraih helm diatas loker.


"Masih sama bro. Nomornya gak aktif" ujar Iqbal. Mereka pun keluar area pabrik. Angkutan karyawan sudah meninggalkan area pabrik, itu tandanya Tania juga telah dalam perjalanan pulang.


"Kita kroscek aja ke rumahnya gimana? Kebetulan gue free hari ini karena Fira bawa motor sendiri" usul Iqbal saat mereka sudah di area parkir.


"Ho'oh. Yuk" ucap Nicko menganggukkan kepalanya. Mereka pun melajukan kendaraannya menuju rumah Yudha.


Begitu sampai, Nicko tampak celingukan melihat keadaan rumah Yudha yang tampak sepi.


"Sepi, Bro" celetuk Iqbal yang di angguki oleh Nicko. "Kita coba ketok pintunya aja kali ya, siapa tau ada orang di rumahnya" usul Iqbal kembali.


Tok....Tok.....Tok...


"Assalamu'alaikum"


Tiga kali Iqbal dan Nicko mengetuk pintu dan mengucapkan salam tapi tidak ada respon atau jawaban dari dalam rumah Yudha.


"Milarian saha Jang?" (cari siapa, nak?) tanya seorang ibu paruh baya.


"Milarian Yudha, Bu. Kamarana nya meni sarepi kieu? Dupi ibu uninga?" (Nyari Yudha, Bu. Pada kemana ya kok sepi? Apa ibu tau?) ucap Nicko malah balik bertanya pada ibu itu.


"Oh....Kirang uninga atuh nya. Tos di cobian di telepon?" (oh...kurang tau ya. Udah di coba di telepon?)


"Udah bu. Tapi gak aktif" kali ini Iqbal yang menjawab.


"Sebentar atuh ya. Ibu tanyain dulu sama anak Ibu, mudah mudahan tau kemana" ucap Ibu itu dengan logat sunda yang kental seraya masuk kedalam rumahnya.

__ADS_1


"Bro, lu kan sering main ke rumah si Yudha. Kok ibu-ibu itu gak tau lu sih? Terus lu tau gak tuh ibu-ibu siapa?" tanya Iqbal terheran-heran.


"Setau gue, ini rumah dulunya punya bibinya Yudha, dua bulan lalu di jual ke orang lain terus bibinya Yudha pindah ke Yogya. Nah kan dalam dua bulan belakangan ini gue jarang main ke rumah Yudha yang ada malah lu dan Yudha yang sering main ke rumah gue, jadi ya pantes lah tuh ibu-ibu gak kenal gue" jelas Nicko yang berbarengan dengan keluarnya si ibu-ibu itu dari rumahnya.


"Jang, kata anak ibu mah mereka lagi keluar kota ada keperluan. Dan gak tau pulangnya kapan" ucap si Ibu.


"Oh gitu ya bu. Terimakasih atuh bu atas informasinya. Kami pamit pulang dulu" ucap Iqbal.


"Iya, sama-sama" ibu itu tersenyum kepada Nicko dan Iqbal.


Mereka melajukan kembali motornya menuju rumahnya masing-masing. Saat tiba di rumahnya Nicko memilih untuk merebahkan diri dikasur dulu sebelum pergi bersih-bersih. Tenaganya lumayan terkuras setelah membongkar mesin bersama Pak Jean. Dalam hal pekerjaan Pak Jean orangnya detail dan idealis, lain hal dengan Pak Mul yang santai dan yang penting kerjaan beres dengan benar meskipun suaranya selalu meninggi.


Drrttt.....Drrrttt.....Tanda pesan masuk di ponsel Nicko.


"A, Lagi apa?" rupanya Tania yang mengirimkan pesan.


"Lagi rebahan aja. 5L aku hari ini gara-gara Pak Jean" keluh Nicko membalas pesan Tania.


"Kasiaannnn..."


"Pijitin donk, Kuk"


"Ogah deh...Aku juga sama cape, hari ini produksi banyak banget"


"Gimana ada kabar dari A Yudha?"


"Gak ada. Ditelepon berkali-kali sama aku dan Iqbal juga sama gak aktif"


"A Nicko udah coba ke rumahnya?"


"Udah. Ke rumahnya pun sama nihil. Rumahnya sepi gak ada siapa-siapa. Kata tetangganya sih lagi pada keluar kota, tapi kok tumben si Yudha keluar kota gak ngabarin aku"


"Masa sih, A?"


"Iya beneran Tanikuk. Kalo gak percaya tanya tuh si Babal"


"Iya deh. Iya aku percaya A Nicko. Eh tapi gak jadi deh percayanya"


"Loh kenapa?"


"Percaya itu sama Allah. Kalo percaya sama A Nicko dosa tau. Hahahah pissss"


"Awasss ya besok aku getok kepala kamu"


"Ampun bang jago"

__ADS_1


"Lagu kali ah"


"Menurut A Nicko ada yang aneh gak sih sama A Yudha?"


"Ada"


"Apa?"


"Aneh aja, tiba-tiba dia jauhin kamu, ganti nomor, terus sekarang menghilang tanpa kabar"


"Sama satu lagi, A"


"Apa?"


"Gak biasanya Pak Mul tadi gak nanyain A Yudha. Tau sendiri kan Pak Mul kalo benerin mesin udah kayak ketergantungan sama A Yudha. Tadi mah tanpa bla ble blo nyuruh A Pian buat benerin mesinnya"


"Wah, masa sih, Kuk?"


"Iyaaaa. Beneran, A"


"Aneh ya gak biasanya juga dia bersikap kayak gini. Kalo ada apa-apa mah dia suka bilang, kali ini kok enggak ya?"


"A Nicko udah coba hubungin Neng?"


"Udah, sama juga gak aktif. Kenapa ya? Nomor ayahnya juga sama. Heran deh gue"


"Perasaan aku gak enak nih, A. Semoga aja gak ada apa-apa sama A Yudha"


"Iya sih sama semoga aja gitu. Yaudah ah aku mau mandi dulu lengket banget nih badan"


"Ya ampun belum mandi? Pantesan baunya kecium sampai sini"


"Eitssss biarpun semerbak, abang Nicko mah masih banyak yang naksir"


"Iya yang naksir banyak tapi gak nyantol satu pun jadi aja masih jomblo"


"Nih anak bener-bener dah minta dijitak besok"


"Hahaha ampuuunn....ampun bang jago....Yaudah sana mandi ih"


"Iya bawel"


Menghilangnya Yudha menyisakan banyak pertanyaan bagi semua sahabatnya. Semua spekulasi baik maupun jelek bergentayangan dalam benak Tania, Iqbal dan Nicko. Terutama Nicko yang sudah merasa paling dekat dengan Yudha. Ini bukan kebiasaan Yudha, menghilang dan tiba-tiba berubah tanpa alasan yang pasti. Nicko pun tidak bisa menyimpulkan, sebab sejauh ia mengenal Yudha ada hal-hal yang Yudha sendiri pun tidak membicarakannya kepada Nicko.


"Yud....Yud...Kemana sih lu. Bukan lu banget deh ngilang tanpa kabar gini. Biasanya lu yang paling peduli tapi sekarang malah lu yang bikin kita khawatir berlebih" gumam Nicko dalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2