Cahaya Cinta Tania

Cahaya Cinta Tania
Malam Minggu Dadakan


__ADS_3

Weekend pastinya hari yang selalu ditunggu-tunggu setiap insan kawula muda. Banyak yang menghabiskan waktu dengan keluarga, teman, ataupun pacar. Lain hal nya dengan Tania, ia berencana weekend kali ini untuk menghabiskan waktu dirumah saja. Ia merasa cukup lelah setelah satu minggu bekerja. Selepas Shalat subuh Tania memutuskan tidur kembali untuk mengembalikan energi yang terkuras habis dalam seminggu ini.


drrrtttt.......drrrttt.....drrttt.....


Hp Tania bergetar tanda panggilan masuk, dilihatnya Yudha yang memanggil.


"Assalamualaikum Pak Haji.." ucap Tania dengan suara khas bangun tidur.


"Waalaikumsalam....Aamiin...." jawab Yudha


"Eh naha aamiin bukannya geulis gituh?" tanya Tania sewot ingin di bilang geulis yang artinya cantik.


"Iya diaminin aja disebut Pak Haji siapa tahu suatu saat nanti kesampaian jadi Haji beneran. Maunya dibilang geulis bau jigong gitu" ucap Yudha yang sudah memastikan bahwa Tania pasti sedang tidur sebab tadi malam mereka chatting di whatsapp grup.


"Ada apa, A telepon?" tanya Tania to the point.


"Nanti sore aku jemput ya"


"Mau kemana? Aku pengen dirumah aja ah"


"Udah jangan banyak alasan gak mau tau pokoknya nanti sore aku jemput, nanti aku bilang sama Bapak dan Ibu biar diijinin" jelas Yudha tanpa penawaran lagi. Yudha sudah sering main kerumah Tania, ia pun sudah dianggap anak oleh orang tua Tania, jadi ia pun sudah tidak merasa sungkan lagi terhadap keluarga Tania. Oleh orang Tuanya Tania memang dilarang keluar malam kecuali kalau darurat.


"Tumben banget ngajak jalan. Bukannya ngajak jalan ceweknya malah ngajak jalan aku"


"Ini si Nicko ngajak bakar-bakar di rumahnya. Katanya pengen sama kita-kita"


"Dalam rangka apa nih? Kok kemarin A Nicko gak bilang apa-apa. Terus siapa aja yang ikut?"


"Emang kamu gak tahu si Nicko hari ini kan ulang tahun?"


"Wah....asli beneran A? Aku gak nyiapin hadiah"


"Udah kata si Nicko gak perlu bawa apa-apa yang penting dateng aja. Nanti kamu yang masak ya ajak Sari"


"Ohhhh baiklah kalo gitu. Jemput jam berapa nanti?"


"Jam 5 ya"


"Oke" Tania pun menutup teleponnya.


Setelah berbincang di telepon bersama Yudha, Tania pun menelepon Sari. Sari pun menyetujui ajakan nanti malam dan akan pergi bersama kekasihnya. Mentari sudah menunjukan pancaran yang kuat artinya waktu dhuhur akan segera tiba. Tania keluar kamarnya dan beranjak menuju ruang makan rumahnya.


Kebetulan hari itu juga di rumah sedang tidak ada siapa- siapa sebab orang tua beserta adiknya sedang berkunjung kerumah nenek Tania. Makanan sudah tersaji sedari pagi, Tania semangat mengambil piring dan mengisinya dengan makanan favorit nan lezat buatan ibu yaitu oseng asin cumi cabai hijau.


" Emmmmmmmhhhhh..... Ibu emang terbaiksss kalo aku libur kerja dimasakin makanan favorit aku" ucap Tania.


"Maka nikmat yang mana lagi yang harus didustakan, Bismillah...." lanjut Tania sambil menyuap nasi kedalam mulutnya tidak lupa setelah makan Tania menjalankan shalat dhuhur.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Waktu menunjukkan jam 4 sore, selepas adzan ashar tadi Tania bergegas mandi dan menunaikan shalat ashar. Sambil menunggu Yudha datang, Tania bersiap siap dengan memoles make up natural di wajahnya. Orang tua dan adiknya sudah pulang sekitar jam 2 siang.


Bremmm......bremmmm .....


Terdengar suara motor berhenti di depan rumah. Seperti dugaan Tania itu pasti Yudha. Dan benar saja Yudha datang.


Tok....Tok......Tokk....


"Assalamualaikum.." ucap Yudha sambil mengetuk pintu.


"Waalaikumsalam...." jawab Bapak sambil membuka pintu..


"Eh A Yudha..Sok masuk A..." ucap Bapak mempersilahkan masuk.


"Hatur nuhun Pak. Bapak gimana sehat?" tanya Yudha sambil mencium tangan Bapak.


"Alhamdulillah Bapak sama Ibu sehat. Kamu sendiri apa kabar?"


"Alhamdulillah sehat juga, Pak" jawab Yudha.


"Meni udah lama gak main kesini A. Bapak sama Ibu kamu sehat A?" tanya Bapak lagi.


"Alhamdulillah Bapak sama Ibu juga sehat, Pak" jawab Yudha yang sudah merasa tidak canggung lagi bersama orang tua Tania. Meskipun tidak ada keterikatan darah tapi Tania sudah menganggap Yudha dan keluarganya seperti saudara.


Tania pun keluar dari kamarnya dan kelihatan sudah siap untuk pergi .


"Mau kemana Kak?" Tanya Bapak.


"Pulangnya jam berapa? Yang hadir siapa saja?" Bapak balik bertanya.


"Paling malem jam 10 malem. Ya yang hadir palingan saya, Tania, sari sama pacarnya, Iqbal, Fira. Gak ada yang lain Pak" jawab Yudha.


"Oh yasudah Bapak ijinkan asal jam 10 harus sudah ada di rumah. Kamu jangan jauh-jauh dari Yudha ya. Bapak mah takut denger acara acara ulang tahun anak muda jaman sekarang tuh. Suka ada yang pesta miras sambil grepe-grepe pacarnya, kalo denger cuman kalian aja mah Bapak gak terlalu khawatir karena Bapak udah tahu kalian kayak gimana" jelas Bapak.


"Tenang aja Pak. Kita mah bukan penikmat miras dan **** bebas Pak. Dinding iman kami masih kuat berada dijalan yang benar" ucap Yudha sambil nyengir memperlihatkan deretan giginya.


"Kalo gitu kami ijin pergi dulu ya, Pak. Assalamualaikum.."


ucap Tania sambil mencium tangan Bapak, begitupun dengan Yudha.


"Waalaikumsalam.....hati-hati inget jam 10 harus ada di rumah. Dan jangan lupa pulangnya beli martabak manis" ucap Bapak


"Aku juga mau roti bakarnyaaaaaaa" teriak Salwa dari dalam kamarnya.


"Iya" jawab Tania sambil memakai helm yang di sodorkan Yudha kemudian berlalu pergi menaiki motor Yudha.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Sesampainya di rumah Nicko, Yudha memarkirkan motornya di depan rumah Nicko dan bersalaman dengan keluarga Nicko yang sedang berkumpul di ruang keluarga. Ternyata disana sudah ada Sari dan Aris pacarnya tengah berbincang bersama kakak Nicko.

__ADS_1


"Eh Mbak udah duluan datang, udah lama Mbak sama A Aris?" tanya Tania.


"Belum lama Tan, baru 20 menitan" jawab Sari.


"Oh iya nih, cicipin bolu ketan hitam buatan aku".


"Wawww mantap" ucap Tania sambil mencomot satu potong bolu.


"Mau donk aku juga" ucap Yudha yang mencomot satu potong bolu juga.


"Tanikuk, tuh bahan bahan udah siap dieksekusi di dapur. Ada kangkung, tahu, ikan asin, bahan buat sambel, beras buat nasi liwetnya sama ikan mas yang masih seger baru ngambil dari empang si babeh" ucap Nicko.


"Ishhhhh.... Sebentar atuh A baru juga datang udah di suruh kedapur aja, ini juga satu potong bolu belum abis. Terus Iqbal sama Kak Fira juga belum dateng" protes Tania.


"Ehhhh aku kan ngasih tau aja" jawab Nicko.


"Ya lagian ngasih tau kayak ngasih instruksi kerja kayak Pak Mul mentang-mentang anak buahnya" ledek Tania.


"Yaudah mana ikannya mau aku bersihin dulu biar nanti di marinasi terus gak nunggu lama buat di bakarnya" ucap Mbak Sari.


"Nahhhhh cakep, gercep nih si Sari ciri-ciri orang peka sama perut orang, kasian liat orang lama nahan laper" sindir Nicko yang di barengi senyuman di wajah Aris. Yudha hanya geleng-geleng melihat perdebatan itu.


Sari pun beranjak membersihkan Ikan mas di dapur, Tania pun menyusul setelah menghabiskan 2 potong bolu ketan. Tania membantu menyiapkan berbagai bumbu dan sambal. Adzan maghrib pun menggema. Tania dan sari pun istirahat sejenak dari kegiatannya kemudian mengajak para lelaki untuk shalat maghrib berjamaah.


Di rumah Nicko ada satu ruangan yang disediakan khusus untuk Nicko jika sedang berkumpul bersama teman-temannya. Berhubung kakak-kakak Nicko sudah menikah dan tidak tinggal bersama Nicko dan kedua orang tuanya, sehingga dua kamar di lantai satu dirubah menjadi ruangan yang cukup luas untuk Nicko jika ada teman-temannya untuk berkumpul asal tidak melakukan maksiat.


Setelah selesai shalat maghrib berjamaah, para lelaki menyiapkan arang untuk membakar ikan, sedangkan Sari dan Tania bergelut kembali di dapur. pertama-tama menggoreng tahu sambil mencuci beras untuk nasi liwet kemudian dimasak di magic com biar cepat dan tidak terlalu repot. Tak lama masakan akan segera siap dengan para lelaki yang membakar ikan. Terdengar suara motor menderu..


bremmm ...... bremmmmmm...


Semua pun menoleh ke asal suara motor tersebut .


"Ajegile ni orang pinter amat dateng pas makanan siap saji" sindir Nicko, Iqbal dan Fira hanya nyengir kuda.


"Biasa kita keliling keliling dulu menikmati malam minggu berdua" jawan Iqbal.


"Hmmmmmm monggo kanjeng bentar lagi ikan nasi liwet dan lainnya segera matang, silahkan duduk" ucap Yudha.


"Wahhhhh lu mah jadi bikin gue malu aja, Yud" ucap Iqbal sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Nasi liwet matanggggg......."


"Yang lainnya juga udah matang nih....." ucap Tania dan Sari.


"Ikannya juga...." ucap Yudha.


"Eh....Kak Fira. Berhubung baru datang dan gak bantuin kita jadi nanti Kak Fira bagian cuci piring ya" ledek Tania


"Oke oke siap nanti sama Iqbal juga ya biar susah senang bersama" ucap Fira yang di barengi ledekan semuanya.

__ADS_1


Mereka pun menikmati makanan yang tersaji. Setelah selesai makan dilanjutkan ngobrol-ngobrol santai sambil bercanda. Waktu pun menunjukkan pukul 9, Yudha pun mengajak Tania untuk pulang. Tania berpamitan dengan kawan-kawannya serta keluarga Nicko. Sebelum sampai rumah Tania belok dulu ke penjual Martabak dan roti bakar pesanan Bapak dan Salwa.


__ADS_2