Cahaya Cinta Tania

Cahaya Cinta Tania
Kemanakah Yudha?


__ADS_3

Di pabrik keadaan pulih seperti biasa. Operator kembali mengisi mesinnya masing-masing. Orderan produksi kini makin meningkat dengan adanya permintaan Ekspor ke Jerman dan Swiss.


Setiap hari senin pastilah pekerjaan akan sibuk, produksi menumpuk di ruangan Tania untuk di mutasi ke bagian QC. Mbak Ani membantu Tania memasangkan komponen pelengkap sedangkan Tania menyeklis barang yang sudah keluar.


Para teknisi sibuk memperbaiki mesin dan belum lagi harus memenuhi titah Pak Jean kabag mesin komputer stool. Pak Jean ini tipe orang yang idealis segalanya harus runtut seperti yang ia mau dan terkadang sulit menerima saran dari orang lain.


"A Nicko" Panggil Tania saat ia melihat Nicko berjalan membawa beberapa kunci mesin.


Nicko menoleh "Apa, Kuk?".


Tania terlihat ragu-ragu untuk bicara sampai Nicko menyuruhnya cepat ngomong sebab Pak Jean sedang menunggunya.


"Mmm apa A Yudha gak masuk?"


"Nah gue juga mau tanya" ucap Nicko.


"Nanya? Nanya ke siapa? Ke aku?"


"Yaiyalah abis sama siapa lagi?"


"A Nicko linglung ya? Kan A Yudha sudah ganti nomor dan aku gak di kasih tau sama sekali. A Nicko yang punya nomornya juga gak ngasih sama aku. Coba atuh hubungi sama A Nicko"


Nicko tampak berpikir membenarkan apa yang Tania ucapkan. "Iya ya kok aku telmi (telat mikir) ya?" Menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Yasudah nanti aku coba hubungi kalo enggak nanti nanya sama si Babal. Aku kesana dulu ya Pak Jean udah nungguin kalo lama bisa berabe urusannya sama dia mah". Nicko pun berlalu meninggalkan Tania yang masih tampak berpikir lalu mengangkat bahunya tanda 'entahlah' dan kemudian melanjutkan pekerjaannya kembali.


Sampai jam istirahat Tania tidak melihat batang hidung Nicko maupun Iqbal. Ia terus saja menengok kesegala arah siapa tau dua sahabat itu datang. Pak Jean kali ini tidak memberikan jatah jam istirahat kepada Nicko maupun Iqbal sampai urusan mesinnya tuntas baru Nicko dan Iqbal boleh beristirahat.


"Keterlaluan ya Pak Jin tomang. Badan gue sampe gemeteran nahan laper. Disaat orang lain masuk kita baru bisa istirahat" keluh Iqbal.


"Sama lah gue juga Bal, mana tadi cuman minum kopi aja gak sarapan dulu. Tau kerja bakal kayak gini tadi pagi gue isi amunisi yang banyak dulu dah" Nicko juga ikut mengeluh sambil selonjoran di teras musholla. Walaupun mereka tertinggal jam istirahat setidaknya Pak Jean masih berperikemanusiaan melonggarkan aturan istirahat bagi Nicko dan Iqbal. Keluar dari pabrik mereka sempat di tahan oleh satpam bagian gerbang dalam dan mereka pun menjelaskan alasan kenapa baru beristirahat dan mereka pun langsung bergegas ke musholla untuk beribadah.


"Bu, ikan tongkol balado masih ada?" Tanya Iqbal ketika sudah di kantin.


"Masih tuh" jawab Bu Maryati.

__ADS_1


"Oke deh aku mau ikan tongkolnya 2, telur dadar sama bakwan jagung 3" pesan Iqbal dan pergi duduk di bangku yang sudah kosong.


"Siap. Tumben pesennya banyak? Laper Bos?" Tanya Bu Maryati sambil menyiapkan pesanan Iqbal.


"Laper bu, abis kerja rodi" celetuk Nicko.


"Kalo Jang Nicko mau pesan apa?"


"Pengen sayur aja deh, Bu. Ada sayur apa?"


"Hari ini ibu masak soto Bandung. Terus sama apa lagi?"


"Sama telur dadar aja"


"Oke deh. Minumnya mau apa?"


"Saya teh panas aja" jawan Iqbal


"Saya juga deh bu" ucap Nicko menimpali.


"Bal, lu tau gak si Yudha kemana?" Ucap Nicko sambil menyalakan sebatang rokok.


Iqbal yang sedang bersandar di tembok menoleh lalu fokus lagi pada ponselnya.


"Gak tau. Gak ada nge chat" jawabnya santai.


"Emang kenapa gitu?"


"Ya nanya aja. Masa nanyain temen kagak boleh. Gimana sih lu ah. Kan gak biasanya juga si Yudha bolos kerja tanpa kabar kayak gini"


"Telepon aja atuh. Kok malah bertanya-tanya" titah Iqbal.


Nicko meraih ponselnya di saku lalu menekan tombol memanggil Yudha.

__ADS_1


Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan


Beberapa kali Nicko mencoba kembali menghubungi namun hanya tersambung dengan nada dering operator.


Nicko menatap Iqbal setelah mematikan kembali ponselnya.


"Ih anjir tatapan lu kok serem gitu sih" ujar Iqbal.


"Jir lu kira gue genderuwo? Pake serem lagi" ucap Nicko.


"Bukan gitu. Aneh aja liat muke lu kayak gitu. Kenapa sih?" Tanya Iqbal.


"Aneh ponselnya gak aktif-aktif. Kok perasaan gue kagak enak ya?" Kali ini tatapan Nicko tampak menerawang. Timbul rasa khawatir pada sahabatnya itu. Bertahun-tahun ia bersahabat dengan Yudha tidak pernah seperti ini. Yudha selalu terbuka padanya kecuali urusan cinta.


"Ya kita do'ain semoga Yudha baik-baik aja bro. Coba nanti sore kita calling lagi siapa tau udah aktif. Mungkin hp nya lagi di cas atau gimana kita kan gak tau. Positif thinking aja" Iqbal menepuk lembut bahu Nicko menenangkan.


"Masuk lagi yok ah. Kita tuntasin dulu bersihin mesinnya sekarang biar bisa pulang tepat waktu" ajak Iqbal meraih tangan Nicko.


"So sweet banget sih lu pake gandeng tangan gue segala" kekeh Nicko.


"Ih anjir gue perhatian salah, gak perhatian apalagi" Iqbal menghempaskan tangan Nicko dan melengos pergi.


"Hahaha gitu aja ngambek lu. Sensi amat kayak cewek lagi PMS aja" kekeh Nicko.


"Bacot lu" jawab Iqbal sinis.


"Bacot tuh sejenis keong keongan ya?" Tanya Nicko.


"Itu bekicot dodol" timpal Iqbal tanpa menoleh kearah Nicko yang berjalan di belakangnya.


"Hahaha serius amat lu Boy. Santai dikit napa sih" ucap Nicko sambil tertawa. "Kalo lagi judes kayak gini lu keliatan kayak cewek tau gak?"


"Sialan lu. Kalo gue melambai tar Fira bilang apa tentang gue? Udah ah gue lagi gak mood buat becanda. Tuh liat Jin tomang dah stand by aja depan mesin sambil tolak pinggang" ucap Iqbal sambil menunjuk kearah Pak Jean dengan dagunya. Nicko menghembuskan nafasnya kasar. Kalau saja ada Yudha mungkin yang akan menghadapi Pak Jean adalah dia bukan Nicko maupun Iqbal.

__ADS_1


Ketahuilah, sekekar dan semacho apapun laki-laki, masih ada jiwa lembut dihatinya dan rasa solidaritas yang tinggi terhadap sahabatnya. Semarah-marahnya Yudha, Iqbal maupun Nicko itu pasti hanya akan memakan waktu setengah jam sampai satu jam. Lalu, bagaimanakah dengan Yudha saat ini? Apa dalam waktu singkat ponselnya akan aktif dan menghubungi geng tiga serangkai? Dan menghapus segala kekhawatiran sahabatnya dan Tania?


__ADS_2