Cahaya Cinta Tania

Cahaya Cinta Tania
Bestie Forever


__ADS_3

Setelah curhat bersama Ibu perasaan Tania jadi lebih tenang. Pelukan Ibu bagaikan support system bagi Tania. Seharian ia tidak membuka ponselnya, sengaja ia non aktifkan karena ingin istirahat total. Begitu Ibu pergi meninggalkan kamar, Tania menyalakan ponselnya. Banyak panggilan dan pesan masuk. Masih dengan duduk bersandar pada kepala ranjang dengan tumpuan bantal, Tania membuka pesan satu persatu.


Banyak pesan yang menanyakan keadaannya, ia tersenyum bahagia. Ternyata selama ini ia lupa bahwa masih banyak sahabat-sahabat yang begitu peduli dan menyayanginya. Di bukanya log panggilan masuk tampak Irwan dan Wulan beberapa kali menghubunginya. Kemudian ia putuskan untuk menelepon balik Wulan.


Tuuuuttt...... Panggilan terhubung.


Pada dering ketiga terdengar suara heboh Wulan disana.


"Assalamualaikum Tania"


"Waalaikumsalam. Ada apa, Lan tumben nelepon sampe beberapa kali?"


"Kamu kenapa, Tan suara kamu kok kayak yang lemes gitu?"


"Aku sakit Wulaaaaannn"


"Ya Allah sakit apa? Dari kapan? Kamu kok gak ngabarin aku"


"Demam, asam lambung, sama tensi darah aku rendah"


"Terus sekarang gimana keadaan kamu?"


"sedikit mendingan. Masih pusing sama perut aku sakit"


"Pantesan si A Irwan tadi nelepon aku nanyain kamu. Lah aku kan gak tau kamu kenapa. Aku telepon kamu beberapa kali gak aktif terus"


"Ngapain dia nanyain aku ke kamu?"


"Katanya tadi dia ke pabrik buat ketemu sama jemput kamu tapi kamunya masuk setengah hari. Terus dia telepon kamu tapi gak aktif makanya dia nanyain ke aku siapa tau katanya aku tau kamu kenapa" cerocos Wulan. Tania menarik nafasnya dalam dan menghembuskannya kasar. Disaat dia sudah mantap untuk berhenti memikirkan Irwan selalu saja Irwan datang. Perasaannya bagaikan layangan terhadap Irwan. Dengan seenaknya Irwan menarik ulur hatinya tanpa mau memberikan kejelasan arah.


"Abaikan aja kalo dia nanyain aku lagi. Jawab aja aku sakit gak mau di ganggu"

__ADS_1


"Eh...ehh...Ada apa nih antara kamu sama dia? Kayaknya aku kelewatan episode nih"


"Gak ada apa-apa. Udah ah males aku bahas dia, aku mau istirahat ya, bye Assalamualaikum" ucap Tania memutuskan sambungan sepihak tanpa mendengar jawaban dari Wulan. Sepertinya di seberang sana Wulan kebingungan dengan sikap sahabatnya itu.


Ting.... Pesan masuk dari Wulan.


"Aku besok ke rumah kamu ya. Kebetulan jadwal kampus aku lagi kosong besok"


Tania hanya membukanya tanpa memberi jawaban. Disimpannya hp di atas meja lalu ia berbaring menutup tubuhnya dengan selimut.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Pukul 10 pagi Wulan sudah ada di rumah Tania. Ia khawatir dan penasaran kepada sahabatnya itu. Ibu menyuruh Wulan untuk langsung saja masuk ke kamar Tania. Dilihatnya Tania sedang tidur meringkuk diatas kasur, ia pun naik ke atas kasur mendekati Tania lalu menggoyangkan tubuhnya pelan.


"Tan...." lirih Wulan.


"Hmmmmm..." gumam Tania. Perlahan ia membuka matanya, membetulkan posisi untuk duduk bersandar dengan tumpuan bantal.


"Udah kemarin. Kamu bawa apa kesini?" tanya Tania. Yang ditanya malah nyengir kuda.


"Hehehe aku gak bawa apa-apa. Sorry ya... Kamu mau apa atuh aku beliin ya"


"Ishh... Nengok sahabat gak bawa apa-apa. Teman macam apa itu?" ucap Tania sinis yang Wulan tahu itu hanya bercanda.


"Ya maaf. Aku gak sempet beli apa-apa pikiran aku cuma pengen cepet-cepet kesini aja". Tania melengos melempar bantal kecil kepada sahabatnya itu. " Kayaknya kamu mah kecapean ya. Makanya kalo kerja itu jangan ngosongin perut, dah gak musim kali kerja rodi mah"


"Kejar target, sayang waktu adalah uang" ucap Tania asal.


"Ya gak sampe segitunya kali. Kamu harus tau kapasitas tubuh kamu itu kayak gimana. Kamu itu gampang capek dan kalo dah capek nya kelewatan ya begini jadinya"


"Iya...iya.. Kamu masih inget aja aku kayak gimana" senyum Tania.

__ADS_1


"Iya lah aku inget kita kan deket sebagai sahabat udah lama, jadi mana mungkin aku lupa sama kebiasaan sahabat aku sendiri"


"Uluh....uluh... So sweet banget sahabat aku ini" ucap Tania seraya memberikan pelukan kepada sahabatnya itu.


"Tan..." ucap Wulan sambil melepaskan pelukan dari Tania.


"Hmmm.." jawab Tania


"Sebenernya kamu sama A Irwan ada apa sih? beberapa waktu lalu dia ngirim foto berdua sama kamu kayak yang lagi fitting baju kebaya. Apa udah jauh hubungan kamu sama dia?" akhirnya Wulan dengan hati-hati menanyakan hal yang membuat dirinya penasaran. Lama ia menunggu jawaban Tania, wajahnya tampak menimbang-nimbang antara mau bercerita atau tidak. Dengan perlahan Tania pun menceritakan dari A sampai Z tentang ia dan Irwan.


Wulan terhenyak kaget mendengar penuturan sahabatnya. Ia merasa bersalah telah mengenalkan Tania dengan laki-laki seperti Irwan.


"Maafin aku ya, Tan" ucapnya sambil menggenggam tangan Tania.


"Maaf buat apa?"


"Coba aja aku gak begitu ambis buat ngenalin kamu sama dia mungkin kamu gak akan kecewa sama dia. Aku kira dia udah beneran berubah begitu aku denger dari A Aldi. Ternyata cuman tipu muslihat aja biar kamu klepek-klepek terus ditinggalin gitu aja" ucap Wulan menundukkan wajahnya.


"Ish.... Muka kamu gak cocok buat pasang wajah sedih tau gak. Dah gak usah ditekuk gitu wajahnya. Ini bukan salah kamu. Mungkin aku nya aja yang terlalu kegeeran sama dia. Terlalu bawa perasaan. Kita kan gak bisa milih jatuh cinta sama siapa. Lagi apes aja aku nya dapet gebetan ujung-ujungnya di PHP in terus" ucap Tania mengusap punggung Wulan.


"Aku gak rela cewek sebaik kamu digituin sama dia. Aku mau bilang A Aldi gak usah temenan lagi sama dia. Keki aku sama A Irwan" ucap Wulan cemberut.


"Gak perlu gitu juga. Dia sama A Aldi kan udah lama juga temenan masa gara-gara aku jadi terputus pertemanan mereka. Lagian siapa aku. Aku mah hanya butiran bubuk rengginang" ujar Tania. "Biarin aja itu udah jadi kemauan A Irwan sendiri. Sekarang aku gak mau lagi mikirin dia buang-buang energi aja" tambahnya lagi.


"Iya betulllll...... Mau aku kenalin kamu ke temen SMA aku gak?" ucap Wulan antusias.


"Gak ah. Aku pengen sendiri aja dulu. Menata hati lagi biar gak masuk lubang yang sama. Kamu ini semangat amat kenalin aku sama orang, kamu nyindir aku gak laku ya?" ucap Tania mantap.


"Yaelah gak gitu ih....Kali aja mau katanya kalo sakit hati sama cowok ya obatnya sama cowok lagi" ucap Wulan mengedip-ngedipkan matanya.


"Terserah deh aku mah lagi gak mood dan gak mikirin cowok untuk sekarang" ucap Tania.

__ADS_1


__ADS_2