Cahaya Cinta Tania

Cahaya Cinta Tania
Di tengok 3 Serangkai


__ADS_3

Dalam keadaan patah hati sahabat memang selalu membawa andil besar dalam pencarian solusi. Berkatnya sedih yang dirasakan akan hilang seketika bersama canda tawa yang diberikan oleh sahabat. Tania bersyukur mempunyai sahabat yang kocak seperti Wulan. Sesi cerita kemarin terus berlanjut dengan obrolan ngaler ngidul ala mereka. Tania sampai lupa rasa sakitnya, bukan hanya sakit fisik tapi juga hati. Wulan adalah orang yang anti sama kata terpuruk katanya bikin diri kita jadi bahan dikasihani orang. Baginya jaga image itu harus dan itu pelajaran yang Tania ambil.


Jadi perempuan harus kuat, jangan terlalu terlihat mencintai nanti laki-laki bakal besar kepala. Dan benar saja riset membuktikan hampir 80 persen laki-laki seperti itu. Saat hendak pulang, kemarin Wulan sempat berjanji pada Tania kalau Tania sembuh Wulan akan mengajaknya jalan-jalan. Tania hanya senyum melihat tingkah sahabatnya, dari dulu Wulan gak berubah. Tetap menjadi Wulan yang manja, girly, menggemaskan. feminim, dan punya solidaritas yang tinggi.


Terhitung sudah tiga hari Tania cuti sakit, itu artinya besok ia harus kerja lagi. Kondisinya saat ini masih lemah, masih pusing akibat dari asam lambung dan tensi yang rendah. Sore ini setelah Bapak pulang, Tania bergegas ke dokter lagi untuk mengecek kondisinya dan jika memungkinkan meminta surat cuti sakit lagi selama 2 hari.


Dokter yang memeriksa kali ini memang menyarankan Tania untuk istirahat kembali dan tidak boleh melakukan aktifitas, memberi lagi resep obat yang harus Tania konsumsi serta surat dokter.


Kata Bapak, selama Bapak dinas, Bapak tidak bisa konsentrasi kerja sebab memikirkan anak sulungnya yang sakit. Rasanya Bapak ingin segera pulang, dan benar saja begitu pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat Bapak langsung pulang padahal jadwal kepulangan Bapak esok harinya.


Setelah pulang dari dokter begitu sampai rumah, tampak rumah sangat ramai. Ada tiga motor terparkir dihalaman. Tania mengenali motor tersebut dan tidak salah lagi itu adalah motor tiga serangkai. Pulang kerja mereka langsung bergegas menjenguk Tania.


"Assalamualaikum" ucap Tania dan Bapak bersamaan. Semua yang ada di ruangan pun menoleh keasal suara.


"Waalaikumsalam" jawab semuanya.


"Eh ada tamu geningan. Udah lama?" tanya Bapak.


"Gak kok, Pak. Baru aja datang" ucap Yudha.


"Sok atuh silahkan di minum airnya. Cemilannya belum ada si Ibu teh nya. Buuuuu ini atuh masa cemilannya belum disuguhin" ucap Bapak yang melihat air sudah tersaji di meja dan berteriak kepada Ibu yang kemudian muncul dari dapur membawa nampan berisi makanan ringan.


"Iya, Pak, Bu terimakasih" ucap mereka bersamaan.


"Bapak permisi dulu ke dalam ya. Silahkan ngobrol-ngobrol sama Tania" ucap Bapak sambil berlalu masuk kedalam kamarnya.


"Gimana keadaan kamu, Tan?" tanya Iqbal kepada Tania yang duduk di sebelah Yudha menyenderkan kepalanya di badan kursi.


"Udah lumayan baikan. Tinggal pusing sama lemesnya" ucap Tania.

__ADS_1


"Cepet sembuh atuh aku gak ada yang bisa di ejekin" ucap Nicko.


"Ya atuh siapa yang gak kepengen sembuh. Pengen aku juga" Tania melengos. "Eh, iya sekalian aja ya aku titipin sekarang. Tadinya ini sama Bapak mau di anterin ke pabrik besok" ujar Tania sambil mengambil sesuatu dari saku jaketnya lalu mengasongkannya kepada Yudha.


"Oke nanti ini dikasihin sama Pak Mul" ucap Yudha.


"Kamu itu keterlaluan Tan" ucap Nicko.


"Lah emang kenapa?" tanya Tania penasaran.


"Pak Mul pas liat kamu sakit beuhhhh perhatian banget sampe kamu bikin kesalahan fatal aja yang disalahin malah si Iqbal" kekeh Nicko. Iqbal yang mendengarnya langsung memukul bahu Nicko. "Ember banget lu" ucap Iqbal.


"Lah aku ngelakuin apa emang?" tanya Tania dengan wajah bingung memandang wajah tiga serangkai satu persatu.


"Kamu pas pagi-pagi sebelum bikin laporan bantuin Orin ganti benang sama style baru ya?" kali ini Yudha yang balik bertanya. Tania mengingat-ngingat lagi kejadian tiga hari lalu. Mereka semua saling diam.


"Oh iya bener aku baru ingat. Emang ada masalah gitu?" suara Tania mengagetkan semua yang sedang diam fokus menunggu jawaban.


"Hooh ada masalah lah, lu ganti benangnya kebalik semua" ucap Nicko.


"Iya kamu yang berbuat aku yang kebagian marahnya" ucap Iqbal kecut.


"Ya allah....Maaf ya, Bal. Aku beneran gak bisa fokus kerja waktu itu. Kepala pusing banget" ucap Tania dengan wajah yang mengkhawatirkan. "Pasti aku kena SP ya?" ucapnya lagi sambil menundukkan wajahnya.


"Ya gak tau, Tan. Soal kena SP atau enggak nya mah" ucap Iqbal yang diangguki oleh Nicko, Yudha dari tadi mendengarkan mereka berbicara sambil main game di ponselnya.


"Terus cerita kamu bisa kena marah Pak Mul itu gimana?" tanya Tania penasaran.


"Waktu itu si Babal lagi benerin mesin yang si Orin, tau kan si Orin mah orangnya panikan baru ditanya Pak Mul aja dia mah udah bercucuran keringat sama gemeteran. Pas Pak Mul lagi cek style baru, terus disamain sama sampel eh taunya salah, untungnya baru produksi satu lusin dan yang jalan cuma di mesin si Orin aja. Nah langsung aja diberentiin dulu mesinnya semua benang diganti lagi susunannya, Mbak Ani juga kena omel. Pas ditanya si Orin gak bisa jawab nah yang jawabnya si Iqbal jadi lahhh si Iqbal yang kena cuap cuap harimau" jelas Nicko.

__ADS_1


"Ya allah...aduhh bal, gak kebayang gimana pucatnya wajah Orin" ucap Tania sambil membayangkan wajah Orin.


"Heh, yang harusnya dipikirin tuh aku atuh, Tan. Malah yang dipikirin si Orin" ucap Iqbal.


"Ya kan kamu mah biasa dimarahin sama Pak Mul, ari Orin mah gak biasa, Bal" bela Tania.


"Huffthhhh seharusnya tersangka utamanya itu kamu tau, berhubung kamunya sakit terus ijin pulang dan hari itu Pak Mul lagi baik sama kamu. Coba aja kalo kamu gak sakit pasti langsung dah di aum sama harimau lapar" ledek Nicko sambil menyuapkan sukro kedalam mulutnya.


"Lagian ya sakit hati sama buaya buntung dipikirinnya dalem amat sampe sakit lagi" ucap Iqbal.


"Yahhh namanya juga manusia atuh, da aku mah hanya punya perasaan gak kayak dia yang gak berperasaan" jelas Tania mengerlingkan matanya judes.


"Sensi amat kalo dah bahas tuh buaya. Dah buang tuh perasaan jauh-jauh rugi banget lu mencintai orang kayak dia. Gak pantes dia dapetin cinta dari orang sesolehah kamu" ucap Nicko yang menghembuskan nafasnya ke muka Iqbal saat bilang solehahhh..


"Jirrrr bau bang sathh" ucap Iqbal sambil melemparkan kacang sukro kearah Nicko.


"Hahahahah sorry sorry..." ucap Nicko sambil terkekeh.


"Berisik kalian sayang tuh makanan dilempar lempar" protes Yudha sambil memakan cemilan kue kering. "By the way nih dari kita abisin ya biar cepet sehat lagi" ucap Yudha lagi sambil menyodorkan dua kantong plastik berisi kue dan buah-buahan


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hayy Readers Tania, maaf author baru up lagi. 2 hari ini author sakit makanya belum up.


Istilah gorowok desa biasa digunakan dalam bahasa sunda yang artinya berteriak ala orang desa. Jaman dulu di desa rumah tidak saling berdekatan antara satu rumah dengan rumah yang lainnya. Ketika memanggil tetangga maka mereka biasanya suka berteriak agar terdengar. Nah dari situlah istilah gorowok desa diambil. Sumber ini author dapat dari cerita orang tua heheh......kalau ada salah mohon dikoreksi ya...


Happy reading ya semua...


Jangan lupa dukung, favorit, like dan vote ya...

__ADS_1


With ❤️


Santii_Chan


__ADS_2