Cahaya Cinta Tania

Cahaya Cinta Tania
Sari and Aris's day (2)


__ADS_3

"Saya terima nikah dan kawinnya Sarifatunnisa binti Bapak Abdul Hamid dengan mas kawin emas 25 gram dan seperangkat alat sholat dibayar tunai"


"SAH...."


"SAH..."


"SAH..."


"Alhamdulillah.....Barakallahu laka wabaraka 'alaika wajama'a bainakuma fii khair"


Acara akad nikah Mbak Sari berlangsung dengan khidmat. Aris dengan lantang mengucapkan ijab kabul dalam satu tarikan nafas. Pancaran kebahagiaan nampak pada semua orang termasuk Tania. Ia kagum dengan sikap kalem Mbak Sari saat ijab qabul, padahal saat di make up tangannya dingin tak henti memegang tangan Tania maupun Mbak Sofie. Ia begitu grogi saat memasuki mesjid tempat berlangsungnya ijab qabul, terdengar beberapa kali menarik nafas dan menghembuskannya kasar.


Kegugupan Mbak Sari terbayar lunas dengan mantapnya ijab qabul yang diucapkan Aris. Sesi serah terima mas kawin dan buku nikah sedang berlangsung, para fotografer betulan serta fotografer dadakan bergiliran memotret raja dan ratu sehari. Acara dilanjutkan dengan rangkaian adat sunda, dimulai dari sungkeman, huap lingkung, tarik bakakak, serta sawer. Kata pemandu acara semua rangkaian merupakan simbol bagi pengantin memasuki kehidupan yang baru serta banyak wejangan yang disampaikan melalui acara tersebut.


"Selamat ya Mbak dan A Aris, akhirnya halal juga. Semoga menjadi keluarga yang sakinah mawaddah dan warohmah ya" ucap Tania.


"Selamat unboxing ya Sar, Ris" ucap Mbak Sofie terkekeh.


"Iya terima kasih ya atas do'anya" ucap Mbak Sari dan Aris.


Selesai acara Akad dan adat, kemudian pengantin berganti pakaian untuk resepsi. Kali ini Mbak Sari mengenakan kebaya modern seperti gaun dengan ekor yang panjang dan lebar berwarna merah maroon. Ketika pengantin memasuki aula menuju pelaminan, pengantin akan disambut dengan tarian upacara adat mapag panganten. Mbak Sari menggandeng lengan Aris diikuti orang tua kedua mempelai dibelakangnya serta para adik dan kakak dari kedua mempelai. Selanjutnya para bridesmaid dibelakangnya.


Penampilan Mbak Sari sangat manglingi sekali. Ia begitu cantik dan anggun bak putri dongeng. Tania jadi berkhayal kapan ia menikah, sungguh acara Mbak Sari menggugah hatinya. Namun sayang, satupun calon ia tak punya. Acara pun dilanjut dengan ramah tamah dengan rekan keluarga dan para tamu undangan. Pagi tadi musik pengiring yang mengalun lebih kepada kesenian sunda, saat resepsi musik bernuansa modernlah yang mengalun.


Satu persatu tamu undangan datang menghadiri pesta, termasuk tiga serangkai tekinisi beserta pacarnya kecuali Yudha.


"Anjayyyy Si Tanikukk meni geulis kieu (Anjayy Si Tanikuk cantik banget)" kelakar Nicko.


"Udah ngalahin artis euy cantikna" ucap Iqbal.


"Plissss deh yah kagumnya simpen dulu dalam hati, noh liat yang dipinggir kalian udah muka bete" ucap Tania terkekeh. Keduanya pun Menengok pacarnya masing-masing yang sudah cemberut.


"Jangan marah ya Mochi, Kak Fira" ucap Tania lagi.


"Aihhh santai aja lagi Tan. Kalo godain cewek lain baru aku gak akan ngampunin si Iqbal" ucap Fira.


"Yaudah atuh yah kita mau nyamperin dulu Mbak Sari mau kasih selamat" ucap Fira melambaikan tangannya berlalu meninggalkan Tania dan Mbak Sofie di meja tamu.


Alunan musik terdengar, MC membuka acara dan menyapa semua tamu undangan yang hadir., tak lupa memberi selamat untuk kedua mempelai.


"Tan, liat deh para pemain musiknya cakep-cakep ya" bisik Mbak Sofie..


"Iya Mbak lumayan juga" ucap Tania.


Sang penyanyi membawakan lagu romantis persembahan spesial bagi mempelai. Semua terbuai dengan nuansa pernikahan Mbak Sari benar-benar romantis. Saat peralihan lagu MC kembali memegang komando, kali ini ia membaca secarik kertas request dari pengantin wanita.


"Wah wahh sepertinya pengantin kita mau request sesuatu nih, kita baca dulu ya....Adakah yang bernama Tania disini?" Sang MC bertanya sambil melirik sana sini mencari keberadaan orang yang bernama Tania. Mbak Sofie berteriak dan menunjuk Tania. Tania yang sudah mengumpet dibelakang Mbak Sofie menenggelamkan kepalanya agar tidak terlihat sebab Semua mata sudah tertuju padanya.


MC turun dari panggung dan menghampiri Tania. Tania gelagapan bingung harus apa saat MC mengajak dirinya untuk naik keatas panggung. Ia melirik Mbak Sofie yang begitu bersemangat mendorong Tania agar segera naik ke panggung, ia memelas tidak mau. Kemudian diliriknya lagi Mbak Sari dipelaminan yang sudah berteriak "Ayo donk Tan kapan lagi kamu nyanyi di nikahan aku. Seumur hidup satu kali loh ini" ucap Mbak Sari dengan muka memohon. Dengan berat hati Tania beranjak menuju panggung.


"Saya terkesima saat tau nama kamu Tania. Namanya cantik sesuai dengan rupanya" puji sang MC.


"Oke berhubung ini permintaan spesial dari pengantin maka saya mempersilahkan nona yang cantik ini untuk menyumbangkan suara emasnya".


Tania mengambil mic dan menentukan lagu yanga akan di bawakan kepada para pemain musik. Pemain keyboard tak hentinya mencuri pandang kepada Tania

__ADS_1


"Ehmm sebelumnya saya mengucapkan happy wedding day Mbak Sari, semoga berkenan dengan hadiah tambahan dari aku. Padahal kemarin aku udah ngasih kado pernikahan tapi minta lagi kamu Mbak" kelakar Tania yang mengundang gelak tawa seluruh tamu undangan.


"Oke sebuah lagu spesial saya persembahkan untuk kedua mempelai"


Jrenggg......Musik dimainkan...


Bukti by Virgoun


Memenangkan hatiku bukanlah


Satu hal yang mudah


Kau berhasil membuat


'Ku tak bisa hidup tanpamu


Menjaga cinta itu bukanlah


Satu hal yang mudah


Namun sedetik pun tak pernah kau


Berpaling dariku


Beruntungnya aku


Dimiliki kamu


Kamu adalah bukti


Dari cantiknya paras dan hati


Kau jadi harmoni saat kubernyanyi


Tentang terang dan gelapnya hidup ini


Dari baiknya Tuhan padaku


Waktu tak mengusaikan cantikmu


Kau wanita terhebat bagiku


Tolong kamu camkan itu


Meruntuhkan egoku bukanlah


Satu hal yang mudah


Dengan kasih lembut kau pecahkan


Kerasnya hatiku


Beruntungnya aku


Dimiliki kamu

__ADS_1


Kamu adalah bukti


Dari cantiknya paras dan hati


Kau jadi harmoni saat kubernyanyi


Tentang terang dan gelapnya hidup ini


Dari baiknya Tuhan padaku


Waktu tak mengusaikan cantikmu


Kau wanita terhebat bagiku


Tolong kamu camkan itu


Kamu adalah bukti


Dari cantiknya paras dan hati


Kau jadi harmoni saat kubernyanyi


Tentang terang dan gelapnya hidup ini


Dari baiknya Tuhan padaku


Waktu tak mengusaikan cantikmu


Kau wanita terhebat bagiku


Tolong kamu camkan itu


Tolong kamu camkan itu


Hufttt....Selesai juga lirih Tania dalam hati. Musik berhenti dengan tepukan riuh para tamu undangan serta pengantin tak lupa Mbak Sofie.


"LAGIIIIIII......." teriak seseorang di dekan pelaminan yang Tania yakini itu adalah Nicko. Semua menyetujui agar Tania menambah lagunya. Dengan terpakasa ia pun menyanyikan lagi satu lagu.


"Baiklah karena banyak yang meminta tambahan, maka saya akan menyanyikan satu lagu lagi. Tapi kali ini saya gak akan semdiri. Saya mau meminta teman saya A Yudha untuk bergabung bersama saya disini" ucap Tania. Yudha terhenyak kaget namun Nicko dan Iqbal mendorongnya naik keatas panggung.


"Kali ini saya akan membawakan lagu berjudul Duhai Pendampingku by Edcoustic. Saya minta semuanya untuk melambaikan tangannya diatas ya" pinta Tania.


Musik dimainkan, kali ini Yudha memegang gitar akustik. Semuanya terpukau dengan konser dadakan Tania yang dilengkapi dengan Yudha. Musik mengalun diiringi suara Tania yang merdu penuh penghayatan.


Duhai pendampingku akhlakmu permata bagiku


Buat aku makin cinta


Tetapkan selalu janji awal kita bersatu


Bahagia sampai ke syurga.......


"Mbak Sari dan A Aris samawa till jannah ya" pungkas Tania mengakhiri konser dadakannya. Diam-diam disudut dekat sound ada seseorang yang tersenyum mengabadikan penampilan Tania melalui ponselnya. Selesai bernyanyi Tania menyerahkan kembali mic kepada MC. Yudha menggandeng tangan Tania dari atas panggung dan mengusap lembut puncak kepala Tania. Sontak saja semua orang berhuuuuuu ria melihat adegan sweet diatas panggung sampai turun panggung. Pastilah mereka akan mengira jika Yudha dan Tania berpacaran.


Saat turun dan menuju meja tamu Tania masih digandeng Yudha ketika ia berpapasan dengan orang yang sangat ia kenal. Keduanya terhenyak kaget......

__ADS_1


__ADS_2