Cahaya Cinta Tania

Cahaya Cinta Tania
Perkenalan


__ADS_3

Tania POV


Hari ini lumayan pegal juga kaki menemani Wulan berkeliling mall, walaupun senang juga tadi secara tidak sengaja membeli baju tunik bagus sesuai dengan tubuhku yang mungil. Rasanya ingin pulang dan merebahkan diri di kasur kesayangan saat ini, tapi Wulan memintaku untuk menemaninya ke rumah pacarnya. Aku mengekor saja daripada pulang sendiri sayang ongkos.


Aku belum pernah menemani Wulan ke rumah Aldi, kalau sama Aldi sih aku sudah sering bertemu bahkan sering jadi nyamuk kalau mereka lagi jalan. Agak canggung juga apalagi di rumahnya ada teman Aldi, sahabat tepatnya.


Ibunya Aldi baik dan ramah, tapi aku merasa risih daritadi. Ada sepasang mata sipit terus mencuri pandang kearahku. Aku melihat dengan ujung mataku, tatapannya itu seperti tatapan laki laki buaya. Dari cara dia bicara, curi pandang, dan cari perhatiannya pun mencerminkan laki laki buaya.


Wulan dan Aldi sibuk kangen-kangenan sampai melupakan aku. Bener kata orang kalau lagi jatuh cinta dunia serasa milik berdua yang lain mah numpang aja. Aku sibukkan diri dengan menscroll medsosku daripada gak ada kerjaan sama sekali. Lelaki itu duduk mendekatiku, aku acuh saja pura-pura tidak melihat..


"Ehm......" dia berdehem.


Sekilas ku lirik dan memberikan senyum lalu menatap hp kembali.


"Sendirian aja" katanya lagi


"Enggak kok ada banyakan. Ada A Aldi, Wulan, mamahnya A Aldi dan anda" jawabku seadanya. Terlihat dia menggaruk tengkuknya.


"Temennya Wulan yah?" tanyanya.


"iya" jawabku masih dengan menatap ponselku.


"Udah lama temenan sama Wulannya? Kok aku gak pernah liat ya"


"Mmmmmm lumayan udah 12 tahun. Iya karena gak semua mesti di ekspos atuh"jawabku sekenanya.

__ADS_1


"Kalau gitu boleh donk kita kenalan. Kamu kan temennya Wulan dan aku temennya Aldi. Gak enak donk masa ketemu tapi gak tau namanya siapa tau jadi temen juga" ucapnya mengeluarkan jurus bad boy pertamanya.


"Boleh kalau sekedar kenalan mah" jawabku.


"Kenalin nama aku Irwan. Nama kamu siapa?" tanya-nya seraya mengasongkan lengannya.


Kuulurkan lenganku meraih tangannya "Tania" jawabku.


Dia tersenyum senang, aku hanya menyunggingkan sedikit senyuman.


"Boleh minta nomor hp nya?" pintanya.


Awalnya aku keberatan memberi nomorku kepada orang yang baru dikenal, tapi inikan temannya Aldi apa salahnya juga pikirku. Kuraih hp Irwan dan memasukkan nomorku.


Wulan benar benar lupa waktu, ini sudah jam setengah 8 tapi dia masih asyik aja sama Aldi.


"Eh.....maaf Tan aku sampe lupa ada kamu hihihihi" dia malah tertawa dan aku memutar bola mataku karena bete.


"Oke..Oke bentar aku pamitan dulu sama mamahnya A Aldi ya"


Irwan hanya senyum-senyum melihatku yang bete karena Wulan entah apa yang dipikirkan lelaki itu. Yang pasti dipikiranku hanya satu yaitu pulang....Badanku sudah lelah kepalaku juga mulai pening. Daya tahan tubuhku memang sedikit lemah, capek sedikit saja suka tumbang, makanya di pabrik 3 teknisi serangkai selalu siap sedia membantu kalo aku kelelahan.


"Bagaimana kalo aku anterin kamu aja kalo Wulan masih kangen-kangenan sama Aldi. Aku juga gak mau jadi kamcong alias kambing conge sendirian" tiba-tiba Irwan menawarkan diri.


Aku melihat Wulan dan Ia pun malah menyetujuinya. Malah ia yang menyarankan jika aku diantar oleh Irwan dan dia diantar oleh Aldi dengan motor Wulan sedangkan Irwan membawa motornya sendiri dan nanti pulangnya Aldi dibonceng Irwan. Dengan terpaksa aku menyetujuinya biar cepat sampai rumah.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan aku hanya diam....hening....tidak ada percakapan sama sekali.


"Rumahnya disebelah mana, Tan?" tanya-nya.


"Oh dekat kok dipertigaan sana lurus aja nanti ada toko nah rumah aku mah masuk gang yang pinggir toko" jelasku.


"Sudah sampai gangnya nih apa aku antar masuk ke gang nya?"


"Oh tidak usah sampai disini aja. Makasih ya udah nganterin maaf jadi ngerepotin kamu" ucapku


"Eits santai aja kali.. Seneng kenal sama kamu. Aku pergi dulu ya see you next time"


"Iya hati-hati" jawabku sambil pergi.


Ahhhh akhirnya sampai rumah juga....terlaksana sudah rasa ingin rebahan dari tadi. Ku buka pintu rumah dan mengucapkan salam, masuk kamar dan membersihkan diri. Sebelum tidur ku tunaikan dulu kewajiban sebab tadi aku belum shalat Isya.


Ting....bunyi pesan masuk.


"Night"


Nomor tidak dikenal masuk dalam chatku, kulihat profilnya dan ternyata itu Irwan, terpampang foto bergaya memakai kacamata hitam. Ku abaikan pesannya sebab mata yang tidak bisa diajak kompromi, aku terlalu lelah hari ini apalagi besok harus kembali berperang.


Ting......masuk lagi pesan.


"Udah tidur ya? Save ya ini nomorku, Irwan"

__ADS_1


Pesannya hanya ku baca tanpa balasan, aku save nomornya dengan nama "Bad Boy" sesuai dengan kesan ku pertama kali kenal dia tadi memang benar-benar mencerminkan laki-laki play boy yang sering ku lihat .


__ADS_2