Cahaya Cinta Tania

Cahaya Cinta Tania
Rencana Pernikahan Sari


__ADS_3

"MESIN SEMUA MATIKAN, KUMPUL DEKAT PENGGULUNGAN BENANG SEKARANG!!!" instruksi Pak Mul.


Sesuai jadwal hari ini akan ada kunjungan para pemegang saham ke pabrik. Semua karyawan diinstruksikan untuk briefing agar hari ini berjalan sempurna. Semua karyawan harus mempersiapkan kelengkapan alat kerjanya dimulai dari stok benang, masker, earplug, seragam yang rapi, area kerja yang rapi dan bersih. Mbak Ani terlihat sibuk hari ini, termasuk para teknisi harus mencegah agar tidak terjadi gangguan mesin selama kunjungan berlangsung.


Aturan kelengkapan kerja harusnya diterapkan setiap hari, tapi Pak Mul melonggarkan aturan agar mempermudah komunikasi antar pegawainya, kecuali kebersihan dan kerapihan area kerja itu memang dituntut untuk selalu diterapkan. Kotor sedikit saja wuihhhhh suara Pak Mul akan menggelegar ngalahin deru mesin.


Seperti biasa setiap pagi Tania menyusun laporan mesin yang jalan, produksi apa yang dikerjakan, serta menghitung kartu produksi. Begitu selesai Tania langsung melaporkannya kepada Pak Mul.


Tok....Tok.....tok....


"Masuk" suruh Pak Mul. Tania masuk keruangan Pak Mul, terlihat Maela sedang sibuk di depan layar komputer.


"Pak, ini laporan hari ini"ucap Tania memberikan sebuah dokumen kepada Pak Mul.


"Hmmm, coba saya lihat" ucap Pak Mul.


"Tan, laporan hari ini harus di tanda tangani oleh Ani ya. Kamu bawa dulu ini biar ditanda tangani sama si Ani" perintah Pak Mul.


"Baik Pak" ucap Tania seraya mengambil dokumen dan keluar dari ruangan. Saat keluar, terlihat Pak Robert yang diikuti Bu Yuli serta beberapa orang penting. Sepertinya itu para pemegang saham. Tania menganggukkan kepalanya sambil memberikan seulas senyuman terbaiknya.


Pak Robert beserta para pemegang saham membalas anggukan dan senyuman Tania.


"Sudah dari mana?" tanya Pak Robert.


"Ini, Pak saya mau menanda tangani laporan kerja hari ini dan nanti akan diserahkan kepada Pak Mul" jawab Tania.


"Oh begitu coba saya lihat dulu" ucap Pak Robert mengambil dokumen dari tangan Tania. Pak Robert mengangguk ngangguk kemudian diperlihatkan kepada orang-orang yang berada di belakangnya.


"Bagus bagus. Coba kamu jelaskan kepada tuan-tuan di belakang saya ini sambil melihat-lihat" ucap Pak Robert.


"Ehh....Ba....Baik Pak" ucap Tania tegang karena kalau masalah menerangkan itu tugasnya Mbak Ani. Saat sedang menerangkan tentang mesin, Mbak Ani menghampiri dan mengambil alih tugas Tania. Tania bernafas lega, akhirnya terlepas dari beban pikirnya.


Para tamu sepertinya puas dengan penjelasan dari Mbak Ani, terlihat dari raut muka mereka yang senang. Mbak Ani menghampiri Tania di ruangannya dan memberikan dokumen laporan yang tadi dilihat oleh Pak Robert.


"Kenapa laporannya belum kamu kasihin ke Pak MUl?" tanya Mbak Ani.


"Kata Pak Mul laporan hari ini harus di tanda tangan dulu sama Mbak" jawab Tania.


"Ohh ya udah sini aku tanda tangan dulu terus nanti kasihin ke Pak Mul ya" ucap Mbak Ani. Tumben sekali hari ini Mbak Ani ramah, nada bicaranya pun tidak terdengar sinis atau judes seperti biasanya, mungkin karena ada tamu kali ya makanya dia ramahhhh.


"Oke Mbak. Tadi gimana Mbak lancar?"


"Alhamdulillah lancar. Mereka terlihat puas dengan hasil kerja kita" ucap Mbak Ani sambil tersenyum. Aihhhhhh mimpi apa aku semalem liat Mbak Ani bisa tersenyum tulus begitu lirih Tania dalam hati.

__ADS_1


"Syukur deh. Kalo gitu aku keruangan Pak Mul dulu ya Mbak" pamit Tania.


Pak Mul ternyata tidak ada diruangannya. Maela bilang kalo Pak Mul diajak Pak Robert buat menghadiri acara penjamuan para pemegang saham di ruangan rapat lantai 3. Tania meletakkan laporan di atas meja kerja Pak Mul atas saran Maela, saat keluar Tania mengangkat sebelah tangannya lalu di kepal tanda semangat kepada Maela. "FIGHTING" ucap Tania pelan yang di balas senyuman oleh Maela serta kepalan tangan.


Selesai kunjungan para karyawan bisa sedikit santai, karena jam menunjukkan sebentar lagi waktu istirahat. Dilihatnya sudah ada Mbak Sari duduk di dekat meja kerja Tania.


"Tan, nanti istirahat kita bareng ya sama Mbak Sofie juga. Ada yang mau aku omongin" ucap Mbak Sari.


"Oke Mbak. Ngomongin apa sih kayaknya serius amat"


"Ada dehhhhh... Sureprise" ucap Mbak sari sambil meninggalkan ruangan Tania.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Suasana kantin siang ini tampak ramai seperti biasanya. Bu Maryati dengan telaten melayani pembeli dibantu oleh suaminya. Yang paling enak masakan Bu Maryati itu telur dadar ala warung padang dan ayam bumbu kecap pedasnya. Harganya pun ramah dikantong para karyawan pabrik sehingga semua makanan akan selalu habis tak tersisa.


"Mbak, tadi mau ngomongin apa sih? selama makan aku penasaran deh, mau tanya tapi aku lebih penasaran sama ayam kecap pedas Bu Maryati jadi gak ngajakin ngomong hhehehe" ucap Tania.


Slruuuuuuuupppppp Sari menghabiskan minumannya.


"Mmmm gini, Tan. Aku mau nikah sama Aris 2 minggu lagi. Aku mau kamu sama Mbak Sofie jadi pager ayunya" ucap Mbak Sari.


Tania dan Sofie membelalakkan mata terkejut.


"Whatttt? Nikah? Alhamdulillah....Mbak udah sould out juga....Aku kapan ya Mbak?" tanya Tania sambil berangan-angan.


"Ih jahat kenapa Mbak? Nikah kok jahat sih. Aku kan gak melanggar norma" protes Sari.


"Iya kamu jahat bilang mau nikahnya 2 minggu menuju hari H. Selama ini kamu gak ngobrolin apa-apa sama aku, gak ada pembahasan tentang nikah sama Aris" ucap Mbak Sofie tak kalah protes.


"Sengaja Mbak. Aku mau bikin kejutan buat kalian. Aku mau kalian jadi pager ayunya ya please" ucap Sari.


"Yaudah yaudah aku maafin. Tapi selamat yaaa aku seneng banget, terharu aku tuh" ucap Mbak Sofie memeluk Sari sampai meneteskan air mata.


"Ihh aku juga mau dipelukkkk" ucap Tania manja dan langsung menghambur memeluk Sari dan Sofie.


"Udah ah lepasin engap tau gak ih"ucap Sari melepaskan pelukan kedua temannya dan menepuk punggung keduanya.


"Rencananya mau diadain dimana? dirumah atau gedung? terus temanya apa nanti? pakai adat apa?" cecar Tania.


"Aduh Tan.....Tan.... Lah wong nanya itu satu satu. Pusing aku jawabnya" keluh Mbak Sari


"Iya kamu tuh" ucap Sofie

__ADS_1


"Ihh aku kan kepo pengen tau"ucap Tania.


"Ayah aku ingin acaranya diadain di restoran punya temennya, lumayan harga sahabat meminimalisir pengeluaran" ucap Sari menaik turunkan alisnya. "Nanti aku temanya mau nuansa merah maroon. Akadnya pakai adat sunda aja ngikutin keluarganya Aris, kalo resepsi mah temanya modern" jelas Sari.


"Terus udah ngajuin cuti belum?" tanya Mbak Sofie.


"Rencananya besok aku baru mau ajuin cuti. Bantuin aku ya Tan biar segera di acc Pak Mul dan Bu Yuli personalia"


"Oke Mbak siap" ucap tania mengacungkan jempolnya.


"Duhhh pasti sekarang lagi sibuk sibuknya ya siapin acara?" tanya Mbak Sofie.


"Yaa begitulah Mbak. Yang paling sibuk itu mamah, ayah, sama kakak aku. Katanya pengantin mah santai aja tunggu beres hasilnya oke" ucap Mbak Sari.


"Duhhh cieeee cieeee kok jadi aku yang deg degan ya Mbak. Jadi pengen juga" ucap Tania.


"Wusss kamu masih dibawah umur masih jauh mikirin pernikahan" seru Mbak Sofie sambil mengibaskan tangan di depan wajah Tania.


"Yaelahhh Mbak ngehalu aja dulu Mbak. Siapa tau Lee Seung Gi mau jadi pendamping aku" ucap Tania.


"Ngayal aja terus nanti lupa dunia nyata" ucap Mbak Sari.


"Eh bukannya kamu lagi deket sama cowok, siapa tuh namanya? Iwan kan yah?"


"Irwan Mbak. Gak tau ah masih blurrrr. Dianya mah perhatian banget kayak ke pacar, malah suka antar jemput aku kan. Tapi gak ada tuh ucapan dia yang menyatakan mau jadi pacarnya atau enggak" jelas Tania lumayan bisa curcol dikit ditengah jam istirahat.


"Ya kamu minta kejelasan donk jangan mau jalanin hubungan tanpa status" Mbak Sofie memberi saran.


"Gak mau ah Mbak. Aku takut disangka ngarep banget buat jadi pacar dia. Lagian aku masih nyaman kayak gini yaa walaupun ada sih sedikit perasaan ingin diakui" ucap Tania.


"Ya semoga aja deh dia secepatnya ngasih kejelasan sama kamu biar kamu juga gak terombang ambing sendiri sama perasaan kamu. Nanti sekalinya terhempas sakitnya bakalan pake banget Tan" jelas Mbak Sofie. Tania tampak berpikir, benar juga apa yang dikatakan Mbak Sari dan Mbak Sofie. Ahh biar aja dulu seperti ini sampe aku yakin dengan perasaan aku sendiri, lirih Tania dalam hati.


"Beuuhhhh malah melamun. Kita segerin dulu pikiran, hayuk lets go to musholla biar adem hati dan pikiran" ajak Mbak Sari menirukan gaya seorang Da'i berceramah sambil menutup mata dengan tangan yang bergerak ke atas dan kemudian menyimpannya di dada.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hallo readers yang baik hati...


Jangan lupa dukungan, like, dan vote di karya perdana author ini ya...


Y weuk tinggalkan komen agar author semakin bersemangat bikin karyanya....


Terimakasih...

__ADS_1


With ❤️


Santii_Chan


__ADS_2