Cahaya Cinta Tania

Cahaya Cinta Tania
Menagih Janji


__ADS_3

Tidak sulit untuk Tania mendapatkan nomor perempuan cantik incaran Nicko. Dengan banyak koneksi orang dekat dia dengan mudah berkenalan dengan "Si Mochi" alias Resya. Julukan itu Nicko berikan sebab Resya mempunyai perawakan bak idola Kpop. Sesuai tipe yang diidam idamkan Nicko tentunya.


Tidak terbayang sebahagia apa Nicko jika Tania memberikan nomor Resya dan Resya pun memberikan sinyal. Berkat jiwa mudah bergaulnya, dalam waktu dua hari ia sudah bisa akrab dengan Resya seperti yang sudah lama kenal. Tania sering menceritakan tentang Nicko dan mengirim foto Nicko kepada Resya, yang pada akhirnya timbul rasa penasaran yang besar kepada Nicko.


"Mulai hari ini A Nicko berhutang selama seminggu sama aku ya". Tombol sent di tekan dan senyum penuh kemenangan mengembang. Pagi ini sebelum berangkat kerja Tania mengirimkan pesan kepada Nicko. Sudah satu minggu terhitung kejadian badmood nya Irwan, Tania tidak lagi diantar jemput oleh Irwan. Sebagai gantinya sekarang Yudha lah yang mengantar jemput.


Di depan gang Yudha sudah menunggu Tania, Tania berjalan menuju Yudha sambil senyum-senyum.


"Kamu sehat? Datang-datang senyum-senyum sendiri" Yudha mengasongkan helm sambil memegang kening Tania.


"Ishhh A Yudha apaan sih, aku sehat walafiat tau" ucap Tania mengibaskan tangan Yudha.


"Ya lagian ini masih pagi udah kayak yang konslet aja. Jangan bilang si Irwan udah ngehubungin kamu lagi" ucap Yudha. Setelah tania naik, Yudha pun menjalankan motor dengan kecepatan sedang.


"Amit-amit ih emang A Yudha mau punya adik konslet? Ini gak ada hubungannya sama dia" ucap Tania cemberut.


"Terus kenapa atuh senyum-senyum gitu?" tanya Yudha penasaran.


"Liat aja nanti di pabrik" ucap Tania masih dengan senyumannya.


Tiba di pabrik, Tania berjalan bersamaan dengan Yudha yang menggandeng melingkarkan tangannya di bahu Tania. Kalau ada yang melihat pasti mereka akan disangka pacaran. Seperti dugaan Irwan saat itu. Yudha masuk ke ruangan loker teknisi dan Tania masuk keruangannya. Ternyata Nicko belum datang.


Sebelum mulai bertempur Tania membereskan ruangannya terlebih dahulu. Menata meja, Mengecek produksi yang telah di setor, dan yang terakhir ia menyapu serta membuang sampah.


"Tanikuuuuukkkkkk" Nicko datang dan langsung memburu Tania. Terlihat garis senang di wajahnya, ia sudah bisa menebak pesan yang tadi Tania kirimkan.


"Apaaa?" ucap Tania melotot.


"Ayolahhhh mana mana aku udah gak sabar" ucap Nicko.


"Kalem dikit napa sih gak akan kehabisan ini" ucap Tania.


"Euhhh aku mesti bergerak cepat takut keburu diembat orang" ucap Nicko tidak bersabar mengguncangkan tubuh Tania. Tania mengeluarkan ponselnya dan mengirimkan pesan.


"Udah tuh cek wa nya. Terus janjinya mana?" ucap Tania menengadahkan tangannya kedepan wajah Nicko.


"Ashiaaap tenang aja nanti istirahat aku tepatin" ucap Nicko mengacungkan ibu jari sambil memainkan ponselnya. Hmmm mulai bergerilya nih pepet terus sampai dapat.


"Awas ya kalo bohong. Oh iya jangan lupa janji coklatnya terus jangan lupa juga janji selama seminggu dan kuota unlimited oke" tegas Tania.


"Bawel amat ih kalem atuh aku gak akan ingkar janji kok" keluh Nicko.


Ini hari pertama Nicko memenuhi janjinya kepada Tania sampai seminggu kedepan. Meskipun tidak bareng selama istirahat, Nicko tetap membayarkan makan Tania. Yudha dan Iqbal penasaran ada janji apa diantara Tania dan Nicko. Siang itu selepas shalat dhuhur Tania duduk sejenak di teras musholla sambil memainkan ponselnya.

__ADS_1


Ting.....Pesan masuk. Tania membelalakkan matanya begitu tau siapa yang menghubunginya. Irwan.....


"Apa kabar?" tulisnya.


"Baik" balas Tania.


"Nanti pulang kerja aku jemput ya" . Lama Tania berpikir untuk membalas pesan Irwan. Seminggu sejak Irwan mendiamkannya tiba-tiba kembali menghubunginya lagi, tanpa permintaan maaf tentunya.


"Lagi apa kamu bengong sendiri? Tuh tadi Sari sama Sofie nyari kamu" ucap Yudha sambil menepuk bahu Tania.


"Cuaca hari ini panas banget A. Ngadem disini enak sambil nungguin jam masuk" jelas Tania. "Terus Mbak Sari sama Mbak Sofienya dimana?"


"Udah masuk kayaknya. Kamu kenapa bengong?"


"Ini A" ucap Tania sambil mengasongkan ponsel kepada Yudha. Terlihat Yudha mengernyitkan alisnya.


"Mau apa dia ngehubungin kamu lagi? Udah lama juga kan dia gak kontek kamu"


"Gak tau aku juga makanya pesan dia belum aku bales"


"Yaudah positif thinking aja mungkin dia mau minta maaf udah ngediemin kamu dengan alasan yang gak jelas" ucap Yudha, Tania mengangguk pelan. Itulah Yudha, sifatnya selalu membawa hal positif bagi Tania, bagaimana Tania tidak akan selalu kagum dengan sosok yang kini sudah ia anggap sebagai kakak sendiri. Yudha selalu mengajarkan hal yang baik bagi teman-temannya. Jika orang lain memberikan keburukan maka kita balas dengan kebaikan, jangan kembali dibalas dengan keburukan.


"Eh by the way kamu sama si Nicko ada apa sih?" tanya Yudha penasaran.


"Wahhh tau gitu mah aku juga mau lah bantu si Nicko buat pdkt ma tuh cewek lumayan kan hemat selama seminggu" seloroh Yudha.


"Ehhhh kalo A Yudha yang bantuin nanti A Nicko takut tuh si mochi malah jadinya sama A Yudha bukan sama A Nicko" ledek Tania.


"Hahahahahah bisa aja kamu" Yudha tertawa sambil mengacak ngacak jilbab Tania. "Hayu masuk kayaknya Sari sama Sofie dah nungguin kamu didalem" ajak Yudha menggamit tangan Tania.


Benar saja didalam Sari sudah menunggu bersama Sofie.


"Wesss serasa artis ini ditungguin fans" canda Tania.


"Euh dasar miss pede. Sini ada yang mau aku omongin masalah acara nikahan aku nanti" ucap Sari.


"Nanti sore kamu sama Sofie ikut aku ya ke WO buat fitting baju" ucap Sari. Tania berpikir sejenak, nanti sore Irwan akan menjemputnya sementara Sari mengajaknya untuk bertemu wo.


"Oke deh Mbak" ucap Tania menyetujui ajakan Sari.


"Sip nanti kita naik mobil online aja ya biar gak lama"


Setelah pembicaraan dengan Sari jam kerja pun dimulai kembali. Pekerjaan akan terasa cepat selesai jika kita sungguh-sungguh dalam bekerja sehingga minim akan kesalahan. Satu jam sebelum pulang Tania sudah menyelesaikan pekerjaannya. Setelah mengecek semuanya, seperti biasa ia akan membaca novel online sambil menunggu jam pulang tiba.

__ADS_1


Ting......Pesan masuk.


"Aku udah ada di depan gerbang" .Irwan.


"Ya" balas Tania.


Sari dan Sofie sudah berada di ruangan Tania pada saat jam pulang tiba. Mereka keluar bersama.


"Sar, kamu udah pesen mobilnya?" tanya Sofie.


"Ini lagi pesen. Lama juga nyantolnya mentang-mentang jam pulang kantor" keluh Sari.


"Mbak aku kesana sebentar ya, itu A Irwan udah nungguin" pamit Tania yang terlihat Irwan sudah menunggu di depan gerbang. Sofie dan Sari menganggukkan kepala.


Tania berjalan ke arah Irwan, jam pulang pabrik selalu ramai. Irwan celingukan mencari sosok Tania sampai matanya tertuju pada gadis yang di tunggunya. Ia melambaikan tangannya kearah Tania.


"Hey" ucapnya yang dibalas senyum oleh Tania.


"Apa kabar? Seminggu gak ketemu kamu makin imut aja, beneran ngangenin" ucap Irwan masih dengan kata gombalnya.


"Alhamdulillah baik. A Irwan sendiri gimana? Suruh siapa diemin orang gak jelas." ucap Tania terdengar sedikit sinis.


"Aku baik juga. Soal itu maaf ya,Tan. Mood aku lagi jelek waktu itu" ucap Irwan.


"Mood jeleknya kok lama, jangan dibiasakan memelihara energi negatif" ucap Tania mengerlingkan matanya.


"Heheheeh pokoknya maaf ya. Yuk nih pake helmnya" ucap Irwan mengasongkan helm kepada Tania.


"Eh maaf, A. Kayaknya hari ini gak bisa pulang bareng sama A Irwan, aku mau ke WO"


"WO? Mau apa kamu ke WO?" tanya Irwan menaikkan sebelah alisnya. Irwan mengira Tania akan menikah dengan orang lain setelah seminggu ia diamkan.


"Mau nganter Mbak sari fitting baju sekalian sama aku juga. Minggu depan Mbak Sari nikah dan dia mau aku jadi bridesmaid nya" jelas Tania.


"Hufttthhh syukur deh aku kira kamu yang nikah" ucap Irwan menghela nafas lega sambil mengusap usap dadanya.


"Calon aja gak punya main nikah aja" ucap Tania.


Irwan tersenyum, "Yaudah aku anterin yuk" ucap Irwan.


"Eh itu aku mau bareng Mbak Sari sama Mbak Sofie, udah pesen mobil online juga"


"Yaudah gapapa mereka naik mobil online aja, kamu sama aku naik motor ngikutin mobilnya" jelas Irwan.

__ADS_1


"Bentar atuh ya aku bilang dulu sama Mbak Sari". Tania meninggalkan Irwan dan berjalan menuju Sari dan Sofie yang sudah menunggunya. Akhirnya Tania pergi diantar Irwan setelah Sari menyetujuinya asalkan sampai di tempat WO tujuan.


__ADS_2