
Obrolan bersama WO berjalan sesuai dengan rencana, Mbak Sari menyepakati model make up, kebaya, serta, dekorasi yang akan digunakan. Kalau sudah menyangkut perempuan pasti urusannya lama sebab harus mendetail, Irwan dengan sabarnya menunggu di luar. Tania sampai tidak enak hati sebab Irwan sudah menunggu lama.
"Ehm A Irwan kesel ya nunggunya lama?" Tanya Tania.
"Eh gak kok santai aja. Masih lama emang?" Ucap Irwan.
Tania mendengus katanya santai aja tapi nanya masih lama apa enggak lirih Tania dalam hati.
"Kayaknya masih lama, barusan baru fitting bajunya Mbak Sari terus mau break dulu shalat maghrib lanjut fitting baju kita" ucap Tania.
"Yaudah aku numpang sholat dulu atuh, kamu juga mau sholat juga kan ya?" ucap Irwan.
"Iya hayu boleh, kalo bisa kita sholat jamaah aja A Irwan jadi imamnya, itu musholla nya ada di pinggir rumah ini" ucap Tania menunjuk ke arah samping rumah WO..
Perasaan Irwan tidak karuan, ini kali pertama ia menjadi imam cewek yang disukainya. Bacaan sholat mah ia bisa hanya bacaan surat pendeknya kurang bagus. Ah paling yang gampang aja deh gerutu Irwan dalam hati.
Kekhusyukan Irwan sedikit terganggu sebab ia takut melakukan kesalahan. Tapi untung saja diberi kelancaran saat beribadah tadi. Agenda pun dilanjutkan dengan fitting baju bridesmaid. Tania menuju ruang ganti di temani oleh asisten perias. Saat keluar menunjukkan hasilnya, semua mata terbelalak kagum dengan kecantikan Tania saat memakai kebaya berwarna peach dengan aksen mute yang bling bling. Irwan tidak bisa mengedipkan matanya saking cantiknya perempuan dihadapannya ini.
"Masya Allah, Tan.. Wahhh kalo kamu dandan pasti nanti yang dikira pengantennya itu kamu loh bukan aku. Kalah saing nih sama bridesmaidnya aku" ucap Sari terkagum melihat Tania sambil menggelengkan kepalanya.
"Kayaknya ada sinyal bentar lagi nyusul kamu deh, Sar. Aku dilangkahin nanti donkk" ucap Mbak Sofie.
"Ihhh Mbak apaan sih pada lebay deh" ucap Tania tersipu malu. Saat dilihatnya Irwan yang tak henti menatapnya, pipinya berubah menjadi merah merona. Ya, Irwan setelah sholat maghrib tadi memutuskan untuk ikut menunggu didalam bersama Tania dan dua temannya.
"Ehhh foto dulu foto" mereka pun berswafoto, sekali-kali Irwan yang mengambil potret mereka. Rempong bener dah urusan cewek. Cowok mah udah pilih baju yang cocok udah deh kagak perlu foto-foto segala gumam Irwan dalam hati.
"Tunggu- tunggu ada yang kurang, Tan. Mumpung momennya pas" ucap Sari sambil mendorong Irwan kesamping Tania.
__ADS_1
"Eh apaan sih Mbak gak usah deh" ucap Tania berniat untuk mengganti bajunya lagi, tapi Irwan mencegahnya dengan memegang Tangan Tania.
"Apa salahnya kita ambil beberapa foto. Aku gak keberatan kok" ucap Irwan tersenyum penuh arti.
Dengan malu Tania pun berfoto berdua bersama Irwan meskipun terasa canggung.
"Yess good, coba lebih deket lagi donk. Senyum atuh Tan mana senyum imutnya" ucap Sari. Tania pun tersenyum mengikuti arahan dari Sari, tak disangka tiba-tiba Irwan melingkarkan tangannya di bahu Tania. Tania terhenyak kaget dengan perilaku Irwan. Jantungnya berpacu cepat, pipinya sudah sangat memerah.
Setelah mendapat bidikan yang bagus, sesi foto pun diakhiri. Tania dan Mbak Sofie pun berganti pakaian. Pertemuan dengan WO diakhiri dengan kesepakatan baju bridesmaid. Mereka pun pamit pulang. Mbak Sofie dan Sari pergi dengan memesan mobil online sedangkan Tania pulang bersama Irwan.
Ditengah perjalanan Tania mengajak Irwan untuk membeli nasi goreng pinggir jalan sebab perutnya sudah protes minta diisi.
"Maaf ya A Irwan pulangnya agak malam gara-gara nganterin aku. Terus dilanjut makan dulu soalnya aku gak kuat laper banget. Gak bisa nunggu lama soalnya takut asam lambungku naik" jelas Tania.
"Its ok ! Gapapa santai aja atuh lagian aku seneng banget hari ini baru ketemu kamu lagi langsung diajak ke WO jadi nanti aku bisa punya bayangan. Jangan biasain menunda lapar kalo punya asam lambung, fisik juga jangan terlalu lelah. Terus pikiran juga gak boleh mikir yang berat. Biar rindu aku aja yang berat" gombalnya.
"Tetep ya gombalnya selalu ada. Sudah mendarah daging kayaknya" ucap Tania melengos mendengar ucapan Irwan. Disisi lain ia pun senang, rasanya kian tumbuh untuk Irwan.
"Tergantung A Irwan menerimanya" ucap Tania.
Ting....Pesan masuk.
"Tan, kamu jahat banget ih mau tunangan kok gak bilang-bilang" . Wulan.
Tania mengernyitkan dahinya. Tunangan? Apa maksudnya? Siapa yang mau tunangan?
"Ada apa?" Tanya Irwan penasaran melihat kening Tania berkerut.
__ADS_1
"Ini Wulan chat aku katanya aku mau tunangan. Dapat gosip darimana dia? Aneh-aneh aja tunangan sama siapa coba aku calonnya aja belum ada" ucap Tania yang sebetulnya kode kepada Irwan tentang kejelasan status hubungan mereka.
"Mana coba aku lihat?" ucap Irwan meminta ponsel Tania.
Belum sempat Tania memberi, tiba-tiba ponselnya kembali berbunyi. Ting...Sebuah foto Irwan dan Tania saat di tempat WO tadi. Tania melotot, dapat dari mana si Wulan foto ini? Ini foto kan ada di ponsel Mbak Sari, sedangkan dia kan gak kenal sama Mbak Sari, gerutu Tania.
"Ini si Wulan dapet dari mana foto kita?" Tania mengasongkan ponselnya kepada Irwan. Irwan hanya tersenyum. Foto itu ia dapatkan dari Sari saat Tania dan Mbak Sofie ganti baju tadi lalu ia kirimkan kepada Aldi. Ia tersenyum melihat wajah terkejut Tania.
"Kok A Irwan malah senyum sih?" tanya Tania penasaran.
"Kayaknya si Aldi yang kirim ke Wulan" jawab Irwan kalem sambil menyuap nasi goreng yang sudah terhidang sejak Tania mendapat pesan dari Wulan.
"Lah A Aldi dapet dari mana?" tanya Tania lagi yang masih belum paham. Irwan menghentikan makannya sejenak, lalu berbicara santai kepada Tania.
"Ya dari aku atuh Taniaaaaaaa" ucap Irwan sambil menjembel pipi Tania gemas.
"Aduhhhh duhhhh gak usah sambil nyubit juga atuh" ucap Tania cemberut memukul Tangan Irwan. "Ishh ngapain A Irwan ngasih foto kita ke A Aldi segala?" tanya Tania masih dengan muka cemberut.
"Jangan cemberut gitu, kamu malah makin gemesin tau gak" goda Irwan.
"Iya gak perlu ngirim foto juga kali A. Kan jadi orang salah sangka sama kita"
"Ya biarin biar mereka kepanasan buat lanjutin hubungan ke arah yang serius. Kan mereka udah pacaran lama" jawab Irwan dengan entengnya.
Tania menghela nafas, ia sempat berpikir kalau fotonya akan dipamerkan dengan bangga oleh Irwan, tapi buktinya hanya dimanfaatkan agar sahabatnya segera bertunangan.
"Jangan bete gitu ah jadi jelek"
__ADS_1
"Biarin suka-suka aku. Aku malah dikira mau tunangan sama A Irwan, padahalkan kita gak ada hubungan apa-apa" keluh Tania. Kali ini tatapan Irwan berubah serius, ia memegang tangan Tania lembut.
"Kasih aku waktu, pokoknya sesuai dengan omongan aku waktu itu, Tunggu aku, ya Tania Larasati" ucap Irwan. Jantung Tania berdegup semakin kencang, kali ini dia benar-benar tidak bisa menentukan arah hatinya, yang jelas saat ini Irwan telah membuatnya jatuh hati. Percakapan mereka berakhir seiring habisnya nasi goreng pesanan mereka. Sepanjang perjalanan menuju rumah Tania tidak ada yang membuka suara selain kata terimakasih dan senyuman dari Irwan.