Cahaya Cinta Tania

Cahaya Cinta Tania
Liburan setitik


__ADS_3

Menjaga kewarasan adalah hal terpenting di abad ini, hiatus dari dunia pekerjaan untuk sementara waktu sah sah saja. Ya, barang sehari atau dua hari di akhir pekan boleh lah. Seperti halnya Tania dan tiga serangkai yang menikmati akhir pekan dengan berjalan-jalan ke sebuah mall di dekat kampus ternama.


Setelah dzuhur mereka temu janji disebuah tempat yang mana nanti mereka akan pergi bersama. Sudah pasti Tania akan di jemput oleh Yudha, Iqbal dengan Fira, dan Nicko sendiri karena hubungannya dengan si Mochi alias Resya tidak berlangsung lama.


Rencananya mereka akan menghabiskan waktu dengan bersenang-senang, pasalnya gajian sudah cair. Mereka berkeliling melihat-lihat, para cewek sudah pasti keluar masuk toko. Geng tiga serangkai pun tidak kalah dari para cewek, mereka masuk ke sebuah toko pakaian, jaket, sepatu, parfum, dan aksesoris. Entah itu aksesoris untuk keperluan pribadi atau motor tentunya.


Tania mampir ke sebuah toko buku dan membeli dua buah buku novel romantis kesukaannya, kemudian ia membeli sepatu, aksesoris wanita, baju dan jilbab. Dua jam berlalu mereka habiskan untuk sekedar cuci mata dan cuci dompet hahahaha.


"Kita ke area permainan yuk? Bosen euy" ajak Nicko.


"Kuy lah" ucap Iqbal yang disetujui oleh semuanya.


Acara bermain pun berlangsung heboh penuh dengan gelak tawa. Sesekali permainan diselingi dengan candaan, tak ayal beberapa pengunjung memperhatikan mereka saking hebohnya. Anak kecil atau remaja aja kalah hebohnya oleh kelakuan mereka.


"Wahahah melehoy lu, Bal" kekeh Nicko.


"Curang lu mah, masa lagi dance gue dipegangin ya auto salah dah gerakan gue" protes Iqbal.


"Lumayan lah dapet boneka kecil, nih Tanikuk buat kamu aja" ucap Nicko sambil menyerahkan boneka teddy bear kecil kepada Tania.


"Cihuyyy asyikkkk" gelak Tania menirukan suara aktris Suzanna dalam adegan sebuah film horror. "Kalo curang menguntungkan aku mah gapapa, A halal" kekeh nya.


"Huuuuuu" ucap semuanya yang akhirnya Tania dihadiahi jitakan di kepalanya oleh Nicko.


"Aliran sesat dasar" Iqbal bersungut.


"Abis ini kita kemana lagi?" tanya Fira.


"Kita ke rumah makan khas sunda aja gimana mau gak? Sambil lesehan gitu biar santai cape nih energi dah terkuras" seru Yudha.


"Boleh lah hayu. Kuy ah keburu maghrib" ucap Iqbal.


Acara dilanjutkan dengan mengisi perut disebuah rumah makan khas sunda yang tak jauh dari mall. Menu makan tersaji rapi, pelanggan tinggal memilih saja menu makan yang akan diambil lalu bawa ke kasir. Dengan lahap mereka makan dan masih diselingi dengan candaan apalagi Nicko yang super jahil. Ia mengambil lalapan pete dan menghembuskan nafasnya kedepan muka Iqbal sontak saja dijahili balik oleh Iqbal dengan membubuhkan sambal dalam minuman Nicko. Nicko yang tidak menyadarinya langsung saja meminum minumannya, teh tawar rasa pedas.


Begitu meminumnya Nicko kaget dengan rasanya, semua yang tahu apa yang terjadi tertawa terbahak-bahak.


"Uhukk uhukk" Yudha tersedak gara-gara tertawa terlalu kencang.


"Nih minum, A. Makanya kalo ketawa tuh makanan di mulut abisin dulu" ucap Tania sambil menyodorkan teh hangat kepada Yudha dan menepuk punggung Yudha perlahan.

__ADS_1


"Amsyong banget makan kali ini gak dikasih kalem dikit mentang-mentang dah gajian jadi becandaannya tanpa beban" gerutu Yudha.


"Hahahah jarang-jarang kita bisa kayak gini di pabrik, Boy. Harus jaga sikap salah-salah nanti kena surat peringatan" ujar Nicko.


Makan kali itu diiringi dengan live music dari sebuah band lokal yang sudah di kontrak oleh pihak rumah makan. Musiknya mengalun melantunkan beberapa lagu romantis, berhubung hari itu adalah malam minggu.


"Baiklah untuk menemani malam minggu anda yang romantis bersama pacar, sahabat, maupun bersama keluarga terimalah persembahan kami untuk anda semuanya specially untuk teteh cantik berjilbab disebelah sana" ucap si vocalis sambil menunjuk ke arah Tania duduk bersama teman-temannya.


"Tan, ih liat tuh kamu yang di tunjuk sama vocalisnya. Mana keren lagi" ucap Fira menggoyang-goyangkan tubuh Tania.


"Yaelah yang pake jilbab tuh banyak bukan cuma aku" ucap Tania cuek.


"Tapi tuh vocalis nunjuknya ke kamu" heboh Fira. Iqbal yang memperhatikan hanya manyun melihat tingkah pacarnya.


"Emang kamu kenal dia?" tanya Yudha yang sudah menghabiskan makanannya. Tania yang masih khusyuk dengan makanannya cuek saja mengangkat bahu tanpa menoleh.


Ting..ting ... suara piano mengalun bersama gitar.


Cantik


Ingin rasa hati berbisik


Dirimu


O cantik


Bukan kuingin mengganggumu


Tapi apa arti merindu


Selalu (ow)


Walau mentari terbit di utara


Hatiku hanya untukmu


Ada hati yang termanis dan penuh cinta


Tentu saja kan kubalas seisi jiwa

__ADS_1


Tiada lagi


Tiada lagi yang ganggu kita


Ini kesungguhan


Sungguh aku sayang kamu


Saat menyanyikan bait lagu terakhir si vocalis menghampiri tempat Tania, sontak semua mata yang melihat mengikuti arah yang dituju oleh si vocalis.


"Hai, apa kabar?" sapa-nya setelah lagu berakhir.


Tania kikuk dan canggung dengan orang dihadapannya apalagi pake adegan so sweet kayak barusan. Jadi pusat perhatian orang.


"Eh heheh baik" jawab Tania.


"Mau berbagi suara emasnya?" tanya-nya lagi. Tania celingukan memandangi semua temannya bergantian yang diangguki dan di dorong oleh Yudha serta Fira. Ia pun akhirnya mau mengikuti si vocalis ke atas stage.


"Ehh heheheh dadakan banget sih ini. Gak tau nih mau ngapain tiba-tiba di todong suruh naik stage" ucap Tania di pengeras suara.


"Saya terkesima dengan ukhti ini, sempat dulu saya satu panggung dengan beliau, makanya saya todong dia untuk naik ke stage" ucap si vocalis.


"Nah loh itukan cowok yang waktu dinikahan Sari, yang ngajak kenalan sama Tania. Kalo gak salah Akbar namanya Tania pernah cerita" ucap Yudha. Teman-temannya hanya diam tanpa merespon ucapan Yudha, tatapan mata mereka sudah terfokus pada Tania diatas stage.


"Ah anda terlalu berlebihan" kekeh Tania menutupi groginya.


"Hmmm baiklah sebuah lagu spesial untuk teman-teman saya dipojok sana, sarangheyo kawan kawanku" ucap Tania sambil menjentikkan jarinya berbentuk love ala korea. "Sebuah lagu yang lagi hits sekarang sebagai soundtrack sebuah sinetron favorit emak-emak seluruh indonesia, Tanpa Batas Waktu"


Semua yang ada disana bertepuk tangan, terhanyut dalam lantunan lagu yang Tania bawakan. Sesuatu yang di nyanyikan dengan hati hasilnya akan 'wah' saking dihayatinya.


Lagu pun berakhir, Tania turun dari stage dengan tepukan riuh dari pengunjung dan karyawan rumah makan. Akbar tersenyum senang akhirnya ia bisa kembali bertemu dengan Tania. Tadi diatas stage sebelum Tania turun, ada perbincangan setitik dengan Akbar.


"Terimakasih ya, Tan. Akhirnya kita ketemu lagi" ucap Akbar sambil tersenyum kepada Tania.


"Sama-sama. Eh aku tadi malu loh jadi pusat perhatian orang gara-gara kamu nyambangin aku" ucap Tania.


"Abisnya aku kode di atas stage kamunya gak peka sekedar noleh juga enggak" ujar Akbar yang di barengi dengan tawa keduanya.


"Yasudah aku turun ya" pamit Tania.

__ADS_1


"Oke. Thanks ya" ucap Akbar yang di acungkan jempol oleh Tania


__ADS_2