
Tania POV
Hari ini dia sukses membuat hatiku terbang tinggi lagi setelah aku coba meredam rasa ini yang hanya mungkin tumbuh sebagai rasa kagumku padanya. Beberapa waktu lalu sikapnya aneh, marah tanpa alasan yang jelas menurutku. Ia tahu hubunganku dengan A Yudha seperti apa, lantas kenapa ia mempermasalahkannya? Ahhh.....Kenapa bersamanya selalu ada rasa nyaman, bukan sebagai teman maupun adik dan kakak, tapi sebagai wanita dan pria.
Dia mampu membuatku benar-benar jatuh. Benteng yang aku bangun dihati perlahan runtuh karena sikapnya yang membuatku mampu menerima sinyal rasa darinya. Ada satu titik jauh didalam hatiku merasa ragu akan sikapnya, sikap yang masih belum tegas akan dibawa kemana hubungan ini. Beberapa kali aku menyindirnya tapi tetap saja jawaban sama yang aku terima "Tunggu aku". Sampai kapan aku harus menunggu dan ada hal apa yang menghalangi dia untuk memberikan kepastian padaku. Aku takut terlalu jauh berharap kepadanya.
Jantungku berdebar kencang saat fitting baju untuk pernikahan Mbak Sari, itu kali pertamanya aku berfoto bersamanya berdua. Yaaa....hanya berdua walau sedikit paksaan dari Mbak Sari tapi momen itu mampu membuat hatiku terlonjak kegirangan. Ia melingkarkan tangannya dibahuku yang justru akan menimbulkan asumsi orang kepada kami. Terlebih pada Wulan sahabatku. Entah dapat ide dari mana ia mengirimkan foto kami kepada A Aldi yang kemudian sampai kepada Wulan. Wulan mengira hubungan kami telah jauh bahkan sudah pada tahap bertunangan.
Aku pun yang mendapat chat dari Wulan tak kalah kaget dengan responnya. Namun aku harus menelan kecewa, aku kira dengan mengirim foto kami kepada A Aldi dan Wulan aku bakal menemui titik terang hubungan kami. Aku salah, ternyata maksud dia mengirim foto itu agar Wulan dan A Aldi kepanasan untuk segera melangkah ke arah yang lebih serius sebab mereka telah berpacaran begitu lama.
Aku bisa menilai hatinya memang belum tertuju padaku, sikapnya selama ini hanya sebagai kesenangannya saja sama seperti kepada wanita-wanita yang pernah dekat dengannya. Malam itu ketika aku turun dari motornya dan berlalu menuju rumahku, aku memutuskan bahwa mulai detik ini aku akan membatasi perasaannku untuknya. Aku tak mau berharap terlalu jauh kepadanya.
Wanita selalu butuh kepastian, bukan hanya bualan manis. Dulu aku pernah mengalami keadaan seperti ini dan aku tidak mau jatuh kembali di lubang yang sama. Mencintai tanpa ada kepastian dan dihempas begitu saja setelah ditinggikan dengan indahnya jatuh cinta. Yaa namanya juga jatuh pasti akan sakit, sakit yang tidak berdarah. Bapak pernah bilang, jangan berharap kepada selain Allah. Jika kamu menggantungkan harapan kepada sang pencipta maka Ia akan memberikan kasih sayangnya berlipat ganda. Lain halnya ketika kita berharap kepada manusia, jika tidak sejalan dengan keinginan kita, maka rasa sakitlah yang kita dapat.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Pernikahan Mbak Sari kian dekat, ia sudah mengajukan cuti menikah selama 3 hari. Waktu yang diberikan memang tidak banyak untuk karyawan kontrak, beda dengan karyawan tetap yang akan diberi waktu cuti selama seminggu. Satu hari sebelum hari H akan diadakan pengajian dan siraman dikediaman Mbak Sari. Tania dan Sofie sudah berada di rumah Mbak Sari untuk mengikuti pengajian.
Terlihat saat pengajian ayah Mbak Sari meneteskan air mata, melepas putri bungsunya mungkin membuatnya sedih, tapi dilihat dari tatapan hangatnya begitu bahagia. Dalam hati Tania berkata mungkin nanti Bapak akan sama seperti ayah Mbak Sari. Perasaannya campur aduk melihat putrinya dipinang lelaki pujaan hati.
Selesai acara, Tania, Mbak Sofie dan Mbak Sari berkumpul di kamar Mbak Sari. Rumah Mbak Sari ramai dengan sanak saudara yang datang dari pihak ayah dan ibu Mbak Sari.
"Dihhh aura pengantin mah beda ya meni bersinar" goda Tania.
"Apaan sih perasaan mah biasa aja deh" ucap Mbak Sari.
"Eh Mbak gimana deg degan gak?" tanya Tania antusias.
"Kamu ini, Tan yang mau nikah si Sari kok kamu yang riweuh" ucap Mbak Sofie.
"Excited aku Mbak, akhirnya salah satu sahabat aku sold out juga" kekeh Tania.
"Ya sok atuh kamu cepet nyusul biar cepet merasakan apa yang di rasakan sama Sari" ucap Mbak Sofie.
__ADS_1
"Ada juga yang Mbak Sofie duluan atuh, kan kata Mbak Sofie juga aku mah masih dibawah umur. Hahahahhaha" gelak Tania yang membuat semua sahabatnya tertawa.
"Duhhh udah gak sabar nih" ucap Mbak Sari.
"Hayohhh udah gak sabar apanya nihhhh unboxing ya" todong Mbak Sofie.
"Hahaha ih Mbak mikirnya kesitu deh" ucap Mbak Sari.
"Ya terus apa atuh yang dipikirin sama manten baru selain itu tuhhh" ucap Mbak Sofie.
"Mmmhhh ada deh" ucap Mbak Sari.
"Eh Tan, nanti kamu nyanyi yah. Spesial persembahan gitu buat aku itung itung kado pernikahan"
"Malu ah Mbak, udah lama juga aku gak pegang mic. Lagian tuh aku udah kasih kado segede gaban buat Mbak" ucap Tania menunjukkan hadiah besar untuk Mbak Sari dengan dagunya.
"Ih kamu mah yang ini mah spesial tau" keukeuh Mbak Sari.
"Liat nanti aja deh kalo memungkinkan" ucap Tania akhirnya.
Saat memejamkan matanya ponsel Tania berbunyi.
Ting....Pesan masuk dari Irwan.
"Udah tidur?" tanya Irwan pada pesannya.
"*Baru mau tidur"
"Kenapa baru mau tidur ini udah malem banget loh?"
"Habis ngobrol seru sama Mbak Sari sama Mbak Sofie"
"Kamu nginep di rumah Sari?"
__ADS_1
"Iya kenapa emang?"
"Kok bisa keluar? Bukannya kamu gak boleh keluar malem apalagi nginep?"
"Ini pengecualian. Bapak juga udah kenal Mbak Sari jadi dikasih ijin. Yang nganterin juga A Yudha jadi Bapak gak khawatir"
"Yudha? ikut nginep juga dia?"
"Ya enggak lah dia cuman nganterin aku aja ke rumah Mbak Sari. Kenapa emang?"
"Gpp"
"Besok mau dateng?"
"Gak tau"
"Oh yasudah kalo gtu aku mau tidur dulu"
"Ya*"
Percakapan via chat pun berakhir. Setiap membahas Yudha pasti reaksi Irwan akan selalu berbeda. Kali ini Tania tidak mau ambil pusing dengan sikap Irwan, sebab Irwan bukan pacarnya untuk apa memikirkan orang yang justru mengabaikan perasaan kita. Sedikitnya Tania berharap Irwan akan hadir di pernikahan Mbak Sari.
Akankah Irwan datang???
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hallo Readers yang budiman....
Jangan lupa dukung, like, dan vote karya perdana author ya...
Tinggalkan komen kalian ya...
Terimakasih atas apresiasi terhadap karya author....
__ADS_1
with ❤️
Santii_Chan