
Usai shalat subuh kegiatan rutin Tania adalah tadarus Al-quran, kebiasaan yang sudah melekat sejak ia duduk di bangku Sd. Hati akan menjadi tentram kalau sudah mengaji.
Drrtt...dddrrrrttt....Panggilan video dari Irwan.
"Shadaqallahul 'adziim...." Tania mengakhiri bacaan tadarusnya, meraih ponsel dan menjawab panggilan dari Irwan.
"Assalamualaikum..." Sapa Tania menyunggingkan senyuman. Tampaknya orang diseberang sana tersenyum dengan muka bantal, baru bangun rupanya.
"Hmm Waalaikumsalam" jawab Irwan dengan nada khas bangun orang tidur. Terlihat dilayar ponsel Tania masih mengenakan mukena. "Lagi apa? Baru selesai sholat?" tanya-nya.
"Lagi ngaji. Baru bangun?"
"Hehe iya"
"Ke kamar mandi dulu gih bersih bersih mumpung masih ada waktu buat sholat" ucap Tania.
"Iya ini mau, tapi mau lihat kamu dulu kangen soalnya"
"Beuuhhhh tiap hari juga ketemu pagi dan sore, pake kangen segala" ucap Tania, jantungnya berdebar dan pipinya bersemu merah.
"Emang gak boleh gitu aku kangen kamu?" tanya Irwan
"Ya boleh lah, aku kan emang ngangenin. A Yudha aja kalo di pabrik gak ketemu aku langsung nyari-nyari" kekeh Tania.
"Ishh bisa gak sih gak usah ngomongin cowok lain di depan aku?" keluh Irwan.
__ADS_1
"Kok gitu? Gak usah cemburu ya, kita kan gak ada apa-apa" ucap Tania serius.
"Emang kamu mau ada apanya?" tanya Irwan.
"Sebagai cewek ya butuh kejelasan atuh. Secara kita udah sering jalan, A Irwan juga sering antar jemput aku. Temen aku ngira kan A Irwan itu pacar aku padahal kan kita gak pacaran"
"Jadi ceritanya kamu minta aku buat jadi pacar kamu nih?" ejek Irwan.
"Ih enggak ya. Dari kata-kata aku gak bilang minta A Irwan buat jadi pacar aku"
"Itu tadi kamu minta kejelasan. Artinya kamu minta aku jadi pacar kamu" Irwan tersenyum penuh kemenangan dan merubah posisinya yang tadi tiduran menjadi duduk menyender ke tembok. Percakapan kali ini dianggap serius, pasalnya setiap mereka ngobrol gak pernah ada pembahasan mengenai hubungan mereka.
"Ishhh mana ada cewek nembak duluan yang ada cowok atuh. Udah ahh masih subuh jangan nerbangin aku setinggi langit, takut suatu saat A Irwan jatohin aku tiba-tiba" protes Tania. Perasaannya sudah tidak jelas, disatu sisi ia menginginkan kejelasan hubungan dengan Irwan, tapi di satu sisi ia masih ragu dengan perasaannya sendiri. Apakah ini jatuh cinta atau hanya rasa kagum biasa seperti perasaannya kepada Yudha.
"Tunggu apanya? Udah ah aku mau siap-siap kerja, mau sarapan dulu. Oh iya nanti gak usah jemput ya, aku pengen naik jemputan karyawan aja udah lama gak naik jemputan." ucap Tania mengalihkan pembicaraan. Tania tau dari sorot mata Irwan masih ada keraguan buat melangkah bersama Tania, hati Tania terasa tidak karuan dengan situasi itu meskipun itu hanya video call. Apalagi kalau bertemu langsung pasti yang terasa makin kentara.
"Pokoknya tunggu aku" ucap Irwan dengan nada yang naik satu tingkat dan langsung mematikan sambungan video call tanpa salam dan pamit.
Eh kenapa ini orang tiba-tiba matiin sambungan gak pake salam. Masih subuh udah bikin perasaan gak karuan. Beberapa bulan ini kita makin dekat tapi gak ada kejelasan hubungan. kalau temenan biasa kok rasanya beda, aku bisa buka hati aku buat dia karena kata Wulan dan A Aldi dia udah berubah. Tapi kenapa perasaan ini hadir bersamaan dengan keraguan aku juga. Dimatanya juga terlihat keraguan tadi, ekspresi wajahnya juga berbeda saat aku tanyain kejelasan hubungan kita. Apa aku salah ya bilang kayak gitu? Terus tadi apa dia bilang suruh tunggu aku? Tunggu buat apa? Emangnya aku halte bus. Terus apa coba tadi dia marah pas aku bilang A Yudha juga sering kangen aku? Dia kan tau kalo aku dan A Yudha itu udah kayak adik dan kakak. Sikapnya aneh gak beralasan.
Tania tenggelam dalam pikirannya sendiri. Sudah lama semenjak ia putus dari mantannya terdahulu saat SMA, perasaan itu hadir lagi setelah sekian lama. Tetapi entah dari mana keraguan itu juga datang bersamaan dengan rasa yang hadir. Ia tak pernah meminta kepada siapa ia akan jatuh hati, termasuk pada Irwan. Wanita mana yang tidak akan tertarik oleh pesona Irwan, apalagi setelah ia tahu bahwa Irwan kini telah berubah dan itu karena seorang Tania.
Sebelumnya Irwan mana mau mengantar ceweknya pergi bekerja, kalau mau kencan saja ia melakukannya. Lain halnya dengan sikapnya kepada Tania. Wulan sering menceritakan tentang Irwan yang sekarang dari Aldi kepada Tania. Memang berubah, Aldi mengakui itu. Tapi yang selalu mengganjal dihati Tania adalah apa tujuan Irwan mendekatinya, apakah Irwan ingin lebih dari sekedar teman, kakak, atau yang lainnya. Bukan apa, Tania hanya ingin menentukan sikap ia kedepannya agar tidak terjatuh lebih dalam lagi dan kecewa sebab mereka dekat sudah lebih dari empat bulan.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Pukul tujuh Tania sudah bersiap berangkat kerja. Ia berpamitan kepada Bapak dan Ibunya. Sengaja ia berangkat agak pagi karena menunggu mobil jemputan pasti lama. Kalau hanya naik motor biasanya ia pergi jam setengah delapan.
Keluar dari gang Tania berjalan 100 meter menuju warung tempat tukang ojek mangkal. Baru berjalan beberapa puluh meter, tampak sebuah motor melaju ke arah Tania dan ia pun mengenali motor itu dari kejauhan. Motor berbelok dan berhenti di samping Tania.
"Ayo naik" ucapnya sambil menyodorkan helm kepada Tania.
"Aku gak pakai jaket. Lagian tadi kan aku udah bilang aku mau naik jemputan, A irwan gak usah jemput" ucap Tania.
"Gak usah banyak ngomong buruan naik gak ada tawar menawar, nih pake jaket aku" ucap Irwan tegas melepaskan jaket yang dipakainya dan memakaikan ke badan Tania.
Ini orang kenapa ketus gini. Perasaan tadi gak ngelakuin kesalahan deh. Lirih Tania dalam hati sambil terpaksa menaiki motor Irwan.
Di perjalanan mereka saling diam, tidak ada percakapan seperti biasanya. Irwan berubah menjadi sosok yang dingin pagi ini, mungkin pengaruh cuaca pagi ini. Tania tidak ambil pusing dengan sikap Irwan, mungkin Irwan suasana hatinya sedang tidak baik makanya saat percakapan video call tadi ia jadi sensitif.
"Makasih udah nganterin maaf juga udah ngerepotin" ucap Tania turun dari motor sambil memberikan jaket kepada Irwan tanpa menoleh kearah lelaki itu.Irwan tidak menjawab, ia hanya mengambil jaket ditangan Tania dan langsung pergi.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Kira-kira Irwan kenapa ya?
Yuk dukung, like, dan vote author.
Tinggalkan kesan kalian setelah baca Cahaya Cinta Tania ya...
😊😊
__ADS_1