Cahaya Cinta Tania

Cahaya Cinta Tania
Teka Teki


__ADS_3

Hilangnya Yudha dari peredaran mata para sahabatnya masih menyisakan tanda tanya. Tidak hanya sampai di telepon saja, mereka pun melacak media sosial bahkan sering memata-matai rumah Yudha. Tapi hasilnya tetap nihil, rumah Yudha sudah 3 hari ditinggalkan dan lampu luar rumahnya pun masih menyala menandakan sang empunya rumah belum kembali.


"A Yudha kemana sih? Kok menghilang tanpa jejak dan kabar. Neng juga gak bisa di hubungi" keluh Tania kepada Nicko dan Iqbal disela makan siang.


"Justru itu, Tanikuk. Gue tiap hari pulang pergi kerja sengaja muter lewat rumah si Yudha walaupun jadi jauh supaya bisa sambil mengecek si Yudha udah balik apa belum" ujar Nicko.


"Kita kayak lagi lakonin film detective conan ya hahaha" celetuk Iqbal.


"Iya bedanya ini kasus orang hilang. Hilangnya juga satu keluarga secara tiba-tiba" timpal Nicko.


"Ish orang serius juga" ucap Tania melengos sebal. Nicko dan Iqbal yang tergelak langsung mendadak diam dan kembali pasang mode wajah serius.


"Sebenernya ada yang mau gue tanyain nih sama kamu, Kuk" ucap Nicko memandang Tania. Iqbal dan Tania otomatis langsung menoleh menatap Nicko seakan menampakkan pertanyaan di wajah mereka atas ucapan Nicko.


Tanpa basa basi seakan bisa membaca gurat pertanyaan di wajah Tania dan Iqbal, Nicko melanjutkan pembicaraannya.


"Sebetulnya apa yang terjadi antara kamu sama si Yudha?" Iqbal yang mendengar pertanyaan Nicko pun mengangguk seakan memberikan pertanyaan yang sama pada Tania.


"Awal mula gue curiga saat kamu sama si Yudha tiba-tiba aja saling menjauh. Lalu si Yudha ganti nomor dan itupun gak mau ngasih tau kamu" lanjut Nicko.


"Bukan aku yang menjauh tapi A Yudha nya sendiri yang jauhin aku" kilah Tania.


"Yaa pasti itu ada sebabnya donk gak mungkin si Yudha tiba-tiba aja gitu" kali ini Iqbal yang berbicara. Tania kikuk seakan terpojok atas interogasi yang dilakukan Nicko dan Iqbal.


"Please deh. Kok serasa aku yang salah. Kayak lagi di interogasi Inspektur Megure" jawab Tania menghilangkan kikuk.

__ADS_1


"Disini aku gak nyalahin kamu atau si Yudha, kan kita gak tau duduk masalahnya apa dan gimana. Makanya kita gali informasi dulu sama kamu pertama kali. Sebab sekarang yang bisa ditanyai ya kamu" ujar Nicko.


Iqbal membetulkan posisi duduknya yang semula menyender pada tembok lalu duduk tegak menghadap Tania. " Iya, Tan. Aku juga sekalian mau nanya. Itu kemarin si Yudha sakit apa? Kok dia gak ngasih tau kita ada apa, terus aku liat di pelipisnya biru abis kayak orang di tonjok" ucap Iqbal sambil menyalakan rokoknya.


Tania menghela nafas pelan, lalu mengangkat suara kembali "Aku kira A Yudha udah cerita masalah itu sama kalian. Ternyata belum yah" suaranya kini pelan dan tatapannya terlihat menerawang.


Ia pun menceritakan kejadian yang dialami waktu pergi ke mall mengantar Neng. Nicko dan Iqbal mendengarkan dengan seksama dan perhatian. Secara rinci Tania jelaskan runtutan kejadiannya. Tangan Nicko mengepal, Iqbal menggertakkan giginya. Terlihat kedua orang itu tersulut emosinya mendengar insiden yang menimpa sahabatnya.


Mata Tania berkaca-kaca, suaranya bergetar dan sedikit parau. Terlihat kalau saat itu ia sedang menahan tangisnya.


Bruggghh......


Nicko memukul meja dengan keras, tampak semua orang yang sedang menikmati makan siang mengalihkan perhatiannya ke arah mereka.


"Sialan tuh kampret. Masih mau cari masalah dia. Dia itu gak bisa milikin kamu jadinya kayak gitu. obsesi banget sama kamu, sayangnya dan bagusnya kamu gak masuk perangkap dia" Suara Nicko meninggi, emosinya tidak tertahankan lagi. Ia tidak peduli tatapan semua orang yang memperhatikannya.


"Iya, A. Masalahnya juga udah kelar. Aku juga udah gak ada urusan apa-apa lagi sama Irwan. Aku udah menganggap tidak pernah mengenal orang yang namanya Irwan lagi" jelas Tania menepuk lengan Nicko.


"Iya iya. Masalahnya kenapa kamu gak cerita? Kamu maupun Yudha?"


"Aku kira A Yudha yang cerita sama kalian. Lagian aku malu, A. Sudah menarik A Yudha dalam masalah aku. Irwan kan ada masalahnya sama aku tapi jadi A Yudha kebawa-bawa" Tania tertunduk. Kini giliran Iqbal yang menepuk bahu Tania.


"Kamu lupa kalau masalah kamu itu masalah kita juga, begitupun sebaliknya mau itu masalah Nicko, Yudha, ataupun aku. Kita pecahin masalah kita sama-sama" ucap Iqbal terdengar bijak kali ini.


"Iya bener apa yang si Babal bilang. Terus kenapa semenjak si Yudha masuk kerja lagi sikapnya jadi beda sama kamu?" Tanya Nicko.

__ADS_1


"Justru itu, A. Aku juga gak ngerti. Mau jelasin apa karena aku juga gak tau A Yudha tiba-tiba berubah dan mutusin komunikasi secara sepihak. Bahkan aku gak di kasih tau nomor yang barunya". Iqbal dan Nicko tampak berpikir mencerna setiap gerak dan ucapan Yudha belakangan ini. Mereka mengakui bahwa Yudha memang berubah menjadi sosok yang dingin dan bicara seperlunya saja.


"Yaudah kalo ada apa-apa nanti aku kabarin kalian. Semoga aja ada kabar dari Yudha sore ini. Sekarang waktunya kerja lagi tuh bel udah bunyi" ujar Nicko.


"Eh tapi dari tadi kita ngobrol panjang, ngomong-ngomong kalian udah pada sholat belum?" Tanya Tania. Yang di tanya malah cengengesan dan saling pandang.


Tania menggelengkan kepalanya sambil berdecak heran kepada kedua sahabat yang sudah ia anggap sebagai kakak.


"Cckkk...Sholat dulu sana. Biar kerja telat sepuluh menit juga teknisi mah gak akan on time harus ke mesin paling juga nunggu kalo ada mesin yang error". Keduanya menurut bagaimana pun ibadah harus tetap jadi prioritas.


Semenjak berteman dengan Tania, mereka jadi berubah kejalan yang lebih baik lagi. Ibadah yang semula bolong-bolong, kini hampir tak pernah terlewatkan. Betul kata pepatah jika kita berteman dengan tukang parfum maka kita akan terbawa wanginya begitu juga kita berteman dengan tukang daging pun akan terbawa bau daging.


Bergelut dengan pekerjaan membuat waktu berjalan tidak terasa. Jam pulang tiba dan karyawan pun bubar seperti biasa. Nicko kembali pulang sendiri sebab Iqbal membonceng Fira.


Nasib jomblo, pulang pergi sendiri. Kapan ya ada yang nemenin? gerutu Nicko dalam hatinya.


Masih penasaran dengan hilangnya Yudha, Nicko pun mengambil rute jalan pulang melalui rumah Yudha. Sengaja ia menjalankan motornya pelan sambil mengamati rumah Yudha. Tidak sengaja, matanya menangkap seseorang yang ia kenal baik dan sedang berjalan terburu-buru menaiki ojek sambil membawa tas travel besar.


Tiddd.......Nicko menyalakan klakson.


"Neng....Tunggu Neng!" titah Nicko setengah berteriak.


Neng yang menyadari adanya Nicko langsung menyuruh tukang ojek untuk mengebut meninggalkan Nicko dengan wajah kaget dan ketakutan.


"Mang, cepetan ngebut ya. Jangan sampai itu orang ngejar kita" titah Neng pada tukang ojek.

__ADS_1


Sayangnya, Nicko kehilangan jejak Neng setelah sempat kejar-kejaran layaknya di sirkuit sebab motor Nicko kehabisan bensin.


"SIAL !!!! PAKE MATI LAGI. SHITSSSS GUE LUPA ISI BENSIN !!" ucap Nicko geram sambil mengusap muka serta rambutnya.


__ADS_2