
Aarav menurunkan tubuh sang gadis di depan sebuah toko baju, di sana juga ada mobil mewah milik sang adik.
"Bella, sudah lama kau di sini?" tanya sang kakak.
"Lumayan, Ehm ... kakak aku rasa kau jangan terlalu kasar dengan seorang gadis, dia itu sangat cantik sebenarnya tetapi hanya butuh polesan. Kau memilih seorang yang tepat," jawab Bella yang langsung mengetahui baik dan buruk untuk sang kakak.
"Haha, kau ini baru saja melihat. Namun, sudah sok tahu seperti dukun saja!" ungkap Aarav yang tidak mau ambil pusing.
"Astaga! kakak adalah kakak paling kejam yang pernah aku miliki, tidak seperti kak Adya, dia baik dan penyayang!" Bella selalu mengatakan hal ini dan membuat kakak pertama kesal.
"Dia lagi, apa sih istimewanya dia? aku lebih tampan dan lebih kaya, iya sih dia selalu membantuku! tapi pada intinya akulah yang paling luar biasa di sini!"
Aarav sangatlah sombong membuat sang gadis ingin mual saja.
"Nona, maaf saya harus pulang ke rumah."
Netta merasa tidak enak kepada sang ayah, dia harus membeli obat juga. Jika terlalu lama di luar, Netta takut sang ayah akan khawatir dan mencarinya kemana-mana.
"Kau sangat sayang kepada ayahmu, ini adalah contoh yang bagus! kakak, kau harusnya juga memikirkan daddy!" ledek sang adik.
"Haha setiap hari aku memikirkan daddy, suka mendoakannya tetapi dia selalu memarahiku! lebih dari itu, mommy juga sama!" cakap Aarav.
Dia terlihat sangat buruk karena menjadi anak durhaka di mata Bella.
Sedangkan Netta sangat cemas, raut mukanya yang polos itu menunjukkan segalanya.
Bella, dia juga seorang gadis, adik Aarav itu memahami perasaan Netta.
"Rumahmu mana? aku akan mengantarmu sampai rumah."
"Tidak perlu Nona bos, aku akan pulang sendiri naik bis."
"Jika kau tidak menurut padaku, kakakku akan menghabisimu! memilih mana? mau habis saat bersama kakakku? atau ingin baik-baik saja saat bersamaku?"
Netta bingung saat mendapatkan tawaran pulang bersama oleh salah satu anggota keluarga sang bos.
Namun, pada intinya dia harus pulang.
__ADS_1
Netta menuruti apa yang dikatakan oleh Bella.
"Iya, maaf jika aku merepotkan Nona Bos, saya mau pulang dengan anda."
"Yes, dari tadi kali ya, lama banget mikir."
"Maaf Nona Bos, aku sangat pusing hingga tidak bisa memikirkan hal yang sederhana."
"Haha ... aku hanya bercanda, mengapa kau masukkan kata-kataku ke dalam hati? maaf ya?"
"Tidak masalah Nona Bos, kau sangat baik kepadaku! aku tidak bisa memberikan balasan yang setimpal selain rasa terima kasih saja, saya akan menjadi karyawan yang terbaik di perusahaan keluarga anda!"
Netta si gadis polos yang selalu mengatakan apa adanya tanpa kebohongan.
Bella tersenyum kala melihat raut polos dan lugu sang gadis, dia tidak akan pernah menyangka jika sang kakak yang urakan dan arogan itu, akan mendapatkan seorang gadis yang polos dan apa adanya.
Bella kemudian meminta sang gadis masuk ke dalam mobilnya, namun menolak sang kakak untuk masuk ke dalam mobil juga.
"Bella, mengapa kau tidak mengikutsertakan aku masuk ke dalam mobil? bukannya aku akan mengantarku pulang?" tanya sang kakak merasa adiknya berbakat menjadi adik durhaka karena tidak mengajaknya pulang bersama.
Wussshh!
Mobil itu telah melaju dengan kencangnya meninggalkan sang kakak yang mengumpat tiada henti.
"Sialaaan! shittt! apa maksud dari adikku itu? aku sudah memberinya uang, tapi mengapa dia seperti itu kepadaku! ini tidak bisa dibiarkan, awas kau Bella!" pekik sang bos dengan wajah yang penuh amarah.
Dia seperti seorang pria yang linglung, jabatannya sebagai pemimpin restoran, sepertinya tidak ada harganya jika berada di jalanan.
Namun, keberuntungan sepertinya sedang memihak kepadanya.
Seorang gadis yang pernah ia kencani tiba-tiba memberhentikan mobilnya.
"Baby, apa yang kau lakukan di sini? apakah sekarang menjadi miskin? mengapa kau menjadi pengemis?" tanya sang gadis dengan wajah yang menghina.
"Astaga! Nabilah, mengapa kau mengatakan hal ini kepadaku? apa kau tidak terima jika aku memutuskan secara sepihak?" cakap sang pria dengan wajah yang marah.
"Ckckck ... Aarav, memangnya pria kaya hanya dirimu? aku sudah mendapatkan gantinya, coba kau lihat di sampingku!"
__ADS_1
Sang gadis memperlihatkan seorang pria yang lebih tampan dan kaya, ternyata keberuntungan itu bukanlah untuk sang CEO Bastard, kini dia hanya mendapatkan hinaan dari mantan teman kencannya.
"Haha ... dasar gadis sialan! pergi kau dari hadapanku! kau hanya bekas ku mengapa sok sekali!"
Kekasih Nabilah bereaksi atas apa yang dikatakan oleh pria itu, sang kekasih akan keluar dari mobil dan memukul Aarav, tapi Nabilah mencegahnya.
"Jangan kotori tanganmu untuk memukul orang miskin sayang, lebih baik kita bersenang-senang saja dan tinggalkan dia di sini sendirian!"
"Haha ... apa yang kau katakan memang benar sayang, dia miskin dan tidak punya apapun!"
Wussssh!!!
Lagi-lagi sang CEO Bastard mendapatkan hinaan bertubi-tubi, hari ini dia sangat sial dan menyalahkan Netta.
Jika tidak bertemu dengan gadis itu pasti dia akan mendapatkan hal yang baik serta keberuntungan yang tiada henti.
Namun, pertemuan dengan Netta justru membuatnya seperti orang bodoh dan terhina.
"Udik! kau harus bertanggung jawab atas apa yang aku dapatkan hari ini, aku tidak akan pernah membuatmu bahagia saat menikah denganku! jangan pernah berharap aku akan mencintaimu dengan tulus! jika pernikahan kita adalah sebuah pernikahan kontrak, aku akan membuat 6 bulan bersamaku menjadi neraka, kau harus mendapatkan balasan atas apa yang telah kau lakukan kepadaku! Netta! kau akan menderita!"
Sumpah serapah itu ia ucapkan di pinggir jalan sehingga membuat orang-orang di sekitarnya melihat sang putra mafia seperti orang gila yang berteriak-teriak.
Pria itu memilih untuk berjalan kaki menuju restoran miliknya, jika dia naik bis lagi, dia tidak memiliki uang karena hari ini adalah hari terakhir voucher naik bis gratis berakhir.
"Aku harus berjalan kaki menuju restoran lagi, astaga dosa apa yang pernah aku lakukan! mengapa pria tampan seperti aku mendapatkan balasan yang sangat menyebalkan seperti ini, Bella juga membela Netta, semua orang membela gadis itu!"
Aarav meratapi nasibnya yang sangat sial, tapi di saat dia merasa sedih, tetap sajak umpatan selalu muncul di akhir keluhannya.
Sang putra mafia yang kini mendapatkan balasan karena dia selalu jahat terhadap orang yang polos macam Netta, namun dia belum menyadari bahwa dirinya sedang mendapatkan balasan itu.
Justru dia semakin membenci Netta yang tidak tahu apa-apa mengenai semua hal yang terjadi kepadanya.
Semua kesalahan selalu dilimpahkan kepada sang gadis.
Aarav memang sudah tidak memiliki hati nurani lagi.
******
__ADS_1