CEO Bastard Yang Bucin

CEO Bastard Yang Bucin
Misi Penting


__ADS_3

Saat sang kakak sedang kesusahan, justru Bella tersenyum bersama Netta.


Dia senang melihat Anetta yang masih lugu dan polos.


"Netta ... Netta, kau ini polos sekali, makanya kakakku sangat suka menggodamu," cetus Bella.


"Hm, memangnya saya sepolos itu ya Nona? saya hanya ingin menjadi diri saya sendiri, itu saja," ujar Netta merasa aneh dengan pendapat Nona bos.


"Haha ... kau memang cocok dengan kakakku, semoga dia mau menerima apa adanya, lalu meninggalkan semua gadis menyebalkan itu," tutur Bella yang mual dan muak dengan tingkah sang kakak dan para gadisnya yang terkadang membuatnya harus turun tangan dan memaki mereka semua, para gadis yang secara bergantian datang ke rumah.


Padahal ada Alex dan Laras saat itu, kedua orang tua Aarav malas terlalu banyak bicara untuk menyadarkan sang bocah menyebalkan yang sulit dinasehati.


Bella juga tidak menyangka sang kakak akan liar seperti ini, dia hanya tahu, Lexis saja yang gila bukan Aarav.


Dia teringat satu peristiwa yang menurutnya di awal mula sang kakak berubah menjadi liar.


"Netta, aku akan memberitahu suatu rahasia. Namun, kua jangan mengatakannya kepada kakak kalau aku yang memberitahumu ya?" ucap Bella dengan wajah yang serius.


"Oke Nona bos, aku akan diam seribu bahasa," jawab Anetta.


"Bagus, Ehm ... cerita ini berawal saat kakakku berulang tahun yang ke-18. Daddy dan Mommy waktu itu memberikan hadiah sebuah mobil mewah, meskipun kami masih belia, mereka berdua selalu memanjakan kami. Khusus untuk Kak Aarav dan Lexis, Daddy memberikan perlakuan yang berbeda. Kak Aarav yang sangat menurut kepada Mommy, tiba-tiba saja menjadi orang yang sangat aneh ketika pulang dari kampus. Kami mulai berkuliah di usia 18 tahun, nah waktu menjadi mahasiswa baru, kakak dengan segala gaya yang glamour mendapatkan seorang gadis yang sangat cantik dan pendiam. Dia dan gadis itu, kalau tidak salah namanya Livina, sangat bahagia dalam menjalani hubungan cinta monyet mereka. Sifat kakak yang baik dan sangat menurut kepada mommy, membuat Livina semakin sayang. Akan tetapi, saat dua tahun anniversary hubungan keduanya, kakak mendapati gadis bersama seorang pria keluar dari sebuah bar. Dia bercumbu rayu di depan bar itu tanpa rasa malu, kakakku sangat syok, dia menghajar pria yang bersama Livina kemudian langsung memutuskan hubungan dengannya tanpa mengetahui alasan Livina yang pendiam itu melakukan kesalahan yang fatal. Kebetulan, saat kakak mengalami hal ini, dia langsung menelponku dan meminta berbicara. Kakak menceritakan segalanya kepadaku dan aku memintanya untuk mencari pengganti, awalnya dia sedih tapi beberapa hari kemudian, dia menjadi pria yang berbeda hingga sekarang," ujar Bella.


Dia ingin sekali melanjutkan cerita mengenai sang kakak, namun melihat wajah Netta, Bella menghentikan sementara kisah sang kakak.


"Kenapa Nona bos berhenti berbicara?" tanya Netta heran.


"Haha ... aku melihat wajahmu yang lucu, mengapa kau selalu menunjukkan tampang yang menggemaskan? Haha ... kau memang seharusnya menjadi istri kakakku!" ungkap Bella memberikan restu kepada Netta untuk masuk ke dalam anggota keluarga Fernando.

__ADS_1


"Hm, sejak awal anda meminta saya mendengarkan, lalu telah mendengarkan apa yang anda katakan, Nona justru berpendapat saya menggemaskan. Saya bingung Nona bos," cakap Anetta kembali heran.


"Iya, tapi aku salah fokus dengan wajahmu itu, Ehm oke ... aku akan melanjutkan apa yang sudah aku mulai. Netta, sebelumnya aku bertanya kepadamu, apakah kau memiliki perasaan terhadap kakakku?" tanya Bella memberikan pertanyaan yang sulit kepada sang gadis polos.


"Aku?! aku tidak menyukai Tuan bos karena dia tampan juga kaya raya. Apalagi, semua gadis yang keluar masuk ke restoran ini sangatlah cantik, memiliki tinggi badan yang semampai, seksi, serta kebanyakan adalah orang kaya. Kalau saya? menyukai seorang pria saja tidak pantas. Saya tahu diri jika keadaan saya memang tidak seharusnya dekat dengan orang kaya seperti kalian semua," jawab Netta selalu menyadari bahwa dirinya memang bukan orang kaya, dia akan tetap seperti itu, jadi dirinya sendiri yang apa adanya dan berprinsip.


"Tidak seperti itu Netta, kami bukan orang kaya seperti di acara televisi, kami baik, buktinya aku mengantarmu sampai ke rumah kan? apa aku seperti seorang penculik?" Bella menjelaskan jika tidak semua orang yang katanya memiliki banyak uang, jahat dan tidak berperasaan.


Bella kembali menatap sang gadis sambil tetap fokus menyetir, dia memang mencari seorang wanita yang mau meluluhkan hati sang kakak. Netta, jodoh yang tepat untuk Aarav.


Sang adik berharap mampu menyatukan dua insan berbeda sifat dalam satu ikatan pernikahan.


"Maaf Nona, pada intinya, saya memiliki prinsip sendiri dalam menentukan jodoh," jelas Netta.


Dia menunjukkan jika dirinya bukan gadis matre atau pun gadis yang melihat seorang pria dari tampangnya saja.


Namun dia lupa akan rencana pernikahan dengan Aarav, secara sang pria jauh dari kriteria pria idamannya.


Ini membuat Bella heran.


"Tapi, mengapa kau mau menikah dengan kakakku jika tidak ada cinta ataupun kecocokan?" tanya Bella mulai menelisik lebih dalam.


Netta hanya diam, dia tidak bisa mengatakan jika dirinya menikah kontrak dengan Aarav, ini akan membuat Bella berpikiran jika dirinya adalah gadis matre.


"Loh kok diam? aku percaya, pasti kakakku sudah mengancam mu ya? karena setahuku kakak itu akan di jodohkan dengan Tifani. Ehm, ini aneh sih!" Bella sedang memancing Netta untuk mengatakan segalanya tanpa perlu takut.


Beberapa detik kemudian ...

__ADS_1


"Nett, jika kakakku mengatakan hal yang buruk, atau mengancam mu agar kau mau menikah dengannya, katakan unek-unek itu. Aku siap mendengarkan apa yang ada di dalam hatimu," jelas Bella memahami keadaan sang gadis.


Netta menangis, dia tidak bisa menahannya sendirian.


"Kenapa Netta?" tanya Bella yang memberhentikan sementara mobil miliknya.


Dia ingin mendengar langsung dari Netta, bahwa gadis itu tidak dalam ancaman saat menerima lamaran kakaknya.


"Hiks, jika saya boleh meminta, saya tidak ingin menikah dengan Tuan bos Aarav, dia sangat kasar kepada saya. Bahkan, dia tidak menikahi saya dengan cinta. Kami hanya menikah kontrak, hiks ...."


Akhirnya Netta mengatakan segalanya kepada Bella, membuat adik dari Aarav itu tepok jidat.


"Astaga kakak, sudah aku duga. Mana mungkin dia mau menikah begitu saja? pria itu kan liar, tidak suka hubungan yang terikat. Hm, Netta, aku memiliki ide yang bagus. Kau bisakah melakukannya untukku?" pinta Bella.


"Apa itu Nona?" cakap Netta sambil menghapus air matanya.


"Aku akan membuat kakak cinta padamu, kau mau kan menikahi Kak Aarav?" Permintaan Bella sangatlah sulit untuk dipenuhi Netta, namun karena Bella sudah baik padanya, alhasil dia mau melakukannya.


"Karena Nona sudah baik padaku, aku akan menuruti apa yang Nona katakan."


"Bagus!"


Bella merasa lega karena sang gadis tidak terlalu banyak bicara, dia hanya ingin sang kakak segera sadar dari segala tingkah gilanya setelah menikah.


Apalagi dia menikah dengan gadis tak biasa, pastilah hidup Aarav akan banyak pelajaran tentang bagaimana sulitnya berumah tangga.


******

__ADS_1


__ADS_2