
Netta menatap wajah sang suami dan berharap mendapatkan tatapan manis, namun apa yang dia harapkan, sepertinya tidak bisa terwujud dengan segera.
Sang suami dengan pandangan yang berpaling dan tangan terikat oleh borgol, terlihat sangat malu dengan Netta.
"Aku baik-baik saja."
Aarav mengatakan ini seolah-olah ada hal yang ditanyakan oleh sang gadis.
"Aku tidak bertanya, hanya saja cukup puas dengan apa yang dikatakan oleh sang suami."
Netta terlihat menangis, Aarav berucap," Jangan menangis, tetaplah menjadi istri yang baik bagiku."
"Maaf Aarav."
"Aku tidak menerima permintaan maaf darimu, aku ingin kau menjadi orang yang sangat patuh dan peduli padaku."
"Aarav. Aku rindu."
Sang istri mendekat kepada Aarav dan menyenderkan kepalanya di pundak sang suami.
"Andai saja kita bisa bersama dan kau bisa segera bebas."
"Percayalah, kita akan terus bersama dan kau tidak akan kehilangan aku."
__ADS_1
"Ya aku percaya."
Netta terlihat melepaskan sandaran bahu itu dan menatap wajah sang suami dengan intens.
Dia membelai wajah sang suami.
Perlahan mendekat dan memberikan sentuhan manis di bibir sang suami.
"Kau sangat berharga bagiku, apapun yang ada padamu adalah suatu hal yang sangat aku inginkan. Aarav, aku sangat mencintaimu."
Dua bi bi r itu saling bertemu dalam satu waktu, rasanya sangat indah kala semua ini terjadi begitu saja tanpa adanya basa basi.
Netta sangat menikmati setiap sentuhan dari sang suami.
...
Saat dua orang yang jadi anggota kepolisian datang, Bella terlihat menghentikan langkah keduanya untuk menghampiri pasangan suami istri itu.
"Aku mohon Jangan ke sana dulu karena kakakku sedang dalam masa yang sangat sulit, pahamilah bahwa seorang pria juga membutuhkan wanita di dalam kehidupannya, Apakah kalian memahami hal ini?"
"Tapi kami hanya menuruti apa yang dikatakan oleh atasan, kami tidak bisa bertindak tanpa adanya perintah."
"Kakek Hans maksudmu?"
__ADS_1
"Iya."
Sang gadis terlihat meraih ponsel yang ada di saku celananya dan segera melakukan panggilan terhadap sang kakek.
"Kakek, Aku meminta kepadamu agar memberikan perintah kepada dua orang anggota kepolisian yang sudah kau minta menjaga kakak."
"Perintah apa yang kau maksud cucuku?"
"Kak Aarav sedang dalam masa yang sulit dan dia tidak bisa menjadi orang yang tegar setiap hari, tiga bulan adalah waktu yang lama untuk nya menyadari bahwa hidupnya sungguh tidak berarti tanpa sang istri. Beri kelonggaran kepada kakakku agar dia bisa lebih lama berbicara dan berinteraksi dengan istrinya."
"Sebenarnya, aku sangat sedih ketika mendapati cucuku masuk ke dalam penjara dengan kesalahan yang sakit hati tetapi pada akhirnya aku menyadari bahwa dia juga seorang pria yang tidak bisa hidup tanpa istrinya. Oke, aku akan memerintahkan dua orang itu untuk memberikan kelonggaran 2 jam lagi agar bisa melihat pasangan suami istri itu merasakan bahagianya nyata meskipun hanya bersama tidak lebih dari 120 menit."
Bella memberikan ponsel itu kepada dua orang yang merupakan anggota kepolisian.
Biar mereka berdua memahami apa yang dikatakan oleh atasan mereka.
Setelah mendapatkan perintah dari atasan mereka berani memberikan waktu tambahan untuk Aarav berdua bersama sang istri di taman yang sangat indah.
"Ya, kami sudah mendapatkan suatu hal yang indah hari ini, Aku sangat kagum atas pengorbanan istri dari Aarav, sangat menginspirasi. Kami memutuskan untuk menuruti apa yang dikatakan oleh atasan dan memberikan waktu untuk mereka bersama lebih lama."
"Yey! terima kasih pak polisi!"
"Ya, sama-sama."
__ADS_1
*****