CEO Bastard Yang Bucin

CEO Bastard Yang Bucin
i LOVE YOU NETTA


__ADS_3

"Baik kakek Hans," ucap Netta sambil berjalan menuju ruangan yang di maksud. Gadis itu sangat gugup dan mencoba menenangkan diri.


"Aku bisa dan pasti bisa," batin sang gadis.


Langkahnya sangat yakin dan sampailah dia di dalam sebuah ruangan yang cukup luas.


Di sana ada Aarav yang berada di dalam ruangan itu tetapi tersekat kaca.


Netta berjalan menuju sekat kaca dan duduk di tempat yang sudah di sediakan.


Netta dan Aarav saling pandang.


"Kue mana?" tanya Aarav.


"Ini bos."


Netta memberikan satu keranjang kue, tetapi sekat kaca itu hanya muat beberapa kue saja. Netta memasukkan kue ke dalam satu lubang yang menuju Aarav.


Aarav menerima kue itu dan merasa terharu karena kuenya sangat enak.


"Kau yang membuatnya baby?"


"Iya, aku yang membuat kue itu karena sangat mudah dan tidak lama."


Aarav meminta Netta untuk memakan kue yang sudah ia makan tadi, tapi Netta masih malu-malu.


"Aku tidak mau Aarav, kau saja."


"Biar romantis sayang."


"Sst ... jangan keras-keras, aku malu."


"Okelah, aku makan sendiri."

__ADS_1


Aarav dengan cepat menghabiskan satu keranjang kue yang berisi 20 potong roti. Pria itu memang pecinta kue coklat.


"Minum Netta."


Sang istri memberikan minuman kemasan kepada sang suami.


Aarav minum dan segera menghabiskan minuman itu.


Makan minum telah usai, kini Aarav ingin berbicara dari hati ke hati.


"Net, aku sudah mendapatkan maaf dari gadis itu dan aku akan mendapatkan hukuman kurang lebih sepuluh tahun. Apa kau mau menungguku?" tanya sang suami dengan sungguh-sungguh.


"Aku akan menunggu selagi kau sudah mampu membuat dirimu lebih baik dan tidak akan mengulangi perbuatanmu lagi, bagaimana?"


"Iya Netta sayangku yang cantik dan sangat baik. Aku akan menuruti apa yang kau inginkan, pada intinya, rasa ini hanya untukmu dan tidak akan ada hal lain yang pasti membuat kita sangat beruntung karena memiliki satu sama lain."


"Apa ini bagian dari merayu?"


"Iya. Kau suka aku rayu?"


Dua orang terlihat sangat canggung.


Aarav, menatap wajah sang istri dengan seksama.


"Netta, I love you!"


Sang istri malu-malu karena mendapati sang suami sangat romantis tepat di depan matanya.


"Apa ini Aarav? Kau sedang aneh."


"Jawab saja, apa susahnya?"


Netta masih malu.

__ADS_1


"I love you too."


Netta mengucapkannya dengan lirih.


Dia sangat tidak nyaman, Netta ingin berpamitan.


"Aarav, besok pagi aku akan datang lagi. Aku harap kau tidak rindu."


"Haha ... Kau sangat lucu, bukannya aku yang seharusnya mengatakan semua itu?"


"Aku pulang dulu, bye."


Netta sangat malu dan buru-buru membawa keranjang kue itu bersamanya.


Netta berlari.


"Astaga, aku sangat gugup, bagaimana bisa merasakan semua ini dengan aneh seperti ini?"


Netta dihadang oleh Adya dan Bella.


"Kau sudah mengatakannya Netta?" tanya Adya yang sangat tidak sabar menunggu jawaban sang kakak ipar.


Bella apa lagi, dia sangat ingin sang kakak ipar jujur tentang apa yang di rasakan saat ini.


"Aku sudah mengatakannya dan sangat bahagia."


Adya dan Bella sangat senang dan berjingkrak kala mendengar apa yang diucapkan oleh kakak iparnya.


Perasaan bahagia sangat dirasakan oleh dua orang itu.


"Aku merasa senang untukmu Netta," ucap sang adik ipar.


"Sama, aku juga, kami sangat senang akan kebahagiaan kalian berdua."

__ADS_1


*****


__ADS_2